Postingan

PBI BPJS Nonaktif, Jaminan Kesehatan Hanya Ilusif

Gambar
  Oleh : Ummu Hayyan, S.P. Sekitar 11 juta peserta menerima bantuan iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN dinonaktifkan. Hal itu setidaknya berdampak pada lebih dari 100 pasien cuci darah yang selama ini mendapatkan layanan rutin. Penonaktifan tersebut sangat disesalkan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Pasien yang mestinya mendapat pelayanan menjadi terganggu bahkan kehilangan akses pengobatan secara mendadak. www.kompas.id. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memastikan tidak boleh ada penolakan terhadap pasien cuci darah yang masuk dalam kategori peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan status penerima bantuan iuran sedang tidak aktif. Dante menjelaskan, memang terjadi penyesuaian data PBI dari Kementerian Sosial yang mengakibatkan status sejumlah peserta BPJS kesehatan menjadi nonaktif. www.borneonews.co.id. Sebagian besar pasien cuci darah mengetahui statusnya nonaktif saat sudah datang untuk melakukan terapi. Meski stat...

Startegi Membangun Generasi Takwa dan Tangguh

Gambar
Strategi Membangun Generasi Takwa dan Tangguh oleh : Desti Marzuliantini,S.K.M. Generasi takwa dan tangguh adalah idaman setiap umat Islam yang ingin keluarga selamat di dunia dan di akhirat. Maka generasi awal kita bisa lihat para pemuda tangguh pada masa Rasulullah dan para sahabat yang menegakkan Islam dan menjalankan syariat Islam tanpa kenal lelah, tanpa tapidan juga sampai ajal menjelang Mereka memperjuangkan Islam. Sebagaimana firman Allah SWT.dalam Surat Ali 'Imran ayat 102: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam" (Arab: Yā ayyuhal-lażīna āmanuttaqullāha haqqa tuqātihī walā tamūtunna illā wa antum muslimūn). Ayat ini memerintahkan kaum mukmin untuk bertakwa secara sempurna dan tetap teguh memegang agama Islam hingga akhir hayat agar mati dalam keadaan husnul khatimah ( kematian yang baik). Mari kita membangun generasi Islam dengan SMART With ...

Mengincar Untung Lumpur dari Lumpur Bencana,Kritik terhadap Kebijakan Pemanfaatan Lumpur oleh Swasta

Gambar
Mengincar Untung dari Lumpur Bencana — Kritik terhadap Kebijakan Pemanfaatan Lumpur oleh Swasta Oleh : Husnul Khotimah, S.Si., M.Pd. Pasca banjir bandang dan longsor di Aceh dan beberapa wilayah Sumatera, pemerintah Indonesia menyatakan ada pihak swasta yang berminat memanfaatkan endapan lumpur hasil bencana. Pemerintah menyambut peluang ini dengan alasan bahwa pemanfaatan oleh swasta akan membantu pemasukan daerah dan mempercepat proses normalisasi lingkungan pascabencana. Pernyataan ini memunculkan perdebatan: apakah kebijakan ini mencerminkan prioritas yang tepat dalam penanggulangan bencana alam? Pemerintah seharusnya lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan langsung masyarakat terdampak bencana dan menguatkan regulasi publik atas sumber daya bencana, daripada membuka peluang pemanfaatan oleh pihak swasta yang berpotensi mengeksploitasi sumber daya umum demi keuntungan ekonomi. *Prioritas Kebutuhan Dasar Lebih Mendesak daripada Komersialisasi Material Bencana* Penanganan bencana haru...

Perundungan di Dunia Pendidikan Tinggi, Alarm Serius Bagi Sistem dan Lingkungan Akademik

Gambar
Perundungan di Dunia Pendidikan Tinggi: Alarm Serius bagi Sistem dan Lingkungan Akademik Oleh : Husnul Khotimah, S.Si., M.Pd. Kasus dugaan perundungan dan pemerasan yang terjadi di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Unsri menjadi pengingat keras bahwa dunia pendidikan tinggi tidak sepenuhnya steril dari praktik kekerasan relasional. Informasi yang beredar menyebutkan adanya tekanan dari senior kepada junior hingga menimbulkan beban finansial dan psikologis berat, bahkan korban disebut sempat melakukan percobaan bunuh diri sebelum akhirnya mengundurkan diri dari program. Jika fakta-fakta ini terbukti, maka ini bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan kegagalan sistem perlindungan peserta didik. Bentuk perundungan yang dilaporkan tidak hanya berupa tekanan verbal, tetapi juga tuntutan pembiayaan gaya hidup senior—mulai dari kebutuhan akademik, hiburan, hingga kebutuhan pribadi. Modus permintaan uang secara sembunyi-sembunyi menunjukkan adanya pola relasi kuasa yang t...

Program MBG dalam Kubangan Kapitalisme

Gambar
Program MBG dalam kubangan Kapitalisasi Oleh: Analisa (Muslimah Peduli Generasi Program MBG yang dirancang oleh pemerintah nampaknya tidak terasa sudah berjalan satu tahun, sebagian sekolah dari tingkat TK smpai SMA diberbagai daerah sudah menerima program tersebut, dianggap membantu akan pemenuhan gizi anak-anak di masa pertumbuhannya namun ancaman stunting tetap tidak terselesaikan.  Nyatanya masih ada anak-anak negeri ini yang kekurangan gizi karena kurangnya asupan makan yang sehat dan disusul daya beli pangan yang meroket tinggi sehingga pemenuhan makan tidak seimbang gizi buruk pun siap menghadang. Keracunan massal MBG disebabkan dari bahan dan makanan yang tidak diolah dengan bersih dan baik belum lagi  ompreng mengandung minyak babi, dan SPPG tidak sesuai standar dalam menjaga kebersihan sehingga menyebabkan keracunan bahkan hilangnya nyawa anak- anak setelah menyantap MBG tersebut. Disamping itu, budgeting anggaran besar berdampak pada pengurangan anggaran bidang lain...

Anak SD Bunuh Diri, Negara Gagal Menyediakan Fasilitas Dasar Anak

Gambar
  Oleh : Haura (Pegiat Literasi) Anak SD Bunuh Diri Dunia anak dan Pendidikan kembali menjadi sorotan setelah sepenggal kisah pilu seoarang anak SD di Kabupaten Ngada, NTT berinisial YRB (10) yang tak mampu membeli buku dan pena nekad bunuh diri. Sepucuk surat menjadi saksi bisu, kesulitan ekonomi menjadi hambatan bagi YRB untuk mengenyam Pendidikan dengan baik.  Sebagaimana dikutip dari detik.news (05/02/2026), Sebelum tragedi tersebut, YBR dan siswa lainnya berkali-kali ditagih uang oleh sekolah sebesar Rp 1,2 juta yang dibayar nyicil. Orang tua YBR sudah membayar Rp 500 ribu untuk semester I. Tersisa Rp 720 ribu yang harus dilunasi secara cicil untuk semester II. Mungkin masih ada banyak kisah-kisah layaknya YBR yang kesulitan menempuh Pendidikan karena alasan ekonomi namun tidak terekspos. Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat dan pemerintah di semua tingkatan untuk lebih memperhatikan rakyatnya terutama yang miskin. Pendidikan, Hak Dasar Rakyat  Pendidikan me...

Ketika Kartu BPJS Dicabut, Nyawa Rakyat Ikut Dicabut: Wajah Asli Kapitalisme Tanpa Nurani

Gambar
Oleh : Yuli Atmonegoro  (Penggiat Literasi Serdang Bedagai) Sebanyak 11 juta peserta PBI BPJS dinonaktifkan. Bukan satu, bukan dua—tetapi jutaan jiwa. Di balik angka itu ada 100 pasien cuci darah yang hidupnya bergantung pada layanan rutin. Namun negara dengan enteng menekan tombol nonaktif, seolah yang dihapus hanyalah data, bukan nyawa. Alasannya terdengar rapi, verifikasi data. Tapi di lapangan, kebijakan ini berubah menjadi tragedi kemanusiaan. Rumah sakit diminta tetap melayani, sementara status kepesertaan nonaktif membuat tidak ada pihak yang menanggung biaya. RS tak bisa berbuat banyak. Pasien terlantar. Negara cuci tangan. Inilah wajah sistem kapitalisme, dingin, birokratis, dan semena-mena terhadap rakyat miskin. Negara yang Menghitung Nyawa dengan Angka Dalam sistem ini, rakyat miskin diperlakukan seperti baris data dalam spreadsheet. Jika tak lolos verifikasi, hak hidup pun bisa “ditunda”. Reaktivasi baru dibuka setelah publik ramai memprotes. Artinya jelas: keselamatan...