EKSPLOITASI ART TERUS BERULANG, BUTUH SOLUSI MENDASAR



EKSPLOITASI ART TERUS BERULANG, BUTUH SOLUSI MENDASAR 

Oleh : Wakini

Aktivis Muslimah

Indonesia sedang dirundung pilu, katanya sudah merdeka, tapi realitasnya masih terpenjara. Faktanya tidak bebas dari belenggu orang kafir. Kekayaan alam yang semestinya dapat dinikmati, teralih kepemilikan menjadi milik pribadi. Akhirnya jutaan rakyat menjadi korban kerakusan kapitalis.Demi menghidupi keluarga mereka rela bekerja apapun walaupun menjadi budak di negeri sendiri. 

Pilu nasib seorang wanita yang merupakan asisten rumah tangga (ART) diduga menjadi korban penyekapan dan tak diberi makan oleh majikannya. Adapun seorang ART yang berinisial I U (20) diduga tidak diberikan makan dan dikurung majikannya, di Tamansari, Jakarta Barat. Bahkan, wanita yang merupakan seorang ART itu tampak kurus sampai tampak tinggal tulang.( Tribunnews)

Di alam kapitalisme, fakta perbudakan modern masih berpeluang terjadi. Sebabnya, persoalan ekonomi seperti kemiskinan, tuntutan nafkah keluarga menjadi alasan para buruh bekerja tanpa henti. Sayangnya, perlindungan terhadap buruh formal atau informal begitu lemah. Meski payung hukum terhadap tenaga kerja itu ada, nyaris pelaksanannya masih jauh dari harapan. Inilah fakta bahwa sistem kapitalisme belum mampu menjawab solusi atas persoalan ekonomi, ketenagakerjaan, dan mengatasi kemiskinan. Yaitu jaminan dan kesejahteraan.

Perlu dipahami, tidak ada perempuan yang bercita-cita menjadi pembantu rumah tangga. Semua itu dilakukan perempuan karena terpaksa, tekanan kemiskinan keluarga dan rendahnya pendidikan. Oleh karena itu, PRT bukan seperti hamba sahaya yang dapat diperlakukan buruk sebagaimana gambaran hidup di masa jahiliyah. Karena mereka berhak dapat perlakuan yang layak dari majikannya sebab mereka juga adalah manusia. Karena dalam sudut pandang Islam, tidak ada pembeda antara manusia hanya karena kedudukannya baik orang kaya ataupun orang miskin, melainkan karena ketakwaannya di hadapan Allah Swt.

Kebijakan yang diatur oleh negara yang menerapkan sistem Kapitalisme pasti berakhir pada kekecewaan yang terus berulang. Oleh sebab itu, hanya sang pencipta yang memiliki hak untuk mengatur kehidupan manusia. Karena membawa keberkahan dan Rahmat untuk seluruh makhluk ciptaannya. Begitu juga diberlakukan sanksi yang tegas bagi para pelaku penganiayaan, penyiksaan dan kekerasan bagi PRT.

Negara juga akan menjamin hak-hak rakyatnya, baik dalam pendidikannya, keamanannya dan pemenuhan sandang, pangan dan papan, sehingga rakyat akan merasakan kesejahteraan yang belum pernah mereka rasakan dalam sistem Kapitalisme. Semua itu dalam bentuk perlindungan negara dalam menjamin keberlangsungan kehidupan manusia.

Wallahu a'lam bishowwab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme