Postingan

Cemas Berujung Resistensi: Jalan Gen Z Mencari Perubahan

Gambar
Sumber gambar : kompasiana.com Oleh : Reskidayanti   Cemas Berujung Resistensi: Jalan Gen Z Mencari Perubahan Berbagai survei menunjukkan Gen Z hari ini tengah mengalami krisis mental yang serius. Dari survei yang melibatkan 1.158 responden Gen Z, yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 lalu, menunjukkan kondisi mental Gen Z tidak baik-baik saja. Kekhawatiran terhadap masa depan menjadi pemicu utama gangguan mental dengan proporsi mencapai 60%. Lebih dari separuh Gen Z, yakni mencapai 54%, mengatakan kecemasan mereka semakin memburuk. Tak hanya itu, hasil survei Deloitte mengungkapkan bahwa kekhawatiran terbesar mereka berkaitan dengan biaya hidup, yakni sebesar 53%. Situasi ini mencerminkan semakin sulitnya generasi muda membangun masa depan yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi. Fenomena serupa juga dialami Gen Z di berbagai negara di dunia. *Studi Kondisi Pendidikan Tinggi Lumina Foundation-Gallup* 2026 menyebutkan semakin banyak Gen Z yang cemas, bahkan marah, te...

Dinamika Hubungan Penguasa dan Rakyat Dalam Sistem Islam.

Gambar
sumber gambar : tatsqif.com Dinamika Hubungan Penguasa dan Rakyat Dalam Sistem Islam Oleh : Asriani Ummu Rayyan Hubungan antara negara (penguasa) dan warga negara merupakan fondasi utama dalam diskursus tata kelola pemerintahan. Fenomena belakangan ini memperlihatkan gelombang protes dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat sipil terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.  Aksi ini membawa narasi utama "Indonesia Menuju Bangkrut" dan juga terkait dengan isu - isu seperti ;  Program Makan  Bergizi Gratis , kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif  Listrik, hingga eskalasi biaya hidup menjadi sorotan utama.  Aksi kolektif ini, baik melalui demonstrasi di ruang publik maupun kritik di media sosial , merepresentasikan adanya ketegangan dalam komunikasi politik antara pemerintah dan masyarakat. Ada beberapa poin tuntutan Mahasiswa  terkait dengan isu - isu tersebut, tetapi yang paling pokok ada lima tuntutan diantaranya:   1. Penurunan harga ya...

Resistensi Gen Z di Tengah Krisis Mental

 Oleh : Ummu Hayyan  Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas yang semakin tinggi, Gen Z pun menghadapi tekanan yang tidak ringan. Kekhawatiran terhadap masa depan menjadi pemicu utama gangguan mental, dengan proporsi mencapai 60%. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang besar terkait karier, stabilitas ekonomi, hingga kondisi global. Selain itu, tekanan finansial juga menjadi faktor signifikan 57%, diikuti oleh ekspektasi sosial 42% serta perasaan tidak berdaya terhadap situasi yang berada di luar kendali 36%. Dampaknya pun terlihat dalam berbagai bentuk gangguan yang mereka alami sehari-hari. Perubahan suasana hati atau mood swing menjadi masalah paling umum dialami 62% responden, disusul gangguan tidur seperti insomnia atau tidur berlebihan dengan 50%. Selain itu, kecemasan berlebih (38%) dan kesulitan mengelola emosi (38%) juga menjadi tantangan yang kerap dihadapi. data.goodstats.id. Berbagai survei menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok yang renta...

Gencatan Senjata Palsu, Pembunuhan Terus Berlanjut di Gaza

Oleh : Ummu  Mumtazah (Pegiat Literasi) Fakta telah membuktikan, bahwa perang dengan penjajah yang jelas-jelas membenci Islam dan kaum muslimin tidak akan pernah dapat dipercaya. Terbukti,  gencatan senjata yang dilakukan Israel terhadap penduduk Gaza sama sekali tidak ada pengaruh apa-apa. Zionis itu memang kejam dan tidak ada rasa kemanusiaan sama sekali.  Satu hal yang ironis, gencatan senjata dilakukan, namun korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui batas 1000 jiwa sejak gencatan senjata yang dimediasi AS diberlakukan pada Oktober 2025. www.aljazeera.com Dari zaman jahiliyah dulu hingga sekarang, ternyata yang namanya orang kafir tidak pernah menepati janjinya, begitupun sekarang Zionis tetap saja melakukan pelanggaran gencatan senjata secara sistematis. Sementara AS, sebagai penjamin dan sponsor utama Zionis terus memberikan mereka bantuan dengan cara apapun walaupun sebenarnya AS sebuah negara yang pelan-pelan akan hancur dan miskin. Para penjajah tidak a...

Bahaya HIV/AIDS Terhadap Pertumbuhan dan Ketahanan Demografis

Gambar
  Oleh: Intan Suciati (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Jawa timur kini menjadi ancaman yang mengkhawatirkan bangsa. Pasalnya penyebaran HIV di daerah tersebut terus berlangsung dan semakin memprihatinkan. Dinas kabupaten Karawang mengungkap tingginya kasus HIV (Human immunodefici enty virus ) dipicu karena maraknya hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama jenis (Gay) Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Timur menjadi salah satu dari II provinsi dengan  jumlah kasus tertinggi yang terinfeksi HIV . Bahkan DKI dan Jawa Barat juga termasuk didalamnya . Sekitar 74 persen orang yang teridentifikasi HIV (ODHIV) pada rentan usia 25 hingga usia 49 tahun.  Data Nasional pada tahun 2023 diperkirakan terdapat 131 kasus HIV dari kelompok GAY. Kemudian pada tahun 2024 melonjak menjadi 886 kasus baru HIV. Di tahun 2025 tercatat 757 kasus disusul  pada tahun 2026  terdapat 564 kasus. Disusul data baru awal bulan Juni 2026 ditemukannya sebanyak 22 calon pengantin di S...

Ketika Penguasa Kebal Kritik, Siapa yang Melindungi Rakyat?

Gambar
  Oleh: Yuli Atmonegoro  (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Gelombang kritik terhadap berbagai kebijakan terus bermunculan. Demonstrasi terjadi di berbagai daerah. Kritik memenuhi ruang-ruang diskusi dan media sosial. Namun, banyak kebijakan yang diprotes tetap berjalan. Di sisi lain, tidak sedikit kritik justru dibalas dengan pelabelan negatif, intimidasi, atau dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas. Fenomena ini memunculkan satu pertanyaan mendasar: Apa sebenarnya hubungan ideal antara penguasa dan rakyat menurut Islam? Islam tidak pernah mengajarkan hubungan penguasa dan rakyat dibangun di atas kepentingan politik, pencitraan, atau sekadar menjaga kekuasaan. Hubungan keduanya adalah hubungan amanah yang diikat oleh syariat Allah. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil." (QS. An-Nisa: 58) Ayat ini menegaskan bah...

Palestina Bukan Sekadar Tanah, Tapi Amanah Umat

Gambar
Oleh: Yuli Atmonegoro  (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Selama puluhan tahun, Palestina terus menjadi saksi penjajahan, perampasan tanah, pembantaian warga sipil, dan penghinaan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa. Namun yang lebih menyakitkan, semua itu terjadi di hadapan dunia yang menyaksikan tanpa tindakan yang mampu menghentikannya. Ambisi Menguasai Palestina Secara Penuh Perang yang terus berlangsung di Gaza bukan sekadar konflik biasa. Di saat ribuan nyawa melayang dan kota-kota dihancurkan, perluasan pemukiman di Tepi Barat terus berjalan. Tanah Palestina sedikit demi sedikit diambil, sementara rakyatnya terus dipaksa hidup dalam penderitaan. Masjid Al-Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam juga terus menghadapi berbagai bentuk pelanggaran dan provokasi. Semua ini menunjukkan bahwa persoalan Palestina bukan hanya soal keamanan atau batas wilayah, tetapi menyangkut penguasaan tanah dan kedaulatan yang lebih luas. Kejahatan yang Tidak Bisa Dinormalisasi Pembunuhan warga s...