Apakah Cukup dengan Berkebun di Sekitar Rumah dapat Mengatasi Stunting?

Oleh : Ummu Mumtazah

Lagi-lagi anak yang menjadi masalah , kenapa? Ya, karena tidak ada jaminan atas kehidupannya bahkan masa depannya. Mereka sering mengalami masalah yang seharusnya bukan menjadi masalahnya, seperti korban perceraian, korban kekerasan, kekurangan ekonomi yang mengakibatkan stunting dan masih banyak lagi problemnya.


Problem anak saat ini yang disoroti adalah masalah stunting dengan solusi berkebun di sekitar rumah yang mereka anggap salah satu yang dapat mengatasi stunting.


PIKIRAN RAKYAT - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menjelaskan pentingnya ketahanan pangan keluarga untuk mengatasi stunting. Pemenuhan gizi keluarga bisa didapat dari lingkungan rumah.

"Ketahanan pangan tidak hanya makanan pokok, tapi juga makanan pendamping. Kecukupan ini dapat mendukung penurunan stunting," kata Andang Firman, Minggu, 21 Juli 2024.

Sekda Ciamis Andang Firman menyerahkan kacang sacha Ichi kepada perwakilan paguyuban, saat Milangkala Paguyuban Jagabaya Galuh ke-1, Minggu (21/7/24).


Melihat pernyataan seperti itu sering kali terlintas apakah itu sebuah solusi atau tidak, itu hanya sebuah kebijakan sebagai pendukung saja bukan sebagai pemecahan masalah.


Bila kita melihat fakta sampai terjadinya stunting, itu karena masalah yang sistematis yang imbasnya kepada kebijakan yang ujung-ujungnya untuk mendapatkan materi. Hampir di setiap daerah termasuk Ciamis juga banyak yang mengalami stunting.


Penyelesaian stunting tidak hanya dengan kebijakan pemerintah saja melainkan dengan penyelesaian fundamental, menyeluruh dengan menganalisa akar Masalahnya secara benar. Bila dilihat dari fakta  stunting yang te rus meningkat maka faktor penyebabnya adalah akibat gizi buruky yang dialami oleh ibu hamil dan balita. Dan juga yang sangat mempengaruhi adalah  1000 Hari Pertama Kehidupan ( HPK )yang menjadi penentu seorang balita berpotensi terkena stunting atau tidaknya, karena di situ telah terjadi proses untuk tumbuh kembang janin di dalam rahim. Dan selain HPK juga yang sangat berpengaruh adalah akses air bersih dan sanitasi.


Banyak pemecahan-pemecahan terkait stunting tetapi hanya menyentuh masalah cabangnya saja, semisal pemberian tambahan makanan, susu gratis atau makan gratis, tentu tidak berpengaruh signifikan dan tidak memutus penyebab stunting, apalagi dengan menyarankan ibu-ibu untuk bercocok tanam sendiri sebagai upaya atasi stunting yang sudah darurat. Tentu hal itu tidak ada jaminan untuk menyelesaikan masalah stunting. Ibarat terkait mahalnya beras, cukup dengan makan singkong, kentang atau makanan karbohidrat lainnya aja,  apakah itu bisa menyelesaikan  masalah ? Tentu yang harus diselesaikan adalah akar permasalahannya mengapa terjadi stunting baru solusi diambil secara solutif. 


Kapitalisme, Penyebab Stunting 


Banyak solusi demi solusi atas permasalahan  stunting ini, mulai sosialisasi sunting, pemberian  makanan dan yang lainnya, semua itu dilakukan pemerintah agar mengurangi masalah stunting bahkan untuk menghilangkannya. Padahal kita tahu kebutuhan masyarakat itu begitu banyak mulai dari pemenuhan kebutuhan  pokok, pendidikan, kesehatan dan yang lainnya, tentu hal ini disebabkan oleh kemiskinan yang semakin  sistematis. Karena kesenjangan sosial makin tinggi, yang kaya makin kaya da  yang miskin makin melarat. Itu semua akibat negara berpijak pada sistem kapitalisme sekuler yang tidak berpihak kepada rakyat. Masalah pekerjaan semakin sulit, kebutuhan pokok semakin mahal, kesehatan sulit diakses, keamanan pun sulit didapat.


Tentu satu-satu penyebab kemiskinan ini telah mengakar dan harus segera diselesaikan, tidak bisa dengan cara sosialisasi saja, pemberian  makanan gratis saja, semua itu tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada hanya kemalasan untuk bekerja dan tidak berpengaruh apa-apa. Yang dibutuhkan masyarakat itu untuk sehari-hari bukan kali-kali, sehingga masalah pekerjaan pun adalah salah satu penyebab stunting karena ayah sebagai kepala keluarga tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya secara sempurna, maka muncullah stunting.


Dengan demikian  negara abai, terhadap kebutuhan pokok dan penyediaan lapangan pekerjaan rakyatnya, padahal semua itu tanggung jawab negara sebagai roo'in untuk mengurus dan bertanggung jawab atas yang diurusnya.


Dalam sistem kapitalisme, negara lepas tangan dan hanya sebagai regulator saja bukan sebagai pengurus yang terjun langsung  ke masyarakat. Negara mewakilkan segala urusannya  kepada pihak asing dan lebih memilih swasta daripada rakyatnya.


Islam, Solusi Stunting


Berbeda dengan  sistem kapitalisme sekularisme, Islam sangat memperhatikan kebutuhan  pokok dan pelayanan publik lainnya terhadap rakyatnya sehingga masyarakat hidupnya sejahtera tanpa beban untuk memikirkan masalah pemenuhannya karena negara sudah menjamin segala kebutuhannya secara mendasar sehingga tidak menimbulkan banyak masalah, diantaranya stunting yang makin genting 


Dalam sistem Islam, pencegahan stunting bisa dilakukan melalui penyelesaian multidimensi yaitu pertama, negara akan menyediakan infrastruktur kesehatan yang memadai bagi seluruh warga tanpa kecuali, terutama ibu hamil dan balita. Bahkan akses dan layanan kesehatan selain mudah dijangkau juga  diberikan secara gratis, baik dalam rangka pemeriksaan, rawat jalan, perawatan intensif, pemberian nutrisi tambahan, ataupun vaksinasi. Semua itu diberikan  dengan rasa tanggung jawab oleh negara rakyatnya. 


Kedua, negara wajib  menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat berupa sandang, pangan papan, pendidikan, kesehatan. Termasuk menjamin hal-hal dalam proses pemenuhannya membuka peluang bagi para ayah dalam mendapatkan  pekerjaan sebagai jalan untuk menghidupi keluarganya  (nafkah).


Dengan demikian,  maka stunting akan teratasi  dengan adanya dukungan negara terhadap masyarakat untuk memperoleh sembako murah, mudah dan berkualitas melalui sistem ekonominya.


Selanjutnya dalam Islam, adanya edukasi terkait gizi yang diberikan pada masyarakat , yaitu salah satunya dengan adanya jaminan pemenuhan pendidikan untuk seluruh warga, sehingga masyarakat akan memiliki kepekaan literasi dan memahami edukasi yang diberikan terkait masalah kesehatan tersebut.


Yang keempat, negara ( Khilafah ) melakukan pengawasan dan pengontrolan berkala agar kebijakan negara seperti layanan kesehatan, Askes pekerjaan, stabilitas harga pangan hingga sistem pendidikan serta penggunaan anggaran dapat berjalan secara berkala. 


Dengan demikian semua lapisan  masyarakat secara utuh dapat merasakan pelayanan publik, terutama dalam masalah kesehatan, sehingga kasus stunting dapat dihilangkan.


Dengan berpedoman pada Islam dan menerapkan aturan  Islam secara total, maka kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat agar segera terwujud.



Wallaahu a'lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme