CUTI AYAH UNTUK APA?

Oleh : Ummu Mumtazah


Akhir-akhir ini, ada saja kebijakan pemerintah yang menyangkut kehidupan seorang ayah. Ayah adalah sosok yang sangat diharapkan dalam keluarga. Kini sosok tersebut tak seindah yang dibayangkan  dan menjadi dambaan sebuah keluarga yang harmonis, perannya telah dirusak oleh sistem yang rusak pula. 


Kini pemerintah akan  menyiapkan cuti ayah bagi ASN pria untuk mendampingi istrinya melahirkan selama 15 hingga 60 hari.

idntimes.com


Melihat fakta tersebut apakah dengan adanya cuti Ayah dapat memperbaiki kualitas generasi dan apakah tidak akan ada kecemburuan sosial bagi para ayah yang bekerja di swasta?


Kapitalisme, Menyelesaikan Masalah dengan Masalah 


Ada apa lagi dengan kebijakan yang disiapkan pemerintah itu, padahal tidak seharusnya ayah ASN cuti karena istrinya melahirkan. Kalaupun ingin membantu bisa saja sebelum dan sepulangnya bekerja. Hal itu hanya akan mengakibatkan  kemalasan pada para ayah yang seharusnya bekerja menunaikan  kewajibannya sebagai  pencari nafkah keluarga dan menjalankan amanah di tempat kerjanya. Waktu 15-60 hari itu tidaklah sebentar, itu hanya akan menurunkan  kualitas kerja para ayah dan berakibat kepada kualitas para generasi.


Sejatinya kualitas generasi dipengaruhi banyak faktor, yang mengiringi pejalanan hidup seorang anak. Oleh karena itu, pembentukan generasi yang berkualitas membutuhkan  dukungan sistem yang kuat dan berkualitas sepanjang hidup anak termasuk ayah yang berkualitas.


Kini para ayah menjadi korban sistem yang mau tidak mau harus mereka rasakan. Sehingga banyak para ayah belum berkualitas, bagaimana bisa mengurus dan mendidik anak-anaknya sementara banyak para ayah yang minim ilmu agama dan pengetahuannya.


Miris sekali, padahal banyak hal yang mendasar yang berpengaruh terhadap kualitas generasi, mulai dari pemberian  asupan gizi yang baik, kasih sayang, pendidikan  dan masih banyak lagi.


Cuti ayah memang dibutuhkan, namun bukanlah solusi mendasar yang akan  menyelesaikan  permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Hal ini justru menimbulkan  banyak masalah baru. Padahal seorang ayah sangatlah berat tugasnya dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah SWT:


قوا انفسكم واهلكم نارا


Artinya : " Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." ( Q.S.At-tahrim : 6 ).


Islam, Solusi Segalanya


Islam hadir untuk setiap solusi yang ada di tengah masyarakat. Sedangkan Kapitalisme adalah biang permasalahan. 


Permasalahan yang menyangkut para ayah akan mempengaruhi kualitas generasi. Islam menjadikan  kualitas generasi tidak hanya menjadi tanggungjawab orangtua, ayah dan ibu, namun harus disertai dengan dukungan  sistem, termasuk peran masyarakat dan negara dengan segala  kebijakannya dalam berbagai aspek. 


Yang dibutuhkan adalah penerapan Islam secara kaffah yang akan membentuk generasi berkualitas, beriman, bertakwa dan terampil serta berjiwa pemimpin.



Wallaahu a'lam bish-shawwab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan