Postingan

Judi Online Menggurita, Negara Terlihat Sibuk di Permukaan, Lalai di Akar Persoalan

Gambar
  Oleh : Yuli Atmonegoro  ( Penggiat Literasi Serdang Bedagai ) Kasus yang diungkap oleh Polda Sumatera Utara di Medan kembali membuka tabir yang selama ini sebenarnya sudah lama kita ketahui bahwa judi online bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan jaringan terstruktur, lintas wilayah, bahkan diduga terhubung hingga luar negeri seperti Kamboja. Pertanyaannya sederhana, mengapa fenomena ini terus berulang, bahkan semakin meluas? Penindakan demi penindakan memang dilakukan. Konferensi pers digelar. Barang bukti diperlihatkan. Pelaku ditangkap. Namun, publik tidak bisa menutup mata bahwa semua ini seringkali hanya menyentuh permukaan, bukan akar persoalan. Judi online hari ini bukan lagi aktivitas sembunyi-sembunyi. Ia tumbuh menjadi industri gelap yang rapi, sistematis, dan memanfaatkan celah besar dalam sistem. Selama akses digital terbuka lebar tanpa kontrol yang tegas, selama ekonomi rakyat terjepit, dan selama nilai moral dibiarkan tergerus oleh gaya hidup material...

Judi Online: Wajah Nyata Kejahatan Sistemik yang Dibiarkan Tumbuh

Gambar
Oleh : Yuli Atmonegoro  (Penggiat Literasi Serdang Bedagai) Mengutip dari Antara Sumut pada Kamis, 2603/2026 bahwa Direktorat Reserse Siber Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mendalami kasus judi daring yang beroperasi dari satu apartemen di Jalan Palang Merah, Kota Medan, yang diduga jaringan Kamboja. Fenomena sindikat judi online yang menjangkau hingga apartemen mewah di Medan bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ia adalah potret nyata bagaimana kejahatan terorganisir bisa tumbuh subur di tengah sistem yang seharusnya melindungi masyarakat. Di balik layar ponsel, ada industri gelap yang bekerja tanpa henti, memancing korban dengan ilusi “kekayaan instan”, lalu menguras habis harta mereka secara perlahan. Lebih dari sekadar penipuan, ini adalah eksploitasi psikologis. Sindikat ini memahami cara kerja emosi manusia—harapan, keserakahan, dan keputusasaan—lalu memanfaatkannya secara sistematis. Mereka tidak hanya menjual permainan, tetapi menjual mimpi palsu. Ketika korban kalah...

Muslim Gaza Tak Merayakan Idul Fitri di Al-Aqsa, Kebebasan Beribadah Tidak Ada?

Oleh Haura (Pegiat Literasi) Muslim Gaza Tak Berhari Raya Ramadhan 1447 H telah berlalu, Kaum Muslim menyambut idul fitri sebagai tanda meraih kemenangan setelah sebulan penuh melaksanakan rangkaian ibadah di bulan penuh keberkahan dan magfirah. Sayangnya, tidak semua Kaum Muslim dapat merayakan hari kemenangan tersebut.  Kondisi Gaza masih menyisakan pilu dan penderitaan. Idul Fitri di tengah reruntuhan kota menjadikan Muslim Gaza nestapa bahkan otoritas Israel mencegah dan membatasi Muslim Palestina mencapai Masjid Al-Aqsa karena telah diduduki. Melansir republika.com (21/03/2026) Untuk pertama kalinya sejak pendudukan kota tersebut pada tahun 1967, shalat Idul Fitri dilarang seluruhnya di dalam masjid. Pasukan pendudukan Israel membatasi akses terhadap sejumlah kecil penjaga dan pegawai Wakaf, sehingga secara efektif mengosongkan kompleks jamaah pada salah satu acara keagamaan paling penting.  Sejak dimulai perang AS dan Israel terhadap Iran Masjid al-Aqsa telah ditutup ole...

Krisis Kesehatan Jiwa Anak Mengancam Kualitas Generasi Muda

Oleh : Haura (Pegiat Literasi) Krisis Kesehatan Jiwa Anak Kesehatan jiwa anak di Dunia sedang dalam kondisi darurat, ditandai dengan meningkatnya kasus depresi dan kecemasan anak di berbagai dunia, termasuk Indonesia. Mengutip kemkes.go.id (09/03/2026) Berdasarkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia. Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi gejala kecemasan dan depresi dalam jumlah signifikan  Gejala depresi dan kecemasan pada anak dan remaja sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan kelompok dewasa dan lansia. Skrining pada anak usia 7–17 tahun menunjukkan 4,8 persen mengalami gejala depresi dan 4,4 persen mengalami gejala kecemasan Sementara Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2024 ditemukan fakta 7,28 persen anak mengalami masalah Kesehatan jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 62,19 persen di an...

Mudik Tahunan : Macet Parah dan Kecelakaan terus Terulang

Gambar
Penulis. Reskidayanti, S.Pd Pemandangan yang tak pernah luput setiap tahun. Kemacetan yang terjadi setiap musim mudik tiba. Seperti biasanya, jalan raya padat dan ramai. Tahun ini bahkan mengalami peningkatan yang signifikan menjelang idul fitri satu pekan lalu. Berdasarkan data Dishub Kabupaten Bandung, lebih dari 190 ribu kendaraan telah melintasi jalur selatan Nagreg pada puncak arus mudik tahun ini (metrotvnews.com). Selain kemacetan, arus mudik juga kerap meninggalkan duka seperti kecelakaan yang memakan korban jiwa. Korlantas Polri mengungkap angka kecelakaan yang terjadi selama arus mudik Lebaran 2026 mengalami peningkatan 1,97% dibanding tahun sebelumnya. Kata Neno di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (19/3) (kumparan.com). Walaupun fenomena ini selalu saja berulang setiap tahunnya, justru ini menjadi titik balik dari pertanyaan bagaimana sebenarnya manajemen dan upaya dalam meminimalkan kemacetan atau kasus kecelakaan di waktu mudik? Kapitalisme mengabaikan fungsi ra’in Kemaceta...

'Horor' Kemacetan Mudik, Butuh Solusi Sistemik

  Oleh : Ummu Hayyan Kecelakaan dan kemacetan parah selalu mewarnai arus mudik dan arus balik setiap tahunnya. Hal ini mencerminkan permasalahan yang terus berulang tanpa penyelesaian yang tuntas. Dari tahun ke tahun, loncatan mobilitas masyarakat pada periode mudik kerap tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur serta manajemen transportasi yang memadai. Akibatnya, muncul masalah domino seperti kemacetan panjang, tingginya angka kecelakaan,  bahkan sampai menelan korban jiwa dalam jumlah yang tidak sedikit. Pada saat arus mudik beberapa hari lalu, seorang ibu rumah tangga asal Kebumen, Jawa Tengah dilaporkan meninggal dunia di dalam bus setelah pingsan saat bus yang ditumpanginya mengantri berjam-jam untuk keluar dari Bali di pelabuhan Gilimanuk. www.amp.suara.com. Di tempat lain terjadi kecelakaan maut di Tol Pejagan - Pemalang (PPTR) KM 290 jalur B antara Bus dengan mobil LCGC Toyota - Calya. Kecelakaan terjadi pada Kamis, 19 Maret pagi, di mana jalur kecelakaan saat it...

Idul Fitri, Momentum Perjuangan Meraih Kemenangan

Gambar
    Oleh :  Ummu Mumtazah Bulan suci Ramadhan telah berlalu, keberkahan bulan suci membawa keberkahan kepada setiap orang yang beriman dan bertaqwa, memberi warna kepada siapa saja yang menyambutnya dan melakukannya, sebab Ramadhan bukan saja melatih untuk menahan lapar, dahaga, hawa nafsu semata tetapi bulan suci Ramadhan dijadikan moment perjuangan umat Islam untuk meraih kemenangan, yakni kemenangan hakiki demi tegaknya perjuangan  Islam secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan. Pada faktanya, perjuangan Islam secara menyeluruh sering terabaikan dan butuh dukungan dari banyak orang. Usaha tersebut harus dilakukan  dengan serius walaupun banyak berbagai macam rintangan dan tantangan, baik dari luar maupun dari dalam. Perjuangan untuk mengembalikan kehidupan Islam belum tercapai, umat butuh perjuangan yang  semakin gencar, demi terwujudnya  syariat Islam sempurna yang diharapkan oleh insan yang beriman. Saat ini, umat masih terpecah dengan berba...