"Gaza Disandera, Umat Islam Di Mana? Saat Amerika Menekan, Siapa yang Melawan?"

 


Oleh : Yuli Atmonegoro 

Aktivis Dakwah Serdang Bedagai 



Pemadaman listrik dan internet di Gaza bukan sekadar aksi militer, ini adalah bentuk penyanderaan total atas kehidupan manusia. Di tengah runtuhnya puing-puing bangunan dan jeritan anak-anak yang kehilangan keluarga, dunia kembali menyaksikan kekejaman yang dilegalkan oleh standar ganda Barat. Dan di balik semua ini—ada satu nama yang terus muncul sebagai pendukung utama: Amerika Serikat.


Amerika, Sang Penjaga Zionis


Amerika tidak pernah netral. Dukungan militer, finansial, hingga politik terhadap entitas penjajah Yahudi sudah menjadi rahasia umum. Setiap rudal yang menghancurkan rumah di Gaza, setiap peluru yang merobek tubuh anak-anak, semua itu dibayar dengan dolar Amerika. Dan ketika listrik serta internet diputus, mereka tahu bahwa dunia tidak akan bisa melihat kebenaran secara utuh. Ini bukan sekadar serangan fisik—ini adalah pemutusan saluran informasi, untuk membunuh narasi kebenaran.


Diplomasi Gagal, Negara-Negara Muslim Diam


Di tengah penderitaan rakyat Gaza, para penguasa negeri-negeri Muslim masih sibuk menyerukan gencatan senjata dan mengirim bantuan kemanusiaan, seakan-akan solusi atas penjajahan adalah karpet, makanan kaleng, dan pidato-pidato kosong. Mengapa tidak ada satu pun pasukan yang digerakkan? Mengapa wilayah-wilayah Muslim yang memiliki kekuatan militer justru menutup perbatasan?


Sebenarnya, semua ini tidak akan berakhir dengan perjanjian atau konferensi damai. Ini hanya akan berakhir dengan jihad fi sabilillah yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang menggerakkan tentara-tentara umat Islam untuk membebaskan Palestina dari penjajahan.


Islam Solusi Hakiki 


Realitas hari ini menunjukkan bahwa sistem dunia yang dibangun oleh Barat—demokrasi, kapitalisme, dan nasionalisme—telah gagal total membela kehormatan umat Islam. Justru sistem ini menjadi alat untuk melanggengkan penjajahan atas umat.


Seruan kepada umat Islam, terutama militer-militer di negeri-negeri Muslim, untuk menanggalkan loyalitas pada rezim-rezim boneka dan memberikan nusrah (dukungan) kepada perjuangan untuk menegakkan kembali Khilafah ala Minhaj Nubuwwah. Karena hanya Khilafah yang akan menjadikan pembebasan Palestina bukan sekadar wacana, tetapi prioritas utama.


Gaza tidak butuh simpati. Gaza butuh pembebasan.

Dan pembebasan itu hanya mungkin dengan kepemimpinan Islam sejati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan