Mampukah kurikulum merdeka mewujudkan generasi berkualitas?


Oleh: Roffi'ah Mardyyah Aulia Lubis

(Aktivis Dakwah) 


Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jatuh pada tanggal 2 Mei 2024 pada hari Kamis. Hardiknas ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Keppres RI Nomor 316 Tahun 1959.

Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari lahirnya bapak pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.


Pemerintah pun menetapkan sesuai dengan tema Hardiknas 2024 yaitu "Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar". Namun, kurikulum ini dianggap masih belum memberi kejelasan sebagai kurikulum. Peserta didik diarahkan berkompetisi dan bersaing sehingga melupakan aspek pembinaan agama dan mental.

Saat ini kita menyaksikan potret buram pendidikan dalam segala aspek yang dilakukan guru maupun Siswa, contohnya banyaknya kasus pencabulan dan perundungan terhadap siswa. 


Kondisi ini jelas memunculkan pertanyaan atas kurikulum yang diterapkan saat ini. Berbagai fakta buruk tersebut menjadi bukti kegagalan sistem pendidikan sekuler yang diterapkan di negeri ini. Kurikulum ini memandang ilmu sebagai sumber materi sehingga ilmu yang seharusnya didedikasikan untuk membangun peradaban mulia, namun di bawah sistem peradaban sekuler ilmu hanya didedikasikan untuk mencapai kepentingan materi. Sehingga tak heran kurikulum Merdeka belajar justru melahirkan generasi yang buruk kepribadiannya dan menjadikannya terjajah dengan budaya barat yang rusak dan merusak. 


Bagaimana islam memandang hal ini? Karna pendidikan adalah salah satu aspek yang menentukan masa depan generasi dan bangsa oleh karena itu perhatian Islam dalam dunia pendidikan sangat besar sebagai sebuah ideologi tentu Islam memiliki aturan yang lengkap yang mampu memecahkan dan memenyelesaikan segala problematika manusia dalam kehidupan salah satunya adalah sistem pendidikan islam. Islam memiliki sistem Pendidikan terbaik berbasis akidah Islam yang terbukti berhasil melahirkana generasi berkualitas, menjadi agen perubahan dan membangun peradaban yang mulia. Dalam hal ini negara memiliki tanggung jawab mewujudkannya. 



Sistem pendidikan Islam sangat berlawanan dengan sistem pendidikan yang kita teterapkan pada sistem pendidikan sekarang.

Pada sistem pendidikan IsIam dibangun di atas Aqidah islam. Islam menargetkan terbentuknya generasi yang berkualitas, beriman, bertakwa, terampil dan berjiwa kepemimpinan. 


Output generasi seperti ini hanya akan lahir dari sistem pendidikan Islam yang kurikulumnya disusun berasaskan Aqidah Islam. Dalam Islam ilmu ditetapkan pada posisi yang Mulia. 


Allah memuliakan ilmu dan para ahli ilmu Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan".


Dalam Islam ilmu tidak berdiri sendiri dan disandingkan dengan Iman. Sedangkan ilmu dan iman adalah dua modal penting untuk membentuk manusia yang berkepribadian Islam oleh karena itu dalam menyusun Kurikulum Pendidikan Islam Negara mewajibkan mempelajari ilmu atau saqofah Islam secara menyeluruh dan juga mempelajari ilmu saintek. 


Dengan ilmu dan keimanan seorang pelajar mereka paham ilmunya agar berdimensi kepada akhirat, sehingga tidak hanya untuk kepentingan materi. Dengan ilmu yang didapatkan seseorang Sudah Selayaknya mereka menjadi penerang bagi kebodohan dan solusi permasalahan masyarakat. 


Semua ini hanya akan terealisasi pada negara yang menerapkan Islam kaffah, khilafah islamiyah. 


wallahu a'lam bishawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme