Sesatnya Salam Lintas Agama

 Sesatnya Salam Lintas Agama

Oleh Annita Umar.Spd




        Salam merupakan bagian dari bahasa komunikasi antara seseorang dengan orang lain atau antara seseorang dengan banyak orang. Di dalam salam sendiri mengandung makna dan doa yang baik bagi orang yang ditujukan salam kepadanya.


       Dengan akalnya, manusia mampu menciptakan ragam salam sebagai salah satu bahasa komunikasi antar sesamanya. Namun, khususnya bagi kaum muslimin bahasa salam di dalam kehidupan sehari-harinya telah ditetapkan oleh Allah Ta'ala sebagai Al-Kholiq Al Mudabbir (Maha Pencipta dan Maha Pengatur).


        Sebagai hamba Allah yang beriman kepada Allah, maka sudah selayaknya menjalankan ketaatan ini tanpa alasan apapun karena hanya mengharap ridlo Allah saja. Akal seorang muslim tidak diberi kebebasan menciptakan salam ketika Allah sudah menetapkan salam bagi seorang muslim karena ini wujud dari salah satu ketaatan kepada Allah. 


        Meski di luar sana ada orang-orang yang menciptakan salam lintas agama, maka seorang muslim tidak boleh ikut-ikutan dalam tindakan ini. Karena Islam telah menetapkan salam khusus untuk kaum muslimin dan tidak ada salam lintas agama bagi orang lain yang non muslim. 


       Ajakan atau kebijakan yang menyerukan adanya salam lintas agama adalah wujud dari toleransi yang kebablasan. Sebab hal ini berkaitan dengan persoalan akidah batasannya sudah jelas yaitu Lakum diinukum waliyadiin (Bagimu agamamu, bagiku agamaku). Hal ini pun berlaku dalam perkara salam bagi umat islam. 


        Ini merupakan perkara yang menyesatkan bila umat Islam melakukan

salam lintas agama ini. Karena ini sama dengan mencampuradukan agama islam dengan agama yang lain. Pencampur adukan salam ini mengandung unsur tasyabuh bil kuffar (menyerupai kaum kafir). Jelas ini diharamkan dalam Islam. Dalilnya adalah :

" Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka " (Abu Dawud, Sunan Abli Daawud, 11/48).


      Oleh karena itu sudah selayaknya bagi kita sebagai umat islam banggalah dengan ucapan salam kita yang mengandung doa bagi orang yang mengucapkan dan menjawabnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme