Mengajarkan Anak Makna Musibah dan Bertahan Ditengah Kesulitan

 Mengajarkan Anak Makna Musibah dan Bertahan Ditengah Kesulitan 


Oleh. Susi Ummu Musa 


Sering kali kita dapati situasi dan kondisi yang berubah ubah dalam menjalani kehidupan dan kita hampir lalai dalam memahamkan sikap yang tepat kepada anak.

Mungkin tak bisa dipungkiri kita sendiri sebagai orang dewasa juga terkadang bisa terpeleset dengan pemikiran buruk saat kita sedang tertimpa musibah atau kesulitan hidup.


Yang namanya musibah atau apapun itu pastilah tidak ingin kita rasakan bahkan kita harapkan, namun itu tidak mungkin tidak terjadi karna ia datang atas qada Allah swt,  bisa jadi ada banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil agar menjadi benteng bagi diri kita dan keluarga terutama anak.


Ditengah carut marutnya kehidupan sekuler ini musibah apapun pasti datang mengintai siapa saja dan keluarga mana yang akan menerimanya, dan hal ini tidak boleh dianggap remeh sebab anak anak menyimpan perasaan luka dan trauma karena musibah yang dirasakan.

Entah itu bencana alam, perceraian kedua orangtuanya bahkan ekonomi yang sulit juga ikut dirasakan oleh anak anak.


Saat bencana melanda misalnya banjir, gempa bumi dan tanah longsor terlihat jelas didepan mata anak anak merasakan ketakutan dan kesedihan mendalam,

Mereka takut kehilangan orang yang dicintainya, rumahnya, teman-teman sekolahnya dll

Selain itu saat kondisi perekonomian keluarganya sedang kritis ternyata anak anak juga ikut merasakan kesedihan.


Seorang ayah yang diphk dari pekerjaannya dan hilang lah mata pencaharian membuat batin anak menjadi sedih karna anak tahu beban yang ditanggung  ayahnya.

Apalagi ditengah beban himpitan ekonomi yang sulit sekarang ini maka sebuah keluarga dituntut untuk selalu bersyukur dan berusaha menjalani kehidupan yang keras ini.

Maka jangan sampai buntu dan hilang akal hingga pada akhirnya memilih menyerah bahkan sampai mengakhiri hidup.


Maka disini diperlukan pemahaman agama yang kuat untuk membersamai anak anak maupun kita sebagai orangtua saat kita masih bertahan ditengah kehidupan ini.

Maka ada beberapa ilmu yang bisa kita terapkan untuk keluarga hal ini sebagaimana yang ditulis oleh Ustaz Iwan Januar

Pertama, menjelaskan prinsip keimanan bahwa adanya musibah beruba bencana alam adalah tanda kebesaran Allah swt manfaatkan momen jika ada kabar tentang musibah untuk menguatkan keimanan pada kekuasaan Allah swt bahwa manusia itu lemah.


Kedua, Mengajarkan kepada anak atau ini juga bisa menjadi ibroh bagi kita orangtua bahwa saat musibah datang kita harus senantiasa meminta perlindungan kepada Allah bukan yang lain.


Ketiga, mengajarkan arti kesabaran untuk tidak terus menerus menangis atau ketakutan bisa juga mengambil pelajaran dari kisah nabi Ayub yang sabar dalam menghadapi musibah. 


Keempat, untuk senantiasa taat kepada Allah swt dan jadilah orang-orang yang menjaga Agama Allah seperti pesan Rasulullah saw  


"Jagalah (Agama) Allah, Niscaya Dia Akan Menjagamu".


Kemudian hikmah yng disampaikan oleh ustaz Iwan Januar adalah bahwa musibah apapun itu bisa menjadi momen berharga untuk menanamkan aqidah dan ketaatan pada keluarga, dengan begitu agar anak anak kita dapat memahami secara benar hakikat musibah dan dapat bersikap sesuai tuntunan Agama. Lebih dari itu semoga mereka memiliki ketahanan mental saat menghadapi semua musibah.


Wallhu a lam bissawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme