Peperangan dalam Pandangan Politik Islam: Membongkar Fakta dan Realita



Oleh : Yuli Atmonegoro 

(Aktivis Dakwah Serdang Bedagai)

Dunia modern hari ini tidak pernah sepi dari hiruk-pikuk peperangan. Dari Ukraina, Palestina, hingga Yaman dan Sudan, darah terus mengalir, nyawa terus berguguran. Namun, di balik suara dentuman bom dan penderitaan rakyat sipil, terdapat agenda-agenda politik yang sengaja dikemas dalam narasi “perdamaian”, “demokrasi”, atau “hak asasi manusia”. Islam secara politik menyerukan penerapan syariat Islam secara menyeluruh di bawah naungan Khilafah Islamiyah, memandang bahwa peperangan hari ini bukanlah sekadar konflik antarnegara, tetapi lebih dari itu — ia adalah buah busuk dari sistem kapitalisme global dan hegemoni politik negara-negara adidaya.


Peperangan: Alat Dominasi Politik Global

Dalam pemahaman Islam secara politik, fakta peperangan saat ini tidak lepas dari skenario politik global yang digerakkan oleh negara-negara imperialis, terutama Amerika Serikat dan sekutunya. Mereka menggunakan konflik bersenjata sebagai alat untuk mempertahankan dan memperluas pengaruh politik serta ekonomi mereka. Negara-negara Muslim sering kali menjadi medan tempur, bukan karena konflik internal semata, tapi karena diadu domba, dilemahkan, lalu dijadikan pion dalam catur politik internasional.

Contohnya, invasi Amerika ke Irak dan Afghanistan bukan semata untuk melawan “terorisme” seperti yang mereka klaim, tapi untuk menguasai sumber daya alam, memperluas basis militer, dan menjatuhkan rezim yang menentang dominasi mereka. Hal ini juga tampak dalam dukungan Barat terhadap penjajahan Israel atas Palestina, dengan tujuan menjaga kepentingan geopolitik mereka di Timur Tengah.


Peran Sistem Kapitalisme dalam Menyuburkan Konflik

Sistem kapitalisme global menciptakan ketimpangan luar biasa dan mendorong perebutan sumber daya serta pengaruh. Dalam sistem ini, negara-negara kuat akan terus menindas yang lemah demi memperkaya dirinya sendiri. Negara-negara Muslim yang tunduk kepada sistem ini, tidak memiliki kedaulatan politik dan militer yang independen. Mereka terjebak dalam “aliansi” militer dan ekonomi yang sejatinya hanya menguntungkan negara penjajah. Akibatnya, umat Islam selalu menjadi korban—baik secara fisik, ekonomi, maupun moral.


Peperangan dalam Islam: Bukan untuk Hegemoni, Tapi Penegakan Kebenaran


Islam menegaskan bahwa peperangan memiliki hukum dan tujuan yang sangat jelas. Jihad dalam Islam bukanlah agresi atau penjajahan, melainkan untuk menyingkirkan tirani, menghapus penindasan, dan membuka jalan bagi penerapan hukum Allah di muka bumi. Rasulullah ﷺ dan para sahabat berperang bukan untuk menumpuk kekayaan atau menguasai wilayah, tetapi untuk membebaskan manusia dari perbudakan sesama manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah semata.

Islam melarang membunuh rakyat sipil, merusak lingkungan, atau berperang demi ambisi duniawi. Bahkan dalam perang pun, Islam memerintahkan akhlak mulia dan keadilan.


Islam Memberi Solusi Pasti : Khilafah Sebagai Pelindung dan Pemersatu Umat

Sejak berabad-abad, Islam sudah mencontoh kan bahwa satu-satunya solusi tuntas bagi umat Islam untuk keluar dari siklus peperangan yang merugikan adalah dengan menegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Khilafah adalah institusi politik Islam yang menyatukan seluruh umat dalam satu kepemimpinan, mengatur urusan mereka dengan hukum Allah, dan menjadi perisai yang melindungi darah, harta, dan kehormatan umat dari penjajahan dan penindasan.

Khilafah akan membebaskan negeri-negeri Muslim dari cengkeraman asing, membangun kekuatan militer independen, dan menjadikan jihad sebagai sarana politik luar negeri — bukan untuk agresi, tetapi untuk membela umat dan menyebarkan rahmat Islam ke seluruh penjuru dunia.sSeharusnya, seluruh kaum muslimin harus sadar dan terjaga dari tidur panjangnya. Sudah saatnya kita mencampakkan narasi palsu tentang perang yang dibuat oleh penjajah dan bonekanya. Saatnya kita sadar bahwa kita adalah satu tubuh, satu umat, yang hanya akan mulia dengan kembali kepada Islam secara total. Peperangan hari ini tidak akan berhenti hingga kita memiliki perisai, yakni Khilafah yang akan melindungi, memimpin, dan mengarahkan jihad sesuai syariat. Inilah saatnya kita berjuang, bukan dengan senjata terlebih dahulu, tapi dengan kesadaran politik dan dakwah Islam kaffah untuk mengembalikan sistem hidup yang benar, adil, dan mulia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan