Limbah Bikin Masalah, Siapa yang Kena Imbasnya?
Oleh : Ummu Mumtazah
Lagi-lagi limbah yang menjadi masalah. Hampir di setiap daerah, limbah dan sampah menjadi PR terbesar bagi masyarakat yang tinggal di sekitar yang terkena dampak atas penumpukkan sampah atau limbah yang dihasilkan dari pabrik, yang beroperasi di tempat dimana pengelolaan bahan baku yang dikelola oleh suatu perusahaan. Hal ini memerlukan penanganan yang serius oleh pihak yang berwenang dalam menyelesaikannya hingga tidak berimbas pada habitat lingkungannya, terutama masyarakat yang hidup di sekitarnya. Karena masalah sampah/limbah akan berpengaruh pada aktivitas masyarakat sehari-hari, misalnya susahnya mendapat akses air yang bersih karena sudah tercemari dan masalah-masalah lain yang ditimbulkannya.
Seperti yang dirasakan oleh warga di Ciamis, Jawa Barat, turun ke sungai untuk menemukan sumber pembuangan limbah dari pabrik tahu tempe yang telah mencemari air selama tiga tahun. Mereka mendesak pemerintah agar segera bertindak.
Viva.co.id.
Akankah semua itu teratasi jika penanganannya tidak sesuai aturan dan prosedur yang baik dan bijak dalam pembuangan sampah? Bagaimanakah pihak yang terkait menyelesaikan masalah tersebut tanpa meninggalkan akibat yang buruk dalam penanganannya?
Masalah Limbah, Imbas Sistem Kapitalisme
Dalam sistem kapitalisme, dengan berdirinya perusahaan / pabrik tentu akan menghasilkan keuntungan bagi pihak yang berkepentingan. Walaupun hal itu sangat berimbas pada pencemaran lingkungan di masyarakat sekitarnya. Hal itu tidak diselesaikan secara serius oleh pihak yang berkepentingan seolah-olah pemikirannya hanya berfokus pada keuntungan semata
Sistem kapitalisme telah tampak jelas ada pengabaian dari pihak pemerintah dalam mengatasi permasalahan limbah, karena pemerintah hanya sebagai regulator saja dalam menangani suatu masalah, padahal seharusnya mereka yang terjun langsung untuk melihat keadaan yang terkena dampaknya.
Dalam sistem kapitalisme, upaya dalam penanggulangan limbah/sampah masih bersifat teknis, belum menyentuh akar permasalahannya, sehingga wajar permasalahan ini semakin hari semakin menumpuk.
Dalam sistem kapitalisme juga, belum ada pengawasan yang ketat dan sanksi yang tegas dari negara bagi perusahaan yang menghasilkan limbah dari proses produksinya. Dengan demikian para pengusaha tidak memperhatikan apakah limbah tersebut merugikan atau tidak bagi masyarakat karena yang dipikirkan bukan kenyamanan, melainkan bagaimana meraup keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa mempedulikan lingkungan sekitarnya. Tentu semua itu tidak bisa dibiarkan tanpa ada solusi sehingga tidak berkelanjutan dan terus merugikan masyarakat. Masyarakat butuh solusi yang pasti bukan hanya angan-angan dihati sehingga harapan palsu yang teridentifikasi. Solusi yang pasti harus dihampiri yaitu yang memuaskan akal dan menentramkan jiwa dan hati hingga solusi berbuah hasil yang dimimpikan.
Islam, Solusi Permasalahan Limbah
Dari jauh-jauh hari, Islam adalah satu-satunya solusi, bukan ilusi, tetapi nyata dan membuat puas dihati, tetapi kenapa sebagian masyarakat justru menjauh dari Islam? Mereka lebih memilih dan tunduk pada aturan buatan manusia bukan aturan dari Allah SWT semata.
Dalam Islam, penanggulangan masalah sampah/limbah sesuai dengan manajemen pengelolaannya bukan bersifat teknis saja tetapi lebih berkaitan dengan penerapa sistem atau sudut pandang sebuah ideologi yaitu bagaimana caranya supaya penyelesaian nya tidak merugikan masyarakat dan cara-caranya tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Dalam Islam, sudah jelas bahwa kebersihan itu sebagian dari Iman. Allah SWT itu bersih dan menyukai kebersihan. Begitu pula jika Islam diterapkan, maka yang berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah individu, masyarakat dan negara. Dan ketiga pihak tersebut bersinergi dalam hubungannya untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai, tidak abai ataupun main-main. Semuanya dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan.
Dengan demikian, Islam juga sangat mendorong individu, masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan menganggapnya sebagai sesuatu yang diatur dalam syariat Islam yang harus dijalankan bersama-sama untuk menghasilkan lingkungan yang bersih, sehat tanpa limbah. Dan pengaturannya diserahkan kepada pihak yang berwenang dengan memberlakukan sanksi yang tegas dan membuat efek jera pada pengabaian terhadap sampah/ limbah agar para pelaku tidak bebas mencemari lingkungan baik disengaja maupun tidak disengaja demi terciptanya lingkungan yang bebas sampah/limbah. Apakah hal ini akan terwujud di sistem kapitalisme-sekularisme ? Tentu tidak. Mustahil hal itu bisa terwujud. Yang bisa mewujudkannya hanyalah sistem Islam yang berada di bawah naungan Daulah Islamiyah yang menerapkan Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan. Hidup mulia bersama Islam dan bangga berislam kaffah.
Wallaahu a'lam

Komentar
Posting Komentar