Panic Buying BBM dan Urgensi Kedaulatan Energi
Oleh Ummu Amira (Pegiat Literasi) Panic buying bahan bakar minyak (BBM) melanda berbagai negara akibat perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Penutupan Selat Hormuz yang menyumbang 20% perdagangan minyak dunia oleh Iran sebagai respons terhadap serangan AS-Israel semakin memperburuk kekhawatiran gangguan pasokan minyak global. Harga minyak melonjak hingga 13% di beberapa pasar, mendorong warga berbondong-bondong mengisi tangki kendaraan meski stok masih aman di banyak negara. Antrean panjang juga terlihat di sejumlah SPBU di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (6/3/2026) akibat kekhawatiran warga akan kelangkaan stok BBM, meski stok nasional masih aman. kompas.id (06/03/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) nasional dari sekitar 25-26 hari menjadi 90 hari atau setara tiga bulan. mediaindon...