Postingan

Tempe mengecil : Perajin Tempe Terhimpit, Rakyat Kian Menjerit !

Gambar
Oleh : Reskidayanti Tempe mengecil : Perajin Tempe Terhimpit, Rakyat Kian Menjerit ! Melemahnya rupiah semakin menekan perekonomian masyarakat. Terutama mereka yang punya usaha kecil. Salah satunya perajin tempe. Selama satu bulan terakhir perajin tempe di berbagai wilayah mengeluhkan lonjakan harga kedelai yang di impor dari luar. Imbas kenaikan ini, para pedagang merasa sangat dilema antara menetapkan harga jual dengan keuntungan yang semakin menipis. Mereka pun dengan berat hati mengambil jalan dengan memperkecil ukuran tempe dan mengurangi produksi. Hal ini dilakukan agar daya beli masyarakat tetap stabil. Walaupun tetap ada yang komplain dengan ukuran tempe yang semakin kecil dari biasanya. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa tempe merupakan salah satu sumber protein yang harganya cukup terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah, sehingga kenaikan harga tempe akan semakin menekan kebutuhan masyarakat di tengah kebutuhan pangan yang semakin sulit hari ini. Tak hanya itu naik...

Dehumanisasi Muslim Palestina Oleh Zionis Makin Mengerikan!

Gambar
  Oleh : Asriani Ummu Rayyan Dehumanisasi Muslim Palestina Oleh Zionis Makin Mengerikan! Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis sangat mengerikan, menimpa tidak hanya orang yang hidup, tetapi juga yang sudah mati. Orang yang hidup dibunuh, termasuk anak - anak yang sudah mati, jenazahnya tidak boleh dikuburkan di tanahnya sendiri, bahkan harus dibongkar lagi dan dipindahkan. Sungguh miris dan menyayat hati aksi dari Zionis Israel ini yang tidak berprikemanusiaan. Wilayah yang dikuasai Zionis makin luas. Mereka juga menyiapkan serangan baru untuk memperluas pendudukan. Warga Gaza di Palestina ditindas, dibunuh dengan cara membabi buta, tanpa ada belas kasihan sedikitpun. Gaza menjadi tempat paling mematikan bagi Jurnalis. Lebih dari 300 Jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023. Pembunuhan para Jurnalis ini bertujuan untuk membungkam mata dunia terhadap keadaan Gaza di Palestina yang sangat memprihatinkan.   Jumlah masyarakat yang jadi korban di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai ...

Tren Freestyle Merenggut Nyawa, Alarm Keras bagi Pendidikan Anak

Gambar
Oleh : Reskidayanti Tren Freestyle Merenggut Nyawa, Alarm Keras bagi Pendidikan Anak Jangkauan media sosial yang semakin luas memberi pengaruh yang cukup besar dalam tatanan kehidupan masyarakat modern. Bahkan, setiap lintas generasi dianggap ketinggalan jika tak berselancar di dunia digital ini. Apalagi kalangan anak-anak, mereka bahkan sampai tantrum jika tidak diberi handphone. Dari ketergantungan inilah mereka dengan mudah mengetahui berbagai informasi yang sedang viral dan menjadi tren di media sosial. Salah satunya ialah tren freestyle, gerakan ekstrem yang terinspirasi dari game online seperti Garena Free Fire dan banyak diikuti anak-anak saat ini. Saking booming-nya gerakan ini, hampir setiap anak mampu menirukan atraksinya. Bahkan, mereka menganggap aksi freestyle sebagai permainan yang seru. Namun, di balik tren ini tersimpan kekhawatiran mendalam yang dirasakan banyak orang tua ketika anak-anak melakukan atraksi tersebut. Mirisnya, tren ini telah memakan korban jiwa. D...

Refleksi Hardiknas : Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

Oleh : Asriani Ummu Rayyan Setiap tanggal 2 Mei di peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), pada momen ini dunia pendidikan kembali merefleksi kejadian dan fakta - fakta yang terjadi didunia pendidikan saat ini. Berikut beberapa fakta dan kejadian didunia pendidikan saat ini :  1. Tiap Tahun Hari Pendidikan Nasional dirayakan, nyatanya dunia pendidikan makin buram dan memprihatinkan  2. Kasus kekerasan dan pelecehan seksual makin banyak dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa, ruang aman di sekolah dan di kampus tak terjamin 3. Kasus kecurangan dalam ujian, maraknya joki UTBK, dan budaya plagiat terjadi merata disemua lembaga pendidikan  4. Pelaku dan pengedar narkoba dikalangan anak sekolah dan mahasiswa juga bertambah banyak 5. Perilaku pelajar menghina guru, atau memenjarakan guru karena memarahi atau menghukum siswa juga makin berani Melihat fakta dan kejadian tersebut, pada tanggal 2 Mei 2026 diperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Kementrian...

Hardiknas 2026 Ciamis: Menegakkan Pendidikan Kaffah Untuk Mencabut Akar Kekerasan di Sekolah

Oleh : Ummu Amira Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Ciamis, sebagaimana disampaikan Bupati H. Herdiat Sunarya, sepatutnya tidak hanya berhenti pada seremonial simbolis, melainkan dimanfaatkan sebagai momentum serius untuk memperbaiki kualitas dan iklim pendidikan di daerah ini. Di tengah sorotan publik terhadap maraknya kekerasan, pelecehan seksual, dan aksi bullying di sekolah, Hardiknas justru menjadi cermin yang menyingkap betapa rapuhnya fondasi kepribadian peserta didik. Kekerasan di sekolah, baik yang terangterangan maupun yang tersembunyi bukan sekadar masalah perorangan, tetapi pertanda runtuhnya sistem pendidikan yang gagal menghadirkan nilainilai akhlak dan rasa kemanusiaan (priangan.tribunnews, 2/5/2026) Bupati Ciamis dengan tepat menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap anak di institusi pendidikan, baik negeri maupun swasta, serta menyerukan peran aktif guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang am...

Gaza Terus Diserang, Dihancurkan dan Diblokade : Urgensi Tegaknya Perisai Umat

Oleh :  Ummu Mumtazah Sejak bulan  Oktober 2023 sampai sekarang Gaza masih terus menerima penyerangan, penganiyan bahkan blokade. Hal ini membuktikan bahwa adanya BOP (Board of peace) tidak menjamin keselamatan dan keamanan bagi Gaza. Tetap saja entitas Zionis melakukan ketidakadilan dan diamnya pemimpin Kaum Muslim tanpa adanya pembelaan terhadap Gaza. Pemblokadean Zionis, diantaranya, Zionis kembali menuai sorotan Internasional setelah menyita kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan Internasional, dekat wilayah Yunani.   Dan sebanyak 211 aktivis dipalotkan ditangkap oleh militer Zionis dan 31 aktivis terluka, namun Zionis mencoba menjustifikasi penahanan tersebut dengan menuding pelayaran kapal tersebut beroperasi dibawah arahan kelompok Hamas.  Dan kekejaman Zionis tidak sampai disitu namun serangan Israel selama dua tahun di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan 90 persen infras...

Gaza Diblokade dan Dihancurkan. Dimana Perisai Kaum Muslimin?

Gambar
  Oleh : Yuli Atmonegoro  (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Penjajahan atas Gaza terus berlangsung di hadapan mata dunia. Serangan demi serangan menghantam wilayah itu tanpa henti. Rumah sakit dihancurkan, kamp pengungsian dibombardir, bantuan kemanusiaan dihalangi, bahkan kapal-kapal pembawa bantuan pun disita di perairan internasional. Semua ini menunjukkan bahwa tragedi Gaza bukan sekadar konflik biasa, melainkan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan secara terang-terangan. Terbaru, penyitaan kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza kembali membuka wajah asli penjajah Zionis. Aktivis ditangkap, relawan dilukai, lalu semua tindakan itu dibungkus dengan narasi “melawan terorisme”. Tuduhan semacam ini terus diulang untuk membungkam solidaritas terhadap Palestina. Siapa pun yang membantu Gaza dicurigai, ditekan, bahkan dikriminalisasi. Padahal, dunia menyaksikan sendiri bagaimana rakyat Gaza hidup di bawah blokade bertahun-tahun. Mereka kekurangan makanan, obat-obatan, listrik, dan ...