Kulitas Pendidikan Generasi Akan Terwujud Dengan Penguatan Pondasi Agama
Penulis Jasmin, S.Ag (Pemerhati Pendidikan)
Telah kita ketahui bersama bahwa pendidikan anak adalah segala upaya yang dilakukan secara sadar oleh orang tua ataupun para guru untuk memberikan pengaruh pada anaknya di rumah ataupun anak didiknya di sekolah agar dapat meningkatkan perubahan perilaku, pengetahuan dan bertanggung jawab atas segala tindakan atau perbuatannya secara moril.
Tapi perlu disadari, pendidikan yang dijalankan di negeri ini jauh dari pengajaran adab dan akhlak pada anak anak. Beberapa kasus yang terjadi seperti pembullyan, sikap tidak sopan kepada guru dan orang tua serta tingkah laku dan bahasa keseharian kebanyakan anak-anak tidak sesuai harapan orang tua. Sebagai contoh video yang viral beredar yang mempertontonkan penganiayaan sekelompok siswa salah satu SMP yang ada di Kab. Cilacap Jawa Tengah, dimana pelaku utama berinisial MK (15) siswa kelas 9 dan korban adalah RF (14) yang merupakan adik kelasnya. Dilihat dari video yang viral tersebut, seorang siswa mengalami penganiayaan oleh siswa lain yang menggunakan topi. Penganiayaan tersebut dilakukan di depan sejumlah siswa lainnya. Penganiayaannya berupa pukulan hingga tendangan dari pelaku tersebut.
Sejumlah siswa yang ada di lokasi kejadian juga sempat mencoba melerai pelaku. Namun, pelaku justru mengancam siswa lain yang hendak melerainya.
Bukan hanya fakta itu saja, masih banyak anak anak sekarang yang bahkan tidak punya sikap yang baik terhadap orang tua, dimana anak anak memilih dunianya sendiri, tidak mau mendengar nasehat dan tidak menaati orang tua, berbicara bahkan berbuat kasar terhadap orang tua.
Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk berbuat baik dan berlemah lembut terhadap orang tua yang telah Allah gambarkan dalam Al-Qur'an surah Al-Isra' ayat 23-24. Ayat tersebut berbunyi,
۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil."
Sangat jelas konsep pendidikan akhlak kepada anak anak dalam Al-Qur'an.
Lalu apa yang menyebabkan anak anak zaman sekarang sulit berakhlak baik dan dan adab sopan santun kepada orang tua?
Hal ini terjadi karena rusaknya sistem pendidikan yang ada pada saat ini. Tontonan dan perilaku orang tua yang gagal dalam mendidik anak juga salah satu faktor rusaknya adab dan budi pekerti anak. Bagaimana tidak, orang tua adalah cerminan bagi anak anaknya. Penting bagi setiap orang tua muslim mendidik anak dengan cara Islami. Mengingat anak adalah amanah dari Allah SWT bagi setiap orang tua.
Mendidik anak agar tumbuh menjadi anak yang saleh shalihah dan berkepribadian tangguh tidak hanya untuk kebaikannya, tetapi juga untuk kebaikan orang tua dan masyarakat sekitarnya.
Selain itu, mendidik anak sesuai ajaran Islam bisa menjadi bekal dunia akhirat, serta ladang pahala bagi orang tua.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan setiap orang tua untuk mendidik anaknya dengan pendidikan terbaik. Anjuran tersebut sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadis Rasulullah SAW "Seseorang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada ia menshadaqahkan (setiap hari) satu sha." (HR. At Tirmidzi). Dan beberapa hadist lainnya tentang mendidik anak dengan akhlak yang baik
Mendidik anak bukan hanya tanggungjawab orang tua dan guru tempat anak menimba ilmu, akan tetapi juga peran negara yang punya tanggung jawab besar dalam mencerdaskan dan membentuk akhlak dan Budi pekerti luhur dan mulia kepada generasi. Negara wajib menghapus segala tontonan dan permainan online serta sarana yang dapat merusak adab dan akhlak anak anak. Negara juga wajib menyediakan fasilitas yang memadai dan berkualitas agar anak anak dapat mengenyam pendidikan gratis serta pendidikan agama yang baik sesuai tuntunan syari'at. Semua itu bisa tercapai hanya ketika yang diterapkan adalah syariat Islam yang kaffah oleh negara Islam atau khilafah Islami.
Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bagaimana kejayaan Islam ketika Islam diterapkan secara kaffah oleh negara Islam. Semoga anak anak bisa merasakan pendidikan gratis dan dapat berkarya serta bermanfaat bagi orang banyak. Semoga kelak kita bisa keluar dari sistem yang kufur dan menerapkan sistem yang bisa mengubah kehidupan serta sistem pendidikan yang islami dan dapat mensholehkan generasi penerus bangsa. Wallahu a'lam

Komentar
Posting Komentar