SUNGGUH TRAGIS !! SURPRISE ULANG TAHUN BERUJUNG MAUT.


Oleh : Mial, A.Md.T (Aktivis Dakwah)


Peristiwa tragis yang menimpa FN, Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah , saat hari ulang tahunnya. meninggal dunia setelah diceburkan oleh teman-temannya yang ingin memberikan surprise pada hari ulang tahunnya, Senin (8-7-2024).

Sebelum diceburkan ke kolam, dikasih tepung dulu terus diangkut. Namun nahas, ketika akan berupaya naik ke permukaan, FN menginjak setrum dan akhirnya tidak terselamatkan nyawanya,” jelas Kapolsek Cawas AKP Umar Mustofa di Kabupaten Klaten. (KOMPAS TV (11/07/2024)

Merayakan ultah dengan kejutan menjadi tren bagi remaja, bisa jadi merupakan bentuk eksistensi diri.  

Di sisi lain, perilaku remaja seringkali  spontan, tanpa disertai pemikiran mendalam, karena ketidak pahaman atas kaidah berpikir dan beramal, serta adanya pertanggungjawaban atas setiap perbuatan.  Demikian pula abainya atas resiko yang mungkin terjadi.

Seringkali perbuatan dilakukan sekedar bersenang-senang dan jauh dari produktif.

Peristiwa tragis ini berujung maut. Mungkin teman-teman FN menganggap surprise di hari ulang tahun ini agar FN bahagia, senang, dan sebagai bentuk perhatian sesama teman. Namun, kenyataannya bukan kebahagiaan yang diperoleh, tapi nyawa yang menjadi taruhannya. Benar bahwa tidak ada yang menginginkan kejadian tragis, sekaligus musibah yang merupakan ketetapan dari Allah Swt. ini.

Namun, jika kita lihat beberapa kejadian yang awalnya iseng, tapi berujung maut, tentunya tidak bisa kita biarkan karena ada yang bisa kita kendalikan ketika akan melakukan suatu perbuatan. Hal ini tidak lepas kebiasaan generasi saat ini mudah sekali meniru. Hal ini tentunya tidak terjadi secara tiba-tiba, tapi ada banyak faktor yang menjadikan mereka berbuat tanpa mencari tahu apa hukum dan tujuan dari perbuatan yang dilakukannya.

Pertama, kurangnya pengetahuan keislaman. Dengan lemahnya pengetahuan Islam yang dimiliki, akhirnya menjauhkan pemahaman tentang Allah yang Maha Menciptakan, Allah tempat kembali, dan Allah akan meminta pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan di dunia hal ini tentu membuat manusia akan melakukan perbuatan sesuai kehendaknya tanpa memandang halal atau haram.

Kedua, sistem pendidikan yang diterapkan. Saat ini, sistem pendidikan yang ada berorientasi pada capaian nilai akademik, bahkan dirancang ketika bersekolah targetnya adalah bisa menghasilkan materi, tidak lepas dari sistem kapitalisme yang diemban oleh negara. Ada yang terlupa bahwa akhlak, moral, dan tingkah laku generasi kita telah lepas kontrol sehingga bisa jadi banyak generasi yang pintar, pandai, sukses secara materi, tetapi lemah moral dan akhlaknya. Ini berlangsung secara terus menerus dan berulang.

Ketiga, faktor teknologi yang makin berkembang.Tidak kita pungkiri kemajuan zaman saat ini memudahkan kita dalam mengakses informasi. Namun di sisi lain, tidak ada pengaturan informasi yang dapat membentengi dari kejahatan dan kemaksiatan. Akibatnya, teknologi justru bisa menjadi racun bagi generasi. 

Tiga Pilar Menciptakan Generasi; 

tiga pilar yang saling bersinergi dalam menciptakan generasi emas yang standarnya adalah berkepribadian Islam, cakap dalam pengetahuan, sains, dan teknologi, serta terampil dalam kehidupan Islam.

Generasi ini dapat terwujud jika sistem yang diterapkan juga mendukung. Kapitalisme sudah jelas-jelas gagal mewujudkan generasi yg seperti tadi disebutkan. Oleh karenanya, tidak lain tidak bukan kita harus kembali ke sistem Islam sebagaimana Nabi Muhammad saw., para sahabat, dan khalifah mencontohkannya selama lebih dari 13 abad.

Pertama, dengan ketakwaan individu. Setiap individu didorong untuk senantiasa taat, beriman, dan bertakwa kepada Allah Swt., Kesadaran bahwa manusia adalah ciptaan Allah menjadikan setiap perbuatannya akan terikat dengan hukum Allah. 

Kedua, kontrol masyarakat. Masyarakat saling memberikan nasihat, amar makruf nahi munkar. 

Ketiga, kehadiran negara dalam menerapkan aturan yang datangnya dari Allah, yaitu penerapan hukum berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah. Dengan adanya sanksi hukum terhadap pelaku kejahatan, maka akan menjadi penebus dan pencegah agar tidak terulang lagi.

Islam memiliki sistem Pendidikan yang mengajarkan kaidah berpikir benar yang akan menghasilkan amal produktif yang dihasilkan dari berpikir mendalam.

Tampaklah, jelasnya, sistem Islam sudah diatur oleh Allah dengan begitu sempurna.

Apalagi yang membuat kita ragu? 

Bukankah kita hidup ingin mendapatkan keberkahan dari Allah? 

Jadi, terapkan hukum Allah dalam sebuah sistem pemerintahan Islam, Khilafah Islamiah yang mengikuti manhaj kenabian.

Wallahualam bissawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme