One Piece dan Cermin ketidakadilan Di Negeri Kapitalis. Kemerdekaan hanya milik kelompok elit.


Oleh : nurqamsyiah

Menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang ke 80 tahun, pengibaran bendera merah putih tentu sudah menjadi tradisi sekaligus sebagai sebuah simbol. namun bagaimana jika pengibarannya disandingkan dengan bendera bajak laut atau Jolly Roger versi one Piece?.

bendera yang berlatar hitam dengan gambar tengkorak bertopi jerami Dengan tulang bersilang dalam anime one piece merupakan simbol perlawanan para bajak laut terhadap penguasa. Di semesta One Piece, bajak laut muncul sebagai penentang Pemerintah Dunia (World Government) dan militernya (Marines).

 Selain sebagai simbol perlawanan juga sebagai simbol kebebasan, persatuan dan solidaritas para kru kapal bajak laut.

Dalam dunia one piece para penguasa memiliki otoritas penuh, para penguasa melakukan apa saja demi kepentingan pribadi meski itu mendzolimi rakyatnya sendiri. Karna itu dalam dunia one piece juga diisi oleh penguasa yang kejam dan korup.

Dari sinilah muncul bendera bajak laut sebagai simbol perlawanan atau kritik terhadap penguasa yang dzolim.
Di Indonesia sendiri tahun ini marak pengibaran bendera bajak laut baik dihalaman rumah, di truk atau dikibarkan dalam aksi demonstrasi. pengibaran bendera ini jika dilihat dari historinya tentu bukan hanya sekedar pengibaran atau sekedar gaya gayaan atau hanya karna dia seorang nakama (istilah untuk para penyuka anime one piece).

Pengibaran ini tentu memiliki makna bisa jadi sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan penguasa yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. 

Mengingat akhir akhir ini indonesia dilanda krisis dari bebagai sisi, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun sosial.
Krisis ini adalah akibat dari kebijakan para penguasa yang hanya mementingkan diri sendiri atau kelompoknya. Serta banyaknya penguasa yang korup.
Kanaikan pajak, banyaknya jenis pajak, mahalnya harga bahan pokok serta sulitnya mencari pekerjaan padahal indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam.

Angka pengangguran di Indonesia tembus 7,28 juta (BPS), dimana janji 19 juta lapangan pekerjaan dari penguasa?.
Rakyat hidup menjerit bekerja banting tulang sebagian hasilnya untuk pajak sementra penguasanya hidup dalam kemewahan hasil pajak.

Sementara Korupsi dikalangan para pejabat masih menjadi budaya, bahkan angka korupsi semakin tahun semakin meningkat. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2024 meningkat menjadi 37/100 dari sebelumnya 34/100, seperti dilaporkan oleh www.kpk.go.id.

Kolusipun tak luput seolah menjadi pasangan bagi korupsi, penggusuran yang dilakukan pemerintah karna adanya proyek para pemilik modal didaerah yang jelas dihuni rakyatnya sendiri, Rempang mungkin cukup menjadi bukti bahwa kolusi itu nyata.

Disamping itu sistem sosial dalam masyarakat semakin mengkhawatirkan, rasa aman menjadi sangat sulit. Pelecehan seksual, begal, perampokan hingga pembunuhan menjadi santapan berita hampir setiap hari.
Kerusakan yang disebabkan oleh kebijakan penguasa yang tidak berpihak kepada rakyat membuat pemerintah kehilangan kepercayaan dari masyarakat.

Ketidak percayaan rakyat menghasilkan berbagai reaksi dari rakyat, berbagai aksi dilaksanakan sebagai upaya menyampaikan aspirasi atau kritik terhadap kebijakan pemerintah. 

Sayangnya berbagai kritik dari rakyat tidak mengubah kebijakan pemerintah yang pada akhirnya tidak mengubah keadaan.

Hal ini membuat rakyat mengambil aksi lain salah satunya dengan mengibarkan bendera bajak laut sebagai bentuk kritik terhadap penguasa yang dianggap dzolim.
Lagi, pemerintah tak juga peka dengan aksi ini sebagian hanya menganggap pengibaran bendera bajak laut sebagai bentuk kreativitas anak muda atau justru menganggap pengibaran bendera bajak laut sebagai provokasi untuk memecah belah bangsa.

Seperti dikutip dari laman tempo.com bahwa wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi dasco Ahmad menanggapi soal pengibaran bendera one piece sebagai bentuk provokasi untuk memecah belah bangsa "Bendera itu digunakan oleh sebagian pihak untuk kemudian melakukan hal-hal yang menurut kami itu bisa memecah belah bangsa," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, pada Senin, 4 Agustus 2025.
Sehari sebelumnya, Dasco menyebut pemasangan bendera One Piece menjelang momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 RI sebagai upaya memecah belah bangsa. Menurut dia, fenomena ini bergerak secara sistematis.

Reaksi keras juga disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Firman Soebagyo. Ia menyebut pemasangan bendera One Piece selama bulan kemerdekaan RI sebagai bagian dari provokasi untuk menyerang pemerintahan Prabowo Subianto. "Ini cara-cara provokatif yang ingin menjatuhkan pemerintahan," kata politikus Golkar ini di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 31 Juli 2025.

Budi juga menegaskan bahwa tindakan yang mencederai kehormatan bendera negara memiliki sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 24 ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2009. Dalam aturan tersebut dinyatakan bahwa "setiap orang dilarang mengibarkan bendera negara di bawah bendera atau lambang apa pun." Tempo.com.

Semua orang faham bahwa bendera adalah simbol yang dihargai karna ia adalah lambang kemerdekaan, kehormatan sebuah bangsa. Rakyat melakukan kritik dengan simbol seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah bahwa ada yang salah dengan pemerintah atau dengan hubungan antara pemerintah dengan rakyat. 

Apalagi ditengah euforia kemerdekaan Indonesia, rakyat mempertanyakan kemerdekaannya apakah benar sudah merdeka?. Karna arti sesungguhnya dari merdeka adalah bebas dari penindasan baik itu secara fisik maupun non fisik.

Sementara rakyat terus tejajah oleh kebijakan dzolim para penguasa. Maka wajar jika rakyat mulai menampakkan kemarahannya dengan berbagai reaksi. 
Seharusnya dengan ini pemerintah melakukan introspeksi diri bagaimana kepercayaan rakyat bisa hilang berubang menjadi lawan bukan justru menyalahkan rakyat lagi.

kita sudah lama hidup dalam ketimpangan, kedzoliman demi kedzoliman telah kita terima dari pemimpin yang satu kepemimpin berikutnya tak banyak yang berubah. Rakyat hanya dibutuhkan saat pemilu lalu terlupakan saat berkuasa, kita sudah kenyang akan janji tapi kita juga berulag kali kecewa.

Dan inilah watak sistem kapitalisme yang diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, biang dari segala bentuk kerusakan adalah kapitalisme.
Kapitalisme adalah sistem yang menganut asas manfaat. maka sudah sewajarnya setiap kebijakan yang diambil penguasa selalu sejalan dengan manfaat/kepentingan yang akan didapatkan oleh pembuat kebijakan, entah itu kepentingan pribadi atau kelompok.

Kapitalisme adalah sistem yang diciptakan manusia, manusia yang sebagian terbatas maka sistem yang dihasilkanpun tentu terbatas, tidak bisa menjangkau semua kepentingan atau kebutuhan manusia secara keseluruhan. Ia hanya menjangkau kepentingan/ kebutuhan sebagian orang saja sementara setiap manusia memiliki kepentingan dan kebutuhan yang berbeda beda. 

Alhasil dalam penerapannya menghasilkan kesenjangan antara yang terpenuhi kepentingannya dan yang tidak terpenuhi. Dan yang terpenuhi tentulah mereka yang memegang kekuasaan untuk membuat kebijakan.

Akan sangat berbeda jika sistem itu adalah sistem yang diciptakan oleh yang maha sempurna, sistem yang dihasilkanpun tentu akan sempurna, dialah sistem Islam yang bersumber dari Allah SWT yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada didalamnya.
Allah maha mengetahui maka sudah tentu Ia juga mengetahui kebutuhan setiap orang bahkan setiap mahluk hidup. Ia tahu bagaimana menjaga keseimbangan dalam hidup sebab Dialah yang menciptakan.

Allah telah menurunkan sistem yang mengatur segala kehidupan manusia dari bangun tidur sampai bangun negara yang tertuang dalam Al-Quran dan hadits.

Sejarah telah mencatat bagaimana sebuah peradaban yang menjadikan sistem Islam sebagai sistem bernegara mereka.
Kesejahteraan, kemajuan dalam berbagai bidang ilmu menjadi warna dalam sejarah peradaban Islam dimasa lalu.

Masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz misalnya yang berkuasa pada tahun 717 - 720 M meski hanya 2,5 tahun menjabat tapi mampu mensejahterakan rakyatnya sampai pada titik tidak ada lagi rakyat yang layak menerima zakat.

Maka solusi atas setiap permasalahan ummat dalam berbangsa dan bernegara adalah dengan menjadikan Islam sebagai satu satunya sumber hukum. 
Perlawanan atas segala bentuk penindasan bukan hanya dalam bentuk simbolik tetapi dalam bentuk pergerakan terarah yakni bergerak menuju kehidupan yang lebih baik dengan sistem yang baik yaitu Islam.

Wallahu a'lam.


















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan