Islam Diterapkan, Mudik Jadi Nyaman
Oleh: Izzah Saifanah
Waktu tempuh perjalanan dari Jakarta dan sekitarnya ke Merak naik signifikan selama periode mudik lebaran 2024. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, hari ini waktu tempuh hingga dapat naik ke atas kapas tembus tujuh jam.
Salah satu pusat kemacetan adalah sebelum embarkasi ke kapal, di mana calon penumpang harus mengantri dalam tiga kantong berbeda sebelum dapat naik ke kapal. Antrian tersebut sendiri dapat memakan waktu hingga 4 jam. (6/4)
Jika ditelisik, kemacetan paling tidak disebabkan oleh empat hal :
Pertama, volume kendaraan yang melebihi kapasitas jalan. Akibatnya jalan raya dijubeli jutaan mobil dan motor yang mengakibatkan kemacetan.
Kedua, buruknya layanan transportasi publik. Mulai dari tarif yang mahal, armada yang tidak layak dan sering kecelakaan, rute yang tidak representatif sampai ancaman kriminalitas yang mengintai para pengguna. Marak kita dengar kasus pelecehan seksual, pencopetan, bahkan penodongan dan penyanderaan.
Ketiga, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak dan perbaikan yang tambal sulam.
Keempat, budaya tertib lalu lintas yang rendah dikalangan pengendara. Tidak adanya edukasi masif dan sistemis tentang tata cara berlalu lintas yang baik dan benar kepada masyarakat mengakibatkan rendahnya kepatuhan akan aturan. Akibatnya bisa ditebak, lalu lintas jalan menjadi semeraut dan rawan kecelakaan.
Dalam Islam, negara dalam hal ini penguasa, bertanggung jawab dalam memberikan keselamatan dan kenyamanan bagi rakyat untuk bisa menikmati sarana publik. Pemerintah berkewajiban menyediakan sarana dan moda transportasi yang aman bagi masyarakat. Inilah yang semestinya pemerintah lakukan untuk menjamin keselamatan rakyat:
Pertama, membangun dan memperbaiki sarana publik seperti jalan raya secara totalitas. Artinya, perbaikan jalan harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari pemilihan bahan untuk mengaspalnya dan proses pengerjaannya. Begitu pula dengan sarana lainnya seperti lampu penerang jalan yang harus ditempatkan di semua jalan raya yang dilalui rakyat. Jangan sampai ada jalan raya tetapi tidak ada lampunya.
Kedua, pemerintah menyediakan moda transportasi dengan teknologi terbaru dan tingkat keselamatan yang tinggi sehingga kelaikan moda transportasi jenis apa pun terjamin kualitasnya. Negara tidak boleh menyerahkan penyediaan moda transportasi ini kepada operator swasta ataupun asing. Negara harus mempermudah rakyat mengakses moda transportasi jenis apa pun secara murah, aman, nyaman, dan berkualitas.
Ketiga, membangun industri strategis, yakni industri IT dengan segala risetnya yang dapat membantu menghindarkan rakyat dari hal-hal yang mengganggu perjalanan sehingga dapat terhindar dari kecelakaan.
Untuk merealisasikan sistem transportasi yang aman dan totalitas, negara harus mengelola kekayaan alam dengan benar. Semua itu hanya bisa terterapkan dalam sistem syariat Islam secara kafah, yaitu berada di bawah pengelolaan negara Khilafah. Sistem transportasi aman dan nyaman ya hanya dengan penerapan Islam.

Komentar
Posting Komentar