Postingan

Asap Tak Kunjung Padam, Pemimpin ke Mana?

Oleh : Ummu Mumtazah Pemerintah RI menegaskan diri masih mampu melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga enggan menetapkan status bencana nasional.  Sikap pemerintah yang tidak menetapkan bencana nasional itu tetap menjadi pilihan di tengah protes yang dilancarkan negara tetangga imbas kabut asap lintas negara. Kemampuan negara menangani karhutla disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman. Suara.com. (19/10/2026). Apa karena demi gengsi penanganan setiap bencana kurang cepat sehingga banyak memakan korban?  Menurut data SiPongi mencatat 202.004 hektare lahan terbakar sepanjang Januari sampai Juli 2026, ditambah lagi kasus ISPA akibat kabut asap di Indonesia yang terus mengepul di udara termasuk ke pemukiman mencapai 277.075 kasus (data kemenkes per 11 Oktober 2026), termasuk 64.913 balita dan 4 orang sudah dinyatakan meninggal akibat penyebaran asap tersebut.  Penanganan masih banyak berpikir tanpa memperhatikan...

Fenomena Downgrade Lifestyle, Cermin Kerapuhan Ekonomi Kapitalisme

Oleh Ummu Hayyan, S. P. Kondisi ekonomi yang kian tidak pasti bukan sekedar ungkapan tanpa bukti. Berdasarkan data yang dikutip Republika pada 9 Oktober 2026, jumlah penduduk kelas menengah turun dari 60,8 juta orang atau 23% pada 2018 menjadi 46,7 juta orang atau 16,6% pada 2025. Sebaliknya, kelompok ekonomi rentan meningkat dari 68,5% menjadi 74,5%. Kondisi ini terlihat dari fenomena downgrade lifestyle yakni menurunkan standar gaya hidup demi bertahan dari tekanan finansial. Masyarakat mulai mengurangi pengeluaran tersier seperti nongkrong dan membeli gadget untuk mempertahankan kebutuhan inti seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan. Tak hanya itu, menurut komunitas kedokteran, fenomena downgrade ekonomi Indonesia sejujurnya bisa berdampak hingga pada penghematan medis dan pengeluaran gizi dan kesehatan keluarga. Data Susenas tahun 2021 yang menyasar 3.227 rumah tangga menemukan bahwa,  permintaan berbagai sumber protein hewani daging sapi, susu, unggas, dan ikan dikategorikan...

ASAP KARHUTLA MERACUNI ANAK BANGSA: PULUHAN RIBU BALITA TERKENA ISPA, DI MANA TANGGUNG JAWAB NEGARA?

Gambar
  Oleh: Yuli Atmonegoro  Ketika kepentingan ekonomi lebih diutamakan daripada keselamatan rakyat, kesehatan generasi pun menjadi taruhannya. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memperlihatkan persoalan serius dalam pengelolaan lingkungan hidup di negeri ini. Bukan sekadar persoalan hutan yang terbakar atau kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Ada persoalan yang jauh lebih besar: keselamatan manusia, khususnya anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan terbaik dari negara. Data Kementerian Kesehatan per 17 Oktober 2026 mencatat sebanyak 311.363 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla. Dari jumlah tersebut, 70.239 kasus dialami anak berusia di bawah lima tahun. Kasus tersebar di 65 kabupaten/kota pada tujuh provinsi, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka terdapat manusia yang sedang ...

DANA BENCANA DIDUGA DIKORUPSI: SAAT RAKYAT MENDERITA, AMANAH NEGARA DIPERTARUHKAN

Gambar
  Oleh : Yuli Atmonegoro  Bencana Menguji Kepedulian, Korupsi Membongkar Kebobrokan Pengelolaan Kekuasaan Bencana adalah ujian berat bagi rakyat. Banjir merendam rumah, longsor menimbun permukiman, dan kebakaran hutan merusak lingkungan serta mengancam kehidupan. Dalam situasi seperti ini, rakyat membutuhkan negara yang sigap, bantuan yang memadai, dan perlindungan yang nyata. Namun, bagaimana jika dana yang semestinya digunakan untuk penanggulangan bencana justru terseret dalam dugaan korupsi? Inilah pertanyaan serius yang harus dijawab ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 13 Oktober 2026. KPK kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan dana siap pakai kebencanaan. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan uang tunai sekitar Rp1,4 miliar beserta emas. KPK juga mengungkap bahwa pengadaan melal...

Rekening Massal, Cermin Kegagalan Tata Kelola Keuangan Kapitalistik

Gambar
Rekening Massal, Cermin Kegagalan Tata Kelola Keuangan Kapitalistik Sarlin, Amd.kep (Pegiat Literasi)  Pemerintah memastikan program pembukaan rekening massal yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tetap akan menyasar masyarakat yang telah memiliki rekening bank. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih akan mengonsolidasikan data rekening masyarakat. Namun, kepemilikan rekening sebelumnya tidak otomatis membuat seseorang keluar dari program tersebut. "Nanti dikonsolidasi. Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah. Jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI. Nah, nanti yang punya multiple account juga nanti kita lihat," papar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.CBNC Indonesia,Rabu (9/9/2026). Negara sedang bersiap membuat rekening untuk hampir seluruh rakyat Indonesia. Sekilas ini merupakan kabar tentang kemajuan, dimana dengan semakin banyak warga yang terkoneksi dengan layanan keuangan, s...

Karhutla: Hutan Dibakar, Rakyat Jadi Korban

Gambar
  Oleh : Reskidayanti  Karhutla: Hutan Dibakar, Rakyat Jadi Korban   Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian meluas dan melahap apa pun yang dilaluinya hingga mendekati permukiman warga. Asap yang semakin tebal akhirnya menelan korban jiwa.   Duka menyelimuti kabut asap di Kalimantan. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun meninggal dunia akibat sesak napas. Riwayat asma yang dideritanya kambuh akut setelah terpapar asap karhutla.   Peristiwa ini tidak boleh berlalu tanpa evaluasi menyeluruh. Terlebih, solusi yang ditawarkan harus menyentuh akar persoalan, bukan sekadar merespons dampaknya.   Sebab, dampak karhutla tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga meluas hingga ke negara-negara ASEAN. Akibatnya, Indonesia dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan ini.   Imbas Kapitalisme: Penyerahan Hutan kepada Swasta   Karhutla bukan fenomena sesaat, melainkan bencana tahunan yang terjadi secara masif. Menjadikan al...

Wacana "Kuliah Gratis" di Tengah Komersialisasi Pendidikan

Gambar
Oleh : Reskidayanti (Aktivits Muslimah) Wacana "Kuliah Gratis" di Tengah Komersialisasi Pendidikan Rencana kuliah gratis di tengah sulitnya ekonomi hari ini terdengar seperti angin segar, terutama bagi rakyat menengah ke bawah. Namun, kita tak bisa buru-buru bahagia. Program kuliah dan sekolah gratis yang dicanangkan tetap bergantung pada dua hal yang sangat labil: kemampuan fiskal negara dan kondisi politik hari ini. Maka dari itu, letak persoalannya bukan pada program sekolah dan kuliah gratisnya, tapi penujang atas program tersebut apakah mampu untuk bisa mewujudkannya dan bersifat berkelanjutan?, jangan sampai hanya sebatas klaim gratis semata, namun tetap membebani rakyat. Gratis Tapi Rapuh Memang memungkingkan kuliah gratis tersebut terlaksana dari pernyataan beberapa ahli. Namun tak bisa menjamin akan tetap terus berlanjut sebab sepenuhnya mengikuti APBN. Jika fiskal terganggu, otomatis program ini pun akan ikut bermasalah, bahkan bisa saja berhenti. Alhasil ...