Darurat Perlindungan Anak: Buah Busuk Sistem Sekuler Kapitalistik
Oleh: Yuli Atmonegoro (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Anak-anak seharusnya menjadi generasi penerus yang dijaga, dilindungi, dan dibesarkan dengan kasih sayang. Namun hari ini, negeri ini justru menghadapi darurat perlindungan anak. Kekerasan terhadap anak terus terjadi tanpa henti, baik di rumah, sekolah, lingkungan sosial, bahkan di dunia digital. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi lokasi kekerasan paling banyak terjadi. Data pengaduan yang masuk ke KPAI selama Januari–April 2026 mencapai ratusan kasus. Pelecehan seksual menjadi kasus dominan. Sementara di dunia maya, anak-anak semakin dekat dengan perjudian online, pornografi, dan konten rusak lainnya. Ini menunjukkan bahwa anak-anak hidup dalam lingkungan yang tidak aman secara fisik maupun mental. Masalah ini bukan sekadar persoalan individu. Ini adalah kegagalan sistemik. Sistem sekularisme telah memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya, keimanan tidak lagi menjadi fondasi dalam memba...