Prostitusi Online, Potret Kelam Masyarakat dalam Sistem Kapitalisme
Oleh : Dewi Putri, S.Pd.
Praktik prostitusi sudah tidak asing lagi di negeri ini. Baik dilakukan dengan cara lama maupun mengikuti perkembangan tekhnologi. Terlebih, di era digitalisasi, praktik prostitusi semakin banyak diminati bahkan diberikan panggung.
Dikutip dari tribunnews.com, Germo Dimas Tri Putra (27) menghasilkan uang hingga Rp. 300 juta dari menjalankan bisnis prostitusi online di Kota Bogor, Jawa Barat. Dia menjual 20 perempuan dengan tarif hingga Rp.30 juta kepada pria hidung belang di berbagai wilayah di Indonesia. Dia menggeluti bisnis haram sejak tahun 2019.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara mengatakan 20 pekerja seks komersil (PSK) yang dimiliki Dimas semuanya sudah dewasa.
Sungguh miris, kehidupan yang serba bebas (sekuler) menjadikan tidak sedikit moral anak bangsa rusak. Di saat bulan suci Ramadhan, bukanya menambah ketaatan kepada Allah, malah menjadikan masyarakat makin merajalela melakukan kemaksiatan. Begitulah kondisi masyarakat saat ini.
Maraknya prostitusi online ini tidak terlepas dari penyebab dan akar persoalanya. Yaitu negara saat ini masih mengemban ideologi kapitalisme. Dimana aturan agama dipisahkan dari kehidupan.
Sistem kapitalisme semakin hari makin melahirkan orang-orang yang jauh dari agama. Hidup hanya berlandaskan aturan yang lahir dari hawa nafsu manusia. Darinya, lahir masyarakat yang standar kebahagiaannya adalah materi meskipun dengan menghalalkan segala cara seperti terlibat dalam prostitusi online.
Sistem sekuler kapitalisme saat ini menjadikan bisnis tanpa melihat yang halal dan haram yang terpenting dapat menghasilkan uang banyak. Dalam sistem ekonomi kapitalisme yang diperhatikan hanya pendapatan atau profit, tidak memikirkan halal haramnya serta membawa petaka bagi umat.
Terlebih, bagi pelaku PSK atau yang terlibat dalam prostitusi online diatur dalam undang-undang, dimana yang melanggarnya hanya dijerat dengan pasal perzinahan yang sanksi pidana maksimal 9 bulan. Itupun kebijakan ini hanya berlaku pada laki-laki yang sudah beristri dan juga yang memiliki suami, serta tidak adanya unsur suka sama suka.
Selain itu, penerapan sistem ekonomi kapitalisme telah memiskinkan masyarakat. Dimana tata kelola SDA justru negara memberikan pengelolaan kepada pihak swasta. Sehingga ikatan yang terjalin antara penguasa dan rakyat sebatas penjual dan pembeli. Akibatnya banyak rakyat yang ekonominya sulit ditambah lagi minimnya lapangan pekerjaan, harga bahan pokok kian naik. Termasuk banyak yang tidak memahami konsep rezeki sehingga lahirlah perempuan yang terpaksa menjadi PSK demi memenuhi kebutuhan hidup. Begitulah jebakan dan cara sistem kehidupan sekuler kapitalisme hari ini yang menjadikan kemaksiatan semakin tumbuh subur, seperti halnya prostitusi online.
Oleh karena itu wajib adanya sistem yang mengatur kehidupan yang menghasilkan masyarakat yang semakin mendekatkan diri dengan Allah dan menjauhi segala laranganya. Sistem tersebut adalah sistem Islam. Islam adalah agama sekaligus pandangan hidup, di dalamnya mengatur semua lini kehidupan manusia, baik kesehatan, pendidikan, pergaulan, ekonomi dan lain-lain.
Sistem kehidupan Islam akan melahirkan manusia yang taat, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Dimana masyarakat dibentuk dengan aqidah Islam sehingga memiliki kepribadian Islam. Tolak ukur perbuatan manusia ialah halal dan haram. Begitu pula standar kebahagiaan seseorang adalah untuk menggapai Ridho Allah.
Sistem Islam juga akan mampu memberikan efek jera bagi para pelaku dengan penerapan sistem sanksi dan diberikan hukuman bagi para pelaku termasuk PSK. Sanksinya pun sudah jelas yaitu dihukun rajam dan dicambuk. Bagi pelaku pezina muhshan (sudah menikah) maka hukumannya rajam, dan bagi pezina ghairu muhsan (belum menikah) hukumannya yakni mencabuknya sebanyak 100 kali dan diasingkan selama 1 tahun.
Selanjutnya, penerapan sistem ekonomi Islam akan menjadikan kehidupan masyarakat sejahtera. Sehingga tidak ada masyarakat yang mengeluh atas ketiadaan lapangan pekerjaan. Hubungan penguasa dengan rakyatnya adalah laksana perisai atau pelindung bagi rakyatnya. Lebih khusus para perempuan tidak akan mencari nafkah karena nafkah akan dijamin oleh suami dan para wali bahkan negara. Kehormatan perempuan sangat berharga dan perlu dijaga dan sangat dimuliakan dalam Islam. Sebab dari perempuan muslimahlah lahir generasi yang siap membangun peradaban Islam.
Begitulah sempurnanya ketika diterapkanya sistem Islam yang mampu mensejahterakan masyarakatnya dan menjauhkan dari hal-hal yang buruk. Kehidupan sekuler kapitalisme sudah sangat nyata kebobrokanya. Oleh karena itu, pada bulan yang mulia ini seharusnya semakin meningkatklkan dakwah perjuangan demi mewujudkan kembali kehidupan Islam yakni khilafah islamiyah
Wallahu 'alam.

Komentar
Posting Komentar