Krisis Kesehatan Jiwa Anak Mengancam Kualitas Generasi Muda
Oleh : Haura (Pegiat Literasi) Krisis Kesehatan Jiwa Anak Kesehatan jiwa anak di Dunia sedang dalam kondisi darurat, ditandai dengan meningkatnya kasus depresi dan kecemasan anak di berbagai dunia, termasuk Indonesia. Mengutip kemkes.go.id (09/03/2026) Berdasarkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia. Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi gejala kecemasan dan depresi dalam jumlah signifikan Gejala depresi dan kecemasan pada anak dan remaja sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan kelompok dewasa dan lansia. Skrining pada anak usia 7–17 tahun menunjukkan 4,8 persen mengalami gejala depresi dan 4,4 persen mengalami gejala kecemasan Sementara Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2024 ditemukan fakta 7,28 persen anak mengalami masalah Kesehatan jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 62,19 persen di an...