Banjir Susu Sapi Dinegri Sendiri Pemerintah Malah Pilih Impor! Peternak: Buang Susu Berton ton
Banjir Susu Sapi Dinegri Sendiri Pemerintah Malah Pilih Impor! Peternak: Buang Susu Berton ton
Oleh. Susi Ummu Musa
Viral dimedia sosial sebuah tayangan vidio sejumlah peternak sapi tengah mandi susu sapi segar, hal ini bukan tanpa alasan yang jelas aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan para peternak maupun pengepul susu sapi karena susu tersebut tidak laku alhasil mereka terpaksa membuang susu sapi segar berton ton.
Jakarta, CNN Indonesia -- Peternak sapi perah dan pengepul susu di Boyolali, Jawa Tengah, menggelar aksi mandi susu di Tugu Susu Tumpah, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (9/11).
Aksi ini sebagai bentuk protes atas pembatasan kuota di Industri Pengolahan Susu (IPS). Mereka kecewa serapan susu sapi lokal berkurang.
Peternak dan pengepul susu Boyolali berharap pemerintah dan industri pengolahan mengutamakan produksi susu lokal untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri.
Namun aksi ini ternyata menuai beragam komentar dari masyarakat kenapa harus dibuang? Apakah tidak bisa disedekahkan? Atau dibuat yougert? Nah ternyata tidak semudah itu, semua butuh biaya apalagi untuk melakukan aksi bagi bagi susu juga butuh mobilisasi dan lain sebagainya.
Yang jelas masyarakat Boyolali juga sudah mendapatkan susu gratis dan mayoritas penduduk nya para peternak sapi.
Dari peristiwa ini jelas para peternak harus kuat mental karena mengalami kerugian besar dan yang miris salah satu pengepul susu perah bapak Pramono dikutip dari "Solo - Pengepul susu sapi perah, UD Pramono, pusing dapat tagihan pajak Rp 671 juta yang berujung pemblokiran rekening banknya. Pemilik UD Pramono yang menaungi 1.300 peternak sapi, Pramono (67), pun mengancam menutup usahanya.
"Ya yang paling banyak kebingungan peternak, yang kedua karyawan, yang ketiga ya saya tho. Saya walaupun biasa-biasa tapi ya tetap bingung tho, wong namanya usaha 19 tahun hancur satu kali pukul tho," ungkap Pramono saat ditemui di rumahnya,Rabu (6/11/2024)
Sangat disayangkan sekali disaat kondisi perekonomian tidak baik baik saja rakyat yang mengakses rezeki dari hasil beternak sapi malah mengalami nasib seperti ini bahkan rencana impor akan direalisasikan selama 5 tahun.
TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia memiliki lahan luas dan sumber daya alam melimpah, namun pemerintah masih harus bergantung pada impor susu sapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kebijakan impor ini dipicu oleh berbagai faktor, dari rencana pemenuhan kebutuhan gizi nasional hingga permasalahan rantai distribusi susu lokal.
Pada 5 November 2024, Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan rencana impor satu juta sapi perah selama lima tahun, mulai 2025 hingga 2029, untuk mendukung target pemenuhan kebutuhan susu nasional dan program makan bergizi gratis pemerintah.
Dikutip dari Antara, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam pemaparan kepada Komisi IV DPR RI menyatakan bahwa Indonesia akan mendatangkan sapi perah dari Australia, Brasil, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Meksiko.
Menurut data Kementan, kebutuhan susu segar nasional diproyeksikan mencapai 8,5 juta ton pada 2029. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,9 juta ton akan dialokasikan untuk kebutuhan susu reguler, sementara 3,6 juta ton lainnya diperuntukkan bagi program makan bergizi gratis.
Nyatanya ide ide yang dibuat hanya untuk menyenangkan para pebisnis yang sudah tervalidasi oleh rezim dari awal.
Menyenangkan satu pihak tapi menyengsarakan yang satunya lagi.
Jelas tidak adil dalam konsep bagi bagi susu gratis yang merupakan agenda pemerintahan ini.
Wallahu A'lam Bisshawab

Komentar
Posting Komentar