Di Balik Kunjungan Paus Ke Indonesia

 Di Balik Kunjungan Paus Ke Indonesia


Oleh : Desti Marzuliantini


Kunjungan Paus pada tanggal 2-5 September 2024 ke Indonesia bukan sekedar kunjungan. Tapi ada target di balik kunjungan yaitu tekanan global soal toleransi ala moderasi. Dimana umat Islam ikut misa natal padahal haram karena bukan agama islam.

Bisa juga dilihat dari berbagai statement Paus, misalnya soal definisi baru politik adalah bukan perang tapi kasih sayang,  ini adalah pernyataan  penyempitan makna  padahal artinya adalah mengurusi urusan umat dengan kasih sayang dari Allah sebagai Tuhan Yang Esa telah memberi aturan aturan yang ada dalam Al qur an dan as sunah. 

Pernyataan ambigu dan sedikit menyesatkan yaitu kekayaan Indonesia bukan tambang emas tapi harmonisasi, disini maknanya biar penjajah saja yang ambil tambang emasnya dan indonesia damai selalu dengan dirampok semua kekayaan alam dengan sabar dan tawadu.

Ironinya, semua statement Paus direspon positif oleh para pemimpin dan masyarakat muslim.Disinilah terlalu baik dengan musuh Allah karena cuan yang tersembunyi. Dan juga  contoh, kasus usulan azan running text yang dianggap wajar oleh kalangan mahasiswa muslim, antusiasme tokoh-tokoh muslim yang kebablasan, seolah mereka sudah sama saja mau merdeka dari islam padahal masih mengakuinya sebagai agama. 

Kasyful disini berarti adanya target tadlil siyasi oleh kepemimpinan sekuler untuk memenangkan program moderasi beragama yang sejatinya menggerus akidah umat. Dan kesuksesannya salah satunya 10 artis berhasil murtad setelah kedatangan Paus. Padahal murtad dalam islam adalah dosa besar dan takkan diampuni Allah. Na'udzubillah mindzalik.

Maka umat Islam harus kritis dan punya sikap yang benar sesuai tuntunan syariat terkait bahaya toleransi dan moderasi beragama yang dibawa oleh Paus dan diberi jalan oleh rezim sekuler. Yaitu menolak moderasi beragama karena Allah telah berfirman dalam surat Ali imron ayat 19 yang berbunyi :

Ali 'Imran · Ayat 19

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ ۝١٩

innad-dîna ‘indallâhil-islâm, wa makhtalafalladzîna ûtul-kitâba illâ mim ba‘di mâ jâ'ahumul-‘ilmu baghyam bainahum, wa may yakfur bi'âyâtillâhi fa innallâha sarî‘ul-ḫisâb

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam. Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Siapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan(-Nya).

Maka agama disisi Allah hanya islam. Dan agama lain sudah tidak laku lagi setelah islam datang bersama Nabi Muhammad saw sebagai Nabi yang terakhir. Mari bertobatlah wahai manusia. Janganlah harta dan kekayaan serta kebaikan mereka melenakanmu. Sehingga kalian meninggalkan islam dalam keadaan murtad. 

Ini karena negara bukan khilafah yang melindungi akidah umat agar tidak murtad yang mengakibatkan bumi takkan hadir diwarisi oleh manusia murtad. Karena bumi hanya untuk umat islam yang menjalankan aturan islam kaffah bukan yang lain. Wallahu 'alam bi ash shawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan