Infrastruktur Transportasi Timpang, Kemaslahatan Rakyat Pincang
Oleh : Ummu Hayyan, S.P.
Warga Kampung Bergang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, menghadapi kesulitan besar akibat kondisi jalan yang berlumpur dan licin saat hujan.
Jalan tanah yang menjadi akses utama menuju desa ini berubah menjadi berlumpur setiap kali diguyur hujan, sehingga sulit dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
Salah seorang warga, Amri, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk kebutuhan belanja. Masyarakat Kampung Bergang berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan untuk memperlancar aktivitas warga. tribungayo.com.
Kejadian yang sama terjadi di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan di kilometer 233, tepatnya di Desa Ploso, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, amblas sepanjang 50 meter akibat tergerus arus air Sungai Grindulu.
Kerusakan ini terjadi pada Sabtu (7/12) dan menyebabkan hampir separuh badan jalan hilang, sehingga mengganggu lalu lintas kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Masyarakat sekitar berharap perbaikan jalan dilakukan secepatnya mengingat jalur ini merupakan akses penting yang menghubungkan Pacitan dengan Ponorogo.
Seorang warga setempat, Suyatno (47), mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini berdampak besar pada aktivitas ekonomi.
antaranews.com.
Sistem Kapitalisme, Penyebab Ketimpangan
Jalan merupakan salah satu sarana dan prasarana yang sangat penting di tengah masyarakat. Karena jalan menjadi sarana penghubung antar wilayah dan juga pendukung perekonomian di suatu daerah.
Saat ini kita rasakan bahwa upaya perbaikan jalan begitu lambat bahkan terkesan pemerintah abai dan tidak memberikan perhatian serius. Seringkali kita jumpai adanya lempar tanggung jawab dalam perbaikan jalan-jalan di daerah dan juga jalan-jalan nasional. Hal ini wajar terjadi, sebab dalam sistem kapitalisme, negara hanya sebagai regulator dan fasilitator saja. Sistem ini memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai suatu bentuk timbal balik, baik manfaat maupun nilai materi. Aturan dalam Kapitalisme dibuat sesuka hati oleh para pembuat kebijakan. Karena dalam kapitalisme, yang ada hanyalah untung rugi yang menjadi tolak ukurnya termasuk dalam kebijakan-kebijakan pemberian transportasi yang ada di tengah masyarakat. Bahkan negara telah beralih fungsi sebagai pelayan korporasi. Negara lebih berpihak untuk menyediakan transportasi bagi para korporasi. Pembangunan jalan tol bagi korporasi dianggap lebih penting daripada perbaikan jalan bagi rakyat. Karena, bagi penguasa hal itu lebih menguntungkan bagi mereka dalam pembangunan dan perbaikan jalan. Pemerintah juga menggandeng pihak swasta baik lokal maupun asing. Sehingga kita jumpai pembangunan dan perbaikan jalan ala kadarnya tanpa memperhatikan kualitas. Karena perbaikan jalan itu sudah menjadi ajang bisnis bagi pihak swasta. Alhasil, akses masyarakat terhadap kebutuhan vital menjadi terkendala. Semua tergantung pada kepentingan dan hitung-hitungan bisnis pihak swasta. Pemerintah tidak bertanggung jawab penuh dalam mengurus rakyatnya. Bahkan memposisikan sebagai pelaku bisnis yang bekerja sama dan siap memberikan keuntungannya bagi para kapitalis.
Islam Menjamin Kemaslahatan Rakyat
Gambaran yang sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan sistem Islam yang ketika diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Islam mampu memberikan kesejahteraan dan menjamin kenyamanan bagi rakyatnya. Islam telah menetapkan, bahwa negara harus melakukan seluruh urusan rakyat dan menjadi pelindung rakyat. Islam menetapkan, bahwa pemimpin harus menjalankan fungsi _roo'in_ atau pelayan bagi seluruh urusan rakyat. Pemimpin adalah penggembala dan dia bertanggung jawab atas gembalaannya. Penguasa adalah penanggung jawab utama terpenuhinya seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan rakyat. Sebagai contoh suatu hal yang perlu diteladani adalah kisah Khalifah Umar bin Khattab ketika beliau menjadi seorang khalifah. Beliau merasa sangat sedih mendengar sebuah kabar dari Irak bahwa ada seekor keledai yang tergelincir karena melewati jalan rusak sehingga ia jatuh ke jurang. Betapa khawatirnya Khalifah Umar apabila ada hewan yang terluka. Dalam kepemimpinannya, hewan saja begitu dikhawatirkan apalagi jika itu menimpa manusia atau mencelakakan manusia. Tentu beliau sangat merasa berdosa karena satu nyawa itu sangat berharga di dalam Islam. Satu nyawa harus dilindungi dengan segenap kemampuan, agar bisa mendapatkan keamanan dan kenyamanan. Begitulah sosok pemimpin di dalam Islam yang begitu serius memperhatikan seluruh urusan-urusan rakyatnya. Negara pun akan cepat tanggap dalam merespon setiap kebutuhan masyarakat. Apabila ada daerah yang kekurangan dana dalam membangun dan memperbaiki fasilitas di tengah masyarakat, maka akan dibantu oleh daerah yang memiliki kelebihan harta. Keuangan negara pun akan dikelola dengan ketat sehingga mampu mencegah penyalahgunaan dana. Sanksi tegas pun akan diberikan bagi siapa saja yang melanggar dan menyalahgunakan kekuasaannya dalam melayani masyarakat. Sosok pemimpin dalam Islam tidak akan memikirkan kepentingan dirinya sendiri ataupun keuntungan-keuntungan kelompok tertentu. Namun, dia akan berpikir bagaimana agar rakyat yang dipimpinnya mendapatkan pelayanan terbaik dan kenyamanan di dalam kehidupannya. Penguasa akan melakukan apapun demi memberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan untuk meraih kesejahteraan masyarakat, termasuk kebutuhan transportasi untuk memudahkan mobilisasi masyarakat dan juga memperlancar urusan-urusan ekonomi di tengah masyarakat. Negara akan menjamin kesejahteraan rakyat dengan aturan kepemilikannya. Sehingga negara akan memiliki kecukupan modal untuk menyediakan segala kebutuhan vital yang diperlukan oleh rakyat dengan pemenuhan semaksimal mungkin, termasuk sarana transportasi di tengah masyarakat. Secara politik, negara juga akan jauh dari intervensi kepentingan-kepentingan bisnis pihak swasta baik lokal maupun asing karena negara bisa berdaulat dengan penuh. Negara lebih bisa fokus untuk memberikan kemaslahatan yang dibutuhkan oleh rakyat. Dengan begitu negara mampu membangun infrastruktur jalan umum sesuai standar teknologi mutakhir dengan aspal terbaik, dengan bahan-bahan terbaik yang mampu mencegah terjadinya kecelakaan kendaraan. Semua hal ini hanya bisa terwujud dalam sebuah sistem yang menerapkan Islam secara _Kaffah_.
_Walaahu a'lam bish shawwab_
Komentar
Posting Komentar