Postingan

Darurat Perlindungan Anak di Indonesia

Gambar
https://id.images.search.yahoo.com/ Oleh : Asriani Ummu Rayyan  Darurat Perlindungan Anak di Indonesia. Jakarta, 18 Mei 2026 - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis laporan hasil pengawasan perlindungan anak periode Januari - April 2026, yang menunjukkan masih tingginya kerentanan anak terhadap berbagai bentuk pelanggaran hak dan kekerasan di Indonesia. Melalui laporan bertajuk "Darurat Perlindumgan Anak", KPAI menegaskan bahwa persoalan perlindungan anak tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga dilingkungan terdekat anak seperti keluarga, satuan pendidikan, ruang digital, hingga lembaga pengasuhan. Sepanjang periode tersebut, KPAI mencatat sebanyak 426 kasus pengaduan dengan dominasi kasus pengasuhan bermasalah, kekerasan fisik dan psikis, kejahatan seksual terhadap anak, hingga ancaman konten digital berbahaya. Berbagai temuan strategis ini menjadi alarm penting bahwa sistem perlindungan anak di Indonesia masih membutuhkan penguatan secara menyeluruh dan...

Peringatan Nakba : Pengingat Kelam terhadap Penjajahan Palestina yang tak Henti

Oleh : Haura (Pegiat Literasi)  Sejak Mei 1948 Palestina terjajah. Akibat tragedi Nakba 78 tahun lalu, sekitar 75% populasi Arab Palestina diusir  paksa entitas Yahudi atas dukungan Inggris, mereka harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke wilayah Jalur Gaza, Tepi Barat, dan negara-negara tetangga  seperti Yordania, Lebanon, dan Suriah. Palestina porak poranda, sampai hari ini tidak ada kedamaian di sana bahkan sebagian besar wilayahnya dikuasai Israel. Berbagai upaya dan perjuangan rakyat Palestina untuk mengusir penjajah terus dilakukan. Namun nyatanya tidak menyurutkan Israel bangsa Yahudi untuk menghentikan penjajahan.  Meskipun secara Internasional, lebih dari 150 negara telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, realitas di lapangan justru menunjukan kelanjutan pendudukan militer Israel atas Palestina.  Tragedi Nakba bukan sekedar untuk diperingati bukan pula sekedar sejarah masa lalu, melainkan mengingatkan kaum muslim tentang siklus kekera...

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah - Bawah Makin Berat

Gambar
Gambar dari internet. Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah - Bawah Makin Berat. Mei 31 ,2026 Oleh : Asriani Ummu Rayyan Depresiasi rupiah terhadap dolar membuat kondisi perekonomian di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Dimana nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp.17.590 hingga Rp. 17.660 per dolar AS. Sehingga berdampak pada masyarakat menengah ke bawah, kondisi ini langsung memicu lonjakan biaya produksi, harga kebutuhan pokok, naiknya harga - harga bahan baku dan juga energi. Para pakar ekonomi menilai kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah yang paling rentan, karena selain terdampak inflasi, nilai tabungan atau investasi mereka perlahan ikut menyusut. Daya beli masyarakat menengah ke bawah yang selama ini hidup serba kecukupan dapat mempengaruhi keuangan mereka sehingga rakyat semakin terhimpit, kesulitan memenuhi kebutuhan hidup hingga berujung pada jeratan pinjol, dan lain - lain. Pelemahan rupiah membawa dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonom...

Tempe Membuat Dilema, Rakyat Makin Terjepit: Buah Ketergantungan yang Dipelihara Sistem

Gambar
Oleh: Yuli Atmonegoro  (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Tempe adalah makanan rakyat. Hampir setiap rumah tangga mengenalnya. Namun hari ini, rakyat kembali dipaksa menghadapi kenyataan pahit: harga kedelai impor naik, ukuran tempe mengecil, dan para perajin semakin terhimpit. Masalah ini bukan sekadar soal naiknya harga kedelai. Ini adalah bukti nyata rapuhnya sistem ekonomi yang membuat negeri yang kaya sumber daya justru bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan pokoknya. Pelemahan nilai rupiah langsung berdampak pada harga kedelai impor. Ketika nilai tukar jatuh, biaya produksi tahu dan tempe melonjak. Akibatnya, para perajin harus memilih antara menaikkan harga, memperkecil ukuran produk, atau mengurangi produksi. Semua pilihan itu sama-sama merugikan rakyat. Yang lebih ironis, Indonesia memiliki jutaan hektare lahan pertanian, iklim yang mendukung, dan tenaga kerja yang melimpah. Namun kebutuhan kedelai justru dipenuhi dari luar negeri. Ketika negara pemasok ...

Darurat Perlindungan Anak: Buah Busuk Sistem Sekuler Kapitalistik

Gambar
Oleh: Yuli Atmonegoro  (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Anak-anak seharusnya menjadi generasi penerus yang dijaga, dilindungi, dan dibesarkan dengan kasih sayang. Namun hari ini, negeri ini justru menghadapi darurat perlindungan anak. Kekerasan terhadap anak terus terjadi tanpa henti, baik di rumah, sekolah, lingkungan sosial, bahkan di dunia digital. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi lokasi kekerasan paling banyak terjadi. Data pengaduan yang masuk ke KPAI selama Januari–April 2026 mencapai ratusan kasus. Pelecehan seksual menjadi kasus dominan. Sementara di dunia maya, anak-anak semakin dekat dengan perjudian online, pornografi, dan konten rusak lainnya. Ini menunjukkan bahwa anak-anak hidup dalam lingkungan yang tidak aman secara fisik maupun mental. Masalah ini bukan sekadar persoalan individu. Ini adalah kegagalan sistemik. Sistem sekularisme telah memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya, keimanan tidak lagi menjadi fondasi dalam memba...

Tempe mengecil : Perajin Tempe Terhimpit, Rakyat Kian Menjerit !

Gambar
Oleh : Reskidayanti Tempe mengecil : Perajin Tempe Terhimpit, Rakyat Kian Menjerit ! Melemahnya rupiah semakin menekan perekonomian masyarakat. Terutama mereka yang punya usaha kecil. Salah satunya perajin tempe. Selama satu bulan terakhir perajin tempe di berbagai wilayah mengeluhkan lonjakan harga kedelai yang di impor dari luar. Imbas kenaikan ini, para pedagang merasa sangat dilema antara menetapkan harga jual dengan keuntungan yang semakin menipis. Mereka pun dengan berat hati mengambil jalan dengan memperkecil ukuran tempe dan mengurangi produksi. Hal ini dilakukan agar daya beli masyarakat tetap stabil. Walaupun tetap ada yang komplain dengan ukuran tempe yang semakin kecil dari biasanya. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa tempe merupakan salah satu sumber protein yang harganya cukup terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah, sehingga kenaikan harga tempe akan semakin menekan kebutuhan masyarakat di tengah kebutuhan pangan yang semakin sulit hari ini. Tak hanya itu naik...

Dehumanisasi Muslim Palestina Oleh Zionis Makin Mengerikan!

Gambar
  Oleh : Asriani Ummu Rayyan Dehumanisasi Muslim Palestina Oleh Zionis Makin Mengerikan! Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis sangat mengerikan, menimpa tidak hanya orang yang hidup, tetapi juga yang sudah mati. Orang yang hidup dibunuh, termasuk anak - anak yang sudah mati, jenazahnya tidak boleh dikuburkan di tanahnya sendiri, bahkan harus dibongkar lagi dan dipindahkan. Sungguh miris dan menyayat hati aksi dari Zionis Israel ini yang tidak berprikemanusiaan. Wilayah yang dikuasai Zionis makin luas. Mereka juga menyiapkan serangan baru untuk memperluas pendudukan. Warga Gaza di Palestina ditindas, dibunuh dengan cara membabi buta, tanpa ada belas kasihan sedikitpun. Gaza menjadi tempat paling mematikan bagi Jurnalis. Lebih dari 300 Jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023. Pembunuhan para Jurnalis ini bertujuan untuk membungkam mata dunia terhadap keadaan Gaza di Palestina yang sangat memprihatinkan.   Jumlah masyarakat yang jadi korban di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai ...