GENERASI RUSAK AKIBAT SISTEM RUSAK
Oleh : Ummu Mumtazah (Pegiat Literasi)
Kini masa depan generasi semakin rusak dan tidak terkendalikan, alih-alih masalah ekonomi yang menjadi alasan. Kini generasi lebih memilih jalan pintas serba instan, tidak mau bekerja, santai-santai dan yang ada di pikirannya hanya cuan dan cuan tidak memikirkan halal dan haram semuanya demi kepentingan yang tidak berkesudahan apalagi dipakai untuk kepuasan.
Sungguh miris, di jaman sekarang ini para generasi lebih memilih membuat konten daripada bekerja apalagi mencari ilmu untuk kebutuhan masa depan akherat yang panjang.
Fakta-fakta menyebutkan dan semakin terlihat nyata dalam kehidupan, kini generasi sudah rusak dalam segala aspek kehidupan. Tawuran pun dijadikan alat untuk menghasilkan, seperti tawuran yang terjadi di Bassura yang tak berkesudahan hingga dugaan live demi cuan.
News.detik.com
Fakta tersebut menunjukkan rusaknya generasi yang menjadikan standar kebahagiaan adalah cuan bukan yang lain.
Apakah kerusakan generasi saat ini bisa diperbaiki dan apakah cukup dengan kebijakan-kebijakan yang silih berganti dengan tidak berkesudahan ? Tentu hal tesebut membutuhkan penanganan yang akan menjadi solusi permasalahan.
Kapitalisme, Pelaku Kerusakan
Dari dulu hingga sekarang, dari nenek moyang hingga nenek lincah masalah demi masalah tidak pernah selesai, berbagai kebijakan hanya bisa meredakan masalah sesaat bagaikan obat yang bisa meredakan bukan menyembuhkan.
Kerusakan generasi tentu berawal dari sistem yang menjadi dasar kehidupan, asasnya yang salah akan merubah kehidupan lebih parah, banyak solusi yang ditawarkan tetapi tidak pernah tuntas.
Sistem kapitalisme telah merenggut masa depan sekaligus membunuh generasi perlahan-lahan.
Dengan sistem pendidikannya yang sekuler, hanya akan mengantarkan para generasi kepada kebebasan, ini diakibatkan kegagalan pemerintah dalam mencetak para generasi yang berkualitas.
Dalam sistem pemerintahan kapitalisme yang menjadi asas kehidupan adalah sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan, agama hanya dijadikan masalah privat saja tidak diterapkan dalam kehidupan. Kini masyarakat / generasi ingin bebas tidak mau terikat dengan aturan.
Sistem kapitalisme memicu para generasi melakukan kejahatan / kriminal dengan alasan cuan dengan penanganan hukum yang tidak tegas dan tidak memberikan efek jera pada para pelakunya.
Pemerintahan dalam sistem kapitalisme, tidak menangani langsung penanganan kerusakan generasi, yang ada hanya pemecahan tambal sulam yang tidak berkesudahan. Ini menunjukkan kegagalan pemerintah yang hanya sebagai regulator bukan sebagai pengurus dan penjaga para generasi dari kerusakan.
Mampukan masyarakat dan generasi bertahan dalam sistem kapitalisme yang rusak dan merusak ? Jawabannya, tidak, kita semua butuh aturan yang bisa menyelesaikan problematika secara hakiki.
Islam, Solusi Kerusakan Generasi
Masyarakat terutama para generasi butuh aturan yang bisa menjaga dan melindungi dari kerusakan.
Dalam Islam, negara ( Khilafah ), berperan penting dalam menjaga kualitas generasi untuk menghasilkan para pemimpin-pemimpin yang bertaqwa, amanah dan taat pada aturan Alloh dan Rasul-Nya.
Jika terjadi kesalahan dan kriminal pada generasi, maka negara siap membimbing dan mengarahkan para generasi ke jalan yang sesuai syari'at Islam.
Dalam sistem Islam, dibutuhkan kerjasama yang baik untuk membimbing para generasi agar kelak lahir generasi emas menuju peradaban mulia. Selain dari individu yang memahami tsaqofah-tsaqofah Islam, juga ada kontrol keluarga, masyarakat dan penjagaan dari negara dengan penerapan Islam secara kaffah dalam setiap aspek. Negara menjamin kebutuhan pokok dan menjamin keamanan sehingga para generasi fokus untuk mempelajari, memahami dan menerapkan Islam dalam kehidupan. Berbeda dengan sistem kapitalisme agama dijauhkan dari para generasi sehingga mereka kehilangan jati dirinya sebagai orang Islam.
Dengan begitu negara dalam Islam sebagai roo'in ( pengurus) dan junnah ( perisai ) bagi umatnya terutama terhadap para generasi. Sesuai sabda Nabi Saw,.
فالامام راع ومسؤل ان رعيته
Artinya : Imam / pemimpin adalah pengurus dan bertanggungjawab atas yang dipimpinnya. (HR. Bukhori)
Dengan demikian, baik buruknya para generasi tergantung kepada sistem yang diterapkan dan adanya hubungan yang sinergi antara individu, keluarga, masyarakat dan negara, sehingga menghasilkan para generasi yang berkualitas, beriman dan bertaqwa.
Terbukti Islam selama 14 abad telah melahirkan para generasi emas yang diharapkan untuk menghasilkan pribadi-pribadi yang berkualitas sebagai calon pemimpin masa depan yang gemilang.
Semua itu tidak bisa terwujud melainkan dengan penerapan Islam secara kaffah.
Wallaahu A'lam
Komentar
Posting Komentar