Keseimbangan Alam Ditentang, Banjir Bandang Datang Berulang
Oleh: Asriani Ummu Rayyan
Tim detikBali-detikBali :
Selasa 16 september 2025
Banjir yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Bali, Rabu (10/09), merupakan yang terparah dalam satu dekade terakhir, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya. Saat itu, menurut Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, hujan terus mengguyur sehingga mengakibatkan luapan air di sungai-sungai wilayah Denpasar.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar melaporkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang dan petir terjadi di sebagian besar wilayah Bali sejak Selasa (09/09) pagi.
Hujan lebat tersebut memicu sejumlah aliran sungai di Pulau Bali meluap salah satunya aliran Tukad (Sungai) Badung di dekat Pasar Badung, Denpasar. "Di Kota Denpasar ada 43 titik, tapi yang terbesar banjirnya adalah di wilayah Pasar Kumbasari dan wilayah Jalan Pura Demak," kata Gubernur Wayan Koster kepada wartawan Christine Nababan yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.
Banjir menutup badan jalan di Teuku Umar Barat, Denpasar Barat, di depan Jalan Pura Demak. Begitu pula ruas jalan Gunung Salak, Gunung Soputan. Sementara, terowongan (underpass) di simpang Dewa Ruci, Kuta, Badung, terendam banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Di sebagian jalan Sunset Road Seminyak juga tergenang air, meski kendaraan bermotor masih bisa lalu lalang. Banjir di Kota Denpasar menyebabkan sejumlah bangunan runtuh, pada Rabu (10/09).
Sejumlah wilayah di Jembrana, Bali, terendam banjir sejak Selasa (09/09) hingga Rabu (10/09) pagi. Banjir juga menyebabkan arus lalu lintas (lalin) di Jalan Denpasar-Gilimanuk lumpuh total. Kasatlantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, mengatakan air merendam jalan kurang lebih sepanjang dua kilometer.
Alhasil, kendaraan dari arah Denpasar menuju Gilimanuk maupun sebaliknya tidak bisa melintas. "Arus lalin dari arah Denpasar menuju Gilimanuk atau sebaliknya masih terputus. Kami masih menunggu curah hujan reda dan ketinggian banjir menurun," ungkap Aldri kepada Detik.com, Rabu (10/09).
Kepala Pelaksanaan (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan hujan deras selama dua hari terakhir menyebabkan banjir, pohon tumbang, tembok roboh, hingga tanah longsor di Kecamatan Rendang, Sepat, Bebandem dan Manggis.
Dia mengaku belum memastikan data-data dampak banjir karena masih fokus penanganan bencana, seperti dilaporkan Detik.com.
Bencana banjir Bali 2025 ini menjadi peringatan bahwa perubahan iklim dan aktivitas manusia yang merusak lingkungan dapat memperparah dampak bencana alam. (TunasHijau,11/09).
Infrastruktur drainase yang tidak memadai, banyaknya penyumbatan akibat sampah dan sedimen, serta alih fungsi lahan tanpa cadangan ruang resapan air yang memadai turut memperparah dampak banjir, kepadatan wilayah perkotaan dan pembangunan yang masif didaerah bantaran sungai juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya resiko.TunasHijau,(11/09).
Pembangunan dalam Sistem Kapitalis
Pembangunan disistem ini menunjukkan dampak yang luar biasa atas bencana alam seperti bencana yang dialami Bali. Pembangunan yang masif dilakukan, dan adanya pengalihan fungsi lahan, serta kurangnya ruang resapan air.
Pembangunan seperti ini dilakukan hanya untuk keperluan bisnis yang dimana alasannya untuk menopang ekonomi justru malah menjadi bencana yang selalu berulang.
Pembangunan disektor pariwisata seperti objek wisatawan mancanegara yang katanya bisa untuk mendulang perekonomian negara, justru malah menyengsarakan rakyatnya dengan adanya bencana alam tersebut.
Pembangunan seperti ini harusnya melalui pengkajian lebih dalam melalui proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), Dan Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL).
Sehingga dengan adanya proses pengkajian tersebut dapat mengurangi kerusakan yang timbul akibat adanya bencana alam tersebut.
Pembangunan dalam Sistem Islam
Pembangunan dalam sistem islam sangat menjaga keseimbangan alam dimana kelestarian alam itu yang paling diutamakan oleh karena itu perlu adanya pengkajian lebih dalam sebelum melakukan pembangunan.
Dimana pengkajian tersebut harus melalui proses AMDAL DAN ANDAL yang dibolehkan dalam aturan syariat islam. Dari proses inilah pembangunan bisa dilakukan tanpa merusak keseimbangan alam.
WalLahu a'lam bi ash-shawab.
Hikmah
Firman Allah SWT :
Surah Ar-Rum ayat 41
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Komentar
Posting Komentar