Raih Taqwa Selepas Ramadhan
Oleh : Ummu Fathia
Aktivis Dakwah Serdang Bedagai
Sebulan penuh kita berpuasa dan kini ramadhan telah berlalu bener - bener terasa secepat kilat. Sebagai seorang muslim tentu sangat bersedih kesempatan meraih pahala berlipat-lipat telah ditutup dan tak tau apakah umur kembali berjumpa dengan Ramadhan tahun depan.
Disisi lain, tetap bersyukur Allah jumpakan dengan bulan yang juga istimewa yakni Syawal, bulan yang Allah Sunnahkan untuk berpuasa meraih pahala yang besar yakni puasa Syawal 6 hari. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang Artinya: "Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan." (HR Ibnu Majah). Tentu tidak ingin kita lewatkan begitu saja.
Lalu setelah Ramadhan berlalu apa yang kita dapatkan ? Tentu kita semua setelah Ramadhan berlalu ingin meraih buah dari Ramadhan yaitu ketaqwaan. Tidak hanya ketaqwaan personal yakni perubahan pada individu namun perubahan masyarakat secara keseluruhan. Ramdhan semestinya melahirkan individu bertaqwa sekaligus juga masyarakat yang bertaqwa.
Lalu, apa itu taqwa ? Yakni melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Taqwa diperintahkan Allah dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 21 yang artinya : Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. Juga dalam surah Al Imran ayat 102 yang artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. Juga pesan Rasul 'saya mewasiatkan kepadamu, bertaqwalah kepada Allah karena taqwa itu adalah pokok dari segala perkara'.
Taqwa dapat diraih ketika manusia menjadikan Al-Qur'an dan as-sunah sebagai petunjuk hidup. Diterapkan secara sempurna dalam kehidupan. Pertanyaannya sekarang apakah Al-Qur'an dijadikan petunjuk hidup? Belum, sebab pemutus berbagai perkara saat ini tidak berdasarkan Al-Qur'an tapi berdasarkan hawa nafsu manusia yaitu sistem sekuler kapitalis.
Apa buktinya, lihatlah ketika kaum muslim begitu takut terlihat aurat saat sholat namun rasa takut itu hilang ketika di tempat lain. Ketika Allah larang minuman keras namun dijadikan legal dijual bebas. Ketika Allah haramkan riba namun saat ini riba bak jamur yang menjadi jantung perekonomian saat ini. Ketika zina Allah haramkan dan pelakunya di beri sanksi rajam tapi tak berlaku saat ini sebab sistem kapitalis sekuler menolak itu semua.
Islam agama yang sempurna Allah terangkan dalam surah Al Maidah ayat 3. Islam terdiri dari aqidah dan syariah. Islam adalah sebuah Mabda (ideologi). Aqidah berupa keyakinan kepada Allah terhadap hukum Allah yang mengatur masalah ibadah. Dan syariah berupa ketentuan Allah yang mengatur muamalah seperti pendidikan, ekonomi, pemerintahan, politik, sosial pergaulan dan lain lain. Islam agama yang menyeluruh atau kaffah Allah terangkan dalam surah Al-Baqarah ayat 208 artinya "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu".
Pertanyaannya apakah Al-Qur'an sudah diterapkan secara sempurna? Belum, maka wajar ketaqwaan sulit kita jumpai saat ini baik personal maupun dalam kehidupan masyarakat. Lalu bagaimana meraih ketaqwaan hakiki ? Harus menerapkan syariat Islam secara sempurna dan harus ada upaya untuk mewujudkan dengan cara dakwah. Dakwah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Dan kita mesti memastikan posisi kita.
Waallahu'alam bishawab.
Komentar
Posting Komentar