Pelecehan Seksual pada Perempuan Terjadi Lagi, Kapan Terselesaikan?

 


                       Oleh: Aisyah, S.E 

                       (Aktivis Dakwah)


Hello netizen Budiman, kalian sudah dengar atau baca berita miris siswi SMP di perkosa bergilir oleh 10 pria? Dikutip dari TvOneNews, seorang siswi SMP di Lampung diperkosa oleh 10 pria, bahkan parahnya tidak diberikan makan selama 3 hari. Sampai saat ini 6 pelaku sudah ditangkap dan 3 diantara nya masih dibawah umur, serta 4 lainnya masih menjadi buronan polisi (TvOneNews, 17/03/2024)

Kasus seperti ini tidak habis nya menjadi sorotan, saking banyak nya kejadian. Marak terjadi di tengah masyarakat, bahkan lingkungan sekolah pun tidak luput dari kekerasan seksual. 

Berdasarkan data kekerasan seksual dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa)  pada tahun 2023 tercatat sebanyak 26.161 kasus korban pelecehan seksual terhadap perempuan.

Kasus pelecehan seksual bagaikan gunung es, yang tidak nampak lebih besar daripada yang nampak. Hanya ribuan yang tercatat, lantas bagaimana dengan kasus yang tidak terlapor? 

Kasus seperti ini tidak seharusnya dibiarkan terus terjadi, seperti lingkaran setan yang tak ada putusnya. Pelecehan akan merusak generasi, bahkan menciptakan trauma yang berkepanjangan. 

Sejauh mana keseriusan negara dalam mengatasi hal ini? Komnas perempuan sendiri menyampaikan kewalahan menangani laporan kasus pelecehan seksual yang terjadi. 

Pada saat ini, sekularisme menjangkiti individu, masyarakat, dan negara. Paham pemisahan agama dari kehidupan, sehingga negara acuh tak acuh terhadap masalah rakyat nya, termasuk kasus pelecehan seksual yang berulang kali terjadi. Individu tidak ada takut nya dalam melakukan tindakan pelecehan dengan mengikuti nafsu bejatnya. Masyarakat hanya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib, sayangnya hukum di negeri ini tumpang tindih alhasil hukum tidak menimbulkan efek jera dan terkesan hukum dijadikan bisnis. 

Lantas kapan kasus akan terselesaikan? 

Pelecehan seksual hanya bisa diselesaikan sampai akar masalah nya apabila sistem Islam yang digunakan dalam aturan kehidupan manusia. Islam mengatur secara rinci terkait pelecehan seksual. Islam sangat memuliakan perempuan. Keseriusan Islam dalam menjaga martabat perempuan nyata adanya berupa aturan yang melindungi perempuan. 

Islam sendiri mengatur kehidupan pergaulan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan diperintahkan untuk menutup aurat dengan sempurna, mengenakan jilbab, tidak berdandan berlebihan atau tabarruj, serta menjaga komunikasi dengan lawan jenis. 

Selain itu, negara memiliki peran dalam memberikan sanksi untuk pelaku pelecehan seksual. Misalnya, pelaku pemerkosaan akan dihukum had zina (QS. Al-Maidah: 33). Jika pelakunya belum pernah menikah maka dicambuk 100x, jika sudah menikah dirajam hingga mati.

Sanksi yang tegas akan memberikan efek jera sekaligus sebagai penebusan atas dosa yang telah dilakukan. Sanksi ini akan membuat seseorang akan berfikir beribu kali sebelum melakukan tindak pelecehan seksual.

Bahkan, dalam sejarah pemerintahan Islam pada tahun 837 M, Al-Mu’tashim Billah menyahut seruan seorang budak muslimah dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar yang meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi. Kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya. Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu’tashim Billah, “di mana kau Mutashim… tolonglah aku!” Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah (Turki). Seseorang meriwayatkan bahwa panjangnya barisan tentara ini tidak putus dari gerbang istana khalifah di kota Baghdad hingga kota Ammuriah (Turki), karena besarnya pasukan.

Beginilah Islam sangat memerhatikan perempuan, Ketegasan pemimpin Islam dalam menangani kasus pelecehan seksual membuat kocar kacer pelakunya, sehingga tak ada yang berani melakukan hal serupa.p

Apabila sistem Islam yang diterapkan, kasus pelecehan seksual tidak akan terjadi berulang kali seperti sekarang ini, karena Islam memuliakan perempuan.

Wallahu'alam bish-shawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan