Islamophobia Terus Bergema, Apa yang Dilakukan Dunia?
Oleh : Dewi Putri, S.Pd
Dikutip dari republika.co.id, 24/02/2024 insiden kebencian anti-muslim di Inggris meningkat lebih dari tiga kali lipat akibat genosida Zionis di Gaza. Hal ini disampaikan berdasarkan laporan Tell MAMA, sebuah kelompok pemantau, sebagaimana dilansir Arab News, Sabtu (24/2/2024). Laporan tersebut mencatat 2.010 kasus serupa dalam empat bulan sejak serangan mematikan Hamas terhadap Zionis pada 7 Oktober 2023 yang memicu konflik. Ini adalah jumlah kasus terbesar yang tercatat dalam periode empat bulan, kata sebuah pernyataan dari organisasi tersebut.
Penderitaan yang dialami oleh kaum muslim Palestina sudah terjadi puluhan tahun, akan tetapi mirisnya penderitaan yang dialami ini tidak pernah berakhir, justru semakin bertambah. Apalagi Zionis penjajah itu kini hampir menguasai 78% tanah para nabi tersebut.
Ditambah lagi penderitaan yang dialami oleh Palestina ternyata belum mampu menggetarkan hati mayoritas masyarakat muslim di dunia. Mereka hanya melihat dan mengecam kebrutalan Zionis. Tentunya hal itu tak mampu memberikan solusi kepada Palestina. Yang ada malah semakin bertambahnya kebencian masyarakat non muslim terhadap kaum muslim dan agama Islam. Sehingga lahirlah islamphobia dan semakin meningkat di seluruh dunia.
Peristiwa yang terjadi ini akan terus terjadi secara berulang, melahirkan para pembenci Islam serta mereka tidak segan menganiaya, membenci dan membakar kitab suci Al Quran dan melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw. Apalagi kaum muslim saat ini hanya mengecam dan tidak memiliki tempat mengadu. Meskipun ada lembaga seperti PBB, sayangnya umat Islam tidak bisa mendapatkan perlindungan sebagaimana mestinya.
Sebab, PBB hanya mampu memberi peringatan, tidak mampu melindungi dari kebiadaban. Karena kenyataannya Zionis tetap melakukan kekejamannya hingga saat ini. Begitu pun terhadap Islamphobia, hingga saat ini gerakan-gerakan anti Islam terus bergulir bahkan bertambah. Bukankah secara fakta dunia tidak mampu melakukan tindakan nyata untuk melindungi umat Islam saat ini?
Sungguh semua ini membuktikan bahwa sistem kapitalisme tidak bisa memberikan perlindungan pada umat Islam. Diantaranya dengan membiarkan kaum muslim terkotak-kotak atau bercerai berai sehingga lahirlah negara-negara bangsa. Akhirnya negara yang mayoritas muslim pun tidak mampu berbuat apa-apa karena disekat dengan nation state (nasionalisme).
Mereka pun sengaja melempar opini negatif tentang Islam sehingga lahirlah Islamphobia dan ini tersebar secara pesat melalui media. Akibatnya lahirlah tuduhan-tuduhan miring terhadap Islam. Islam itu buruk, keras, terorist dan tuduhan lainya. Kondisi seperti inilah yang membuat sebagian kaum non muslim merasa benci terhadap Islam.
Kaum muslim menjadi sasaran kebencian musuh-musuh Islam sejak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada 3 Maret 1924. Sebelum khilafah runtuh, umat Islam selalu merasa aman dimana saja. Setiap ada orang muslim yang teraniya maka pasukan khalifah selalu terdepan untuk membela dan melindunginya.
Sejarah mencatat, ketika Prancis ingin menyelenggarakan pertunjukan yang isinya menghina Rasulullah Saw, maka secara langsung khalifah mengirimkan pesan agar acara tersebut dibatalkan. Ini adalah fakta bahwa saat itu khalifah mampu menguasai dunia selama 1300 tahun lamanya, memiliki posisi serta kekuatan
dihadapan negara lain sehingga negara lain tidak berani melawannya karena khalifah menerapkan syariat Islam secara kaffah.
Khalifah adalah junnah dan perisai yang senantiasa melindungi kaum muslim dari segala ancaman dan bahaya. Seluruh umat Islam akan terselamatkan dari segala kebencian dan aniaya. Negara-negara muslim lainnya akan terbebaskan dari Islamphobia termasuk Palestina akan terbebas dengan penerapan syariat Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah Islamiyyah.
Wallahu'alam.

Komentar
Posting Komentar