ANTARA PEMAIN DAN PENONTON, PILIH MANA?


ANTARA PEMAIN DAN PENONTON, PILIH MANA ?

Oleh : Wakini 

Aktivis Muslimah 

Sahabat hijrah..!!! Pernah ga kita mendengar atau membaca sebuah Firman Allah Ta'ala yang menjelaskan "Bahwa kehidupan ini seperti sebuah permainan ". Nah kalau di ibaratkan  sebuah permainan,, tentu dalam mengarungi kehidupan harusnya tidak hanya sekedar sebatas tau, namun dalam praktiknya happy menjalani permainan dunia, bahkan lupa akan hakikatnya sebuah makhluk ciptaan Allah Swt.

Berapa banyak di antara kita terlupa dan lalai memprioritaskan kehidupan kita selama di dunia. Ini tentunya juga saya tujukan bagi diri saya sendiri, sebagai bagian dari muhasabah.

Beberapa dari kita menggunakan dalih bahwa bekerja (di dunia) adalah sebuah kewajiban, sehingga mengalihkan bahwa kewajiban ini harus dipenuhi terlebih dulu tanpa memperhatikan bahwa ada kehidupan yang lebih kekal setelah kehidupan dunia, yaitu kehidupan akhirat.

Rasulullah pernah mengingatkan ummatnya dengan hadits sebagai berikut:

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”

Sebuah ungkapan yang bukan hanya sekedar renungan semata , namun memang harus mampu terealisasi dalam kehidupan. Dunia hanya sebuah alat yang dapat menentukan sebuah pilihan untuk akhir dari kehidupan , terutama bagi makhluk yang bernama " Manusia ".

Oleh karenanya, marilah bersama-sama dalam menjalani sebuah permainan dunia, tidak serta merta berleha-leha dengan kenikmatan yang sejatinya menipu dan melenakan. 

Begitu juga bagi yg menyandang status " Pengemban Dakwah" yang seharusnya menjadi pemain-pemain yang tangguh, siap ditempatkan di mana pun dan  kuat dalam mengarungi sebuah permainan yang hadiahnya telah di janjikan Allah Ta'ala yaitu " Surga ". Aamiin 

Berbeda halnya dengan si penonton, di ibaratkan saja seperti dalam permainan sepak bola. 

" Si penonton biasanya dengan segala celotehan dan analisisnya terkesan seolah lebih mahir, lebih profesional, atau lebih menguasai seni dan teknik permainan itu untuk memenangkan pertandingan dengan mencetak goal sebanyak-banyaknya.  Tetapi, senyatanya bertanding langsung terjun di lapangan sepak bola itu tidaklah sesederhana dan tidak semudah yang dibayangkan para penontonnya yang selalu hanya berharap kepuasan, yakni mereka yang tidak mau tahu, tidak pula menghayati problematika sesungguhnya yang dialami oleh para pemain yang gigih berlomba untuk meraih kemenangan dengan segala resikonya. Pastilah tidak segampang berucap untuk menyiasati lawan, mengotak-atik laju bola, demi mencetak gol-gol indah yang spektakuler. Para penonton yang suka protes tidak mau tahu semua itu, yang penting baginya hanyalah meraih kepuasan, bahkan mungkin hanya merasa puas setelah menyalah-nyalahkan, mengoblok-goblokkan, dan mencerca para pemain sepak bola yang menurutnya sama sekali tidak becus berkompetisi."

Apapun hasil pertandingan tidak akan berpengaruh langsung terhadap penonton. Pengaruh yang mereka rasakan adalah pengaruh tidak langsung.

Akan tetapi, penonton tidak akan pernah menang. Itulah perbedaan mendasar dari pemain dan penonton. Penonton hanya akan mendapat segala sesuatu secara tidak langsung. Kemenangan hanya akan berpengaruh sedikit terhadap mereka.

Demikian juga dalam kehidupan kita semua. Ada yang berusaha menjadi pemain. Ada yang memposisikan diri sebagai pengamat. Tapi ada juga yang sudah merasa cukup happy, jika bisa menjadi penonton atau penggembira saja.

Hidup adalah sebuah pilihan, dan proses untuk menentukan sebuah pilihan tergantung kepada manusia nya. Mau dibawa kemana sesungguhnya diri ini. setelah ruh tercabut dari jasad, maka tidak ada lagi gelar, sanjungan,ketenaran. Melainkan hanya sebujur bangkai.

"Hari ini dunia adalah nyata dan akhirat hanya cerita. Tapi, setelah mati, dunia hanya cerita, akhirat menjadi nyata."

Kenikmatan duniawi tak ayal hanya sebuah keindahan yang menipu, dan seberkas Sendau gurau yang membuat seseorang terlena, dan pada akhirnya membawa manusia ke jurang neraka.

Allah Ta'ala berfirman dalam surat QS. Al-'Ankabut Ayat 64

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ


64. Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.


Wallahu a'lam bishowwab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme