PANTASKAH WAKIL RAKYAT TERLIBAT JUDI ONLINE?
Oleh : Ummu Mumtazah (Pegiat Literasi)
Bila kita mendengar kata wakil rakyat, tentunya bayangan kita tertuju pada seseorang yang terhormat, bermartabat dan sosoknya menjadi contoh bagi masyarakat. Tetapi saat ini, miris dan memalukan atas apa yang mereka lakukan karena saat ini mereka selain terlibat korupsi juga mereka terlibat Judol alias judi online. Sudahlah mereka korupsi, ditambah lagi terlibat judi online. Entah apalagi yang mereka persembahkan sebagai wakil dari rakyat untuk kemajuan dan masa depan bangsa ini.
Fakta berbicara dan kasus-kasus pun mulai bermunculan ke permukaan, jumlah anggota DPR yang diduga bermain judi online ternyata mencapai 82 orang, berdasarkan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Adanya anggota DPR yang bermain judol awalnya diungkap oleh anggota MKD Habiburrokhman, yang menyebut MKD pernah mendapat laporan terkait adanya anggota DPR yang bermain judol. MKD pun memanggil DPR dan memberikan peringatan bahwa bermain judi online melanggar kode etik anggota DPR.
Dalam rapat Komisi III DPR RI dengan PPATK pada Rabu (26/6/24), terungkap 1000 lebih anggota dewan di pusat dan daerah (DPR dan DPRD) yang bermain judi online dan lebih dari 63 ribu transaksi yang dilakukan oleh mereka-mereka. kompas.com
Dengan adanya fakta tersebut, bagaimana masyarakat tidak bermain judi online, kalau di pemerintahan juga mereka melakukan judi online, dengan begitu siapa yang disalahkan, akan berhasilkah pihak-pihak yang memberantas judi online, sementara wakil rakyatnya sendiri pun berjudi online ?
Kapitalisme Menjerat Wakil Rakyat Berjudi Online
Dari semua permasalahan yang terjadi di suatu wilayah atau negara, pasti penyebabnya adalah dari sistem yang diemban dan diadopsi oleh wilayah atau negara tersebut.
Jika melihat fakta bagaimana rusaknya kehidupan masyarakat saat ini, sebagian masyarakat sudah tidak mempunyai pegangan untuk mengarungi kancah kehidupan. Ditambah lagi dengan permasalahan yang semakin sulit baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan lain sebagainya. Tentu hal tersebut menjadi alasan untuk melakukan hal-hal yang instan yang bisa menghasilkan materi.
Beda lagi dengan wakil rakyat. Semua sudah dimiliki, terkait jabatan/kekuasaan, perlengkapan yang serba mewah dan kebutuhan serba wah, dan masih banyak lagi. Pantaskah sebagai wakil rakyat terlibat aktivitas judi online? sungguh sangat miris sekali dan hal itu merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan dari rakyat.
Memang benar, sistem kapitalisme ini sangat kejam, tidak memandang hasta dan kasta jika terlibat dalam kemaksiatan, mereka dilenakan walaupun berkecukupan apalagi serba kekurangan. Judi online membuat pelakunya ketagihan karena di setting secara sistematis oleh para kapitalis agar tidak bisa lepas begitu saja.
Sistem kapitalisme membuat karakter dan watak manusia menjadi materialistis, hedonis, tidak merasa cukup dengan sesuatu yang ada sehingga banyak orang-orang terlibat pinjol yang akhirnya terjerat judol. Sehingga menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu keinginan.
Sistem kapitalisme telah merenggut kepercayaan dan amanah yang dibebankan. Wakil rakyat pun tidak bisa menahannya, sungguh dahsyat sekali angan-angan kapitalisme yang dihembuskan hingga penjara atau hukuman pun tidak dihiraukan.
Sistem kapitalisme telah merusak segalanya dalam setiap tatanan kehidupan, banyak kebijakan-kebijakan yang diusulkan tetapi tidak menyelesaikan suatu permasalahan.
Dalam sistem kapitalisme, hukum yang ditawarkan sangat lemah dan tidak memberikan efek jera bagi pelaku-pelaku kejahatan.
Kini saatnya masyarakat sadar dan bangun dari mimpi-mimpi yang menggiurkan untuk kembali ke jalan yang benar, mau dibawa kemana negeri ini jika kerusakan terus dipelihara. Kita harus bangkit dengan sistem yang bisa melenyapkan kerusakan.
Islam Melakukan Perbaikan
Dalam sistem Islam, terdapat aturan-aturan yang bisa mencegah kerusakan hingga solusi yang efektif yang bisa memberantas perjudian baik online maupun offline.
Sistem Islam hadir untuk melakukan perbaikan, memberantas judi yang jelas keharamannya, dan para pelakunya telah melakukan dosa. Sebagaimana firman Allah SWT, " Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban u untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." ( TQS. al-Maidah : 90-91).
Islam memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan sehingga masyarakat tidak perlu melakukan hal-hal yang melanggar mengarah pada kemaksiatan.
Dalam Islam, dalam hal ini majlis umat bertanggung jawab dalam menjaga penerapan hukum Syara' oleh pejabat negara dalam menyalurkan aspirasi rakyat. Islam pun mampu melahirkan individu anggota majelis umat yang amanah dan bertanggung jawab
dan peduli kepada kondisi masyarakat bukan wakil rakyat yang memperkaya diri memanfaatkan kepercayaan rakyat.
Saatnya memilih pemimpin-pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab serta peduli terhadap kesengsaraan rakyat. Tiada lain dan tiada bukan hanya dengan menerapkan Islam kaffah.
Wallaahu A'lam bish-shawwab
Komentar
Posting Komentar