Kampus Tercoreng: Ketika Pelecehan Seksual Terjadi, Sistem Apa yang Gagal?
Oleh : Yuli Atmonegoro (Penggiat Literasi Serdang Bedagai) Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret puluhan mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus bukan sekadar aib institusi. Ini adalah alarm keras bahwa ada yang rusak secara mendasar—bukan hanya pada individu pelaku, tetapi pada sistem yang membentuk perilaku dan membiarkan kerusakan itu tumbuh. Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman untuk menuntut ilmu justru berubah menjadi tempat yang rawan bagi kehormatan. Ketika 16 mahasiswa, 20 mahasiswi, dan 7 dosen disebut sebagai korban, ini bukan lagi kasus personal. Ini adalah kegagalan kolektif. Fakta ini menampar keras narasi bahwa pendidikan tinggi otomatis melahirkan manusia beradab. Nyatanya, kecerdasan intelektual tidak menjamin kemuliaan akhlak. Sistem pendidikan sekuler hari ini hanya menekankan aspek akademik, tetapi abai dalam membentuk kepribadian yang tunduk pada aturan moral yang kokoh. Lebih dari itu, sistem kehidupan yang liberal membuka ruang kebebasan t...