Tempe Membuat Dilema, Rakyat Makin Terjepit: Buah Ketergantungan yang Dipelihara Sistem
Oleh: Yuli Atmonegoro (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Tempe adalah makanan rakyat. Hampir setiap rumah tangga mengenalnya. Namun hari ini, rakyat kembali dipaksa menghadapi kenyataan pahit: harga kedelai impor naik, ukuran tempe mengecil, dan para perajin semakin terhimpit. Masalah ini bukan sekadar soal naiknya harga kedelai. Ini adalah bukti nyata rapuhnya sistem ekonomi yang membuat negeri yang kaya sumber daya justru bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan pokoknya. Pelemahan nilai rupiah langsung berdampak pada harga kedelai impor. Ketika nilai tukar jatuh, biaya produksi tahu dan tempe melonjak. Akibatnya, para perajin harus memilih antara menaikkan harga, memperkecil ukuran produk, atau mengurangi produksi. Semua pilihan itu sama-sama merugikan rakyat. Yang lebih ironis, Indonesia memiliki jutaan hektare lahan pertanian, iklim yang mendukung, dan tenaga kerja yang melimpah. Namun kebutuhan kedelai justru dipenuhi dari luar negeri. Ketika negara pemasok ...