Anak Muda Semakin Susah Cari Kerja, Negara ke Mana?
Oleh : Roffi'ah Mardyyah Aulia Lubis
(Aktivis Dakwah Remaja)
Warta Ekonomi, Jakarta - Baru-baru ini ramai diperbincangkan baik di media sosial maupun media massa jumlah pengangguran di Indonesia yang meningkat pesat, khususnya pada Gen Z. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR Charles Meikyansah mendorong pemerintah untuk memberi perhatian yang ekstra.
"Polemik susahnya Gen Z mencari pekerjaan itu memang harus dibahas lebih komprehensif ya. Apa masalah yang sebenarnya dan bagaimana cara mengatasinya, agar segera mendapat solusi untuk generasi muda ini," kata Charles.
Politikus Nasdem ini mengaku melihat kondisi ini begitu miris mengingat seharusnya Gen Z saat ini berada dalam usia produktif.
"Ini kan ramai di media sosial, Gen Z sulit mendapat kerja karena kebijakan dan syarat mendapat pekerjaan terlalu sulit," tambahnya.
Ia mengutip data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per Februari 2024, ada 3,6 juta Gen Z usia 15-24 yang menganggur tahun ini. Itu artinya, Gen Z menyumbang 50,29 persen dari total pengangguran terbukatu artinya, Gen Z menyumbang 50,29 persen dari total pengangguran terbuka di Indonesia.
Jika ditambah dengan mereka yang tergolong bukan angkatan kerja tetapi tidak sedang sekolah atau pelatihan (Not in Employment, Education or Training/NEET), jumlah pengangguran mencapai 9,9 juta.
Gen Z adalah julukan bagi mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 sendiri dikenal sebagai (Digital Natives) karna tumbuh di era teknologi canggih seperti internet dan media sosial. Mereka cenderung multitasking, mandiri, berfikir kritis terhadap informasi dan lebih menghargai pendidikan yang praktis serta relevan dengan dunia kerja. Dari karakteristik ini seharusnya Gen Z tidak mengalami hal buruk sebagaimana saat ini.
Sementara itu pertumbuhan generasi saat ini tidak sejalan dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia setiap tahunnya, dan hal ini sebenarnya menjadi kegagalan negara menjamin kesempatan kerja kepada kepala keluarga atau laki-laki.
Karena negara adalah penanggung jawab atas persoalan Kesejahteraan Rakyat. Namun saat ini negara bukan hanya tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan, negara hari ini juga salah membaca akar persoalan pengangguran. Negara seolah - olah
menyalahkan dan mengatakan bahwa pengangguran disebabkan karena banyaknya Gen Z yang salah jurusan sehingga skill mereka tidak sejalan dengan kebutuhan industri saat ini.
Alasan pemerintah terhadap pengangguran saat ini sebenernya adalah bentuk nyata dari keputusan berlepas tangan terhadap jaminan kesejahteraan rakyat. Persoalan pengangguran generasi di negeri ini sejatinya bermuara pada penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang abai terhadap nasib generasi.
Berbeda dengan negara yang menjadikan islam sebagai aturan kehidupan. Negara tersebut disebut khilafah islamiyah.
Khilafah akan menjalankan sistem ekonomi dan politik islam. Akan mampu mengatasi pengangguran dengan tersedianya lapangan kerja yang memadai untuk rakyat. Perekonomian dalam khilafah tumbuh dengan sangat cepat dan baik pasalnya sistem ekonomi islam memiliki pengaturan terkait kepemilikan dimana SDAE ( sumber daya alam dan energi) di posisikan sebagai milik (rakyat).
Oleh karena itu, di bawah pengaturan islam dapat tersedia lapangan kerja yang memadai dan menjamin kesejahteraan seluruh rakyat.
wallahu a'lam bishawab

Komentar
Posting Komentar