Lonely In The Crowd : Dampak Buruk Sosial Media Dalam Sistem Sekuler Liberal

Suriaty Ummu Maqil (Aktivis Muslimah)


Media sosial merupakan media digital yang di gunakan untuk memfasilitasi interaksi, komunikasi, dan berbagi konten (seperti teks, foto, dan video) antara pengguna secara online, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Media sosial juga lebih sedikit memiliki kontrol dalam penyebaran informasi berita dibandingkan media konvensional seperti koran dan televisi karena tidak adanya editorial dan verifikasi yang ketat, sehingga mudahnya penyebaran berita palsu (hoaks). Informasi yang tidak akurat atau ujaran kebencian menjadi lebih mudah untuk didapatkan melalui media sosial. Jadi penggunaan sosial media mempunyai sangat banyak dampak negatif yang bisa kita dapatkan seperti masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi dan gangguan tidur akibat perbandingan sosial dan cyberbullying. 


Selain itu, media sosial juga menyebabkan ketergantungan, menurunkan produktivitas, serta menimbulkan isu privasi dan keamanan data. Penyebaran hoaks dan penurunan interaksi sosial tatap muka juga merupakan konsekuensi negatif yang signifikan. Sekilas, dunia ini tampak penuh interaksi. Tetapi menariknya, justru di balik keriuhan itu, banyak orang merasa sepi. Fenomena ini dikenal dengan istilah lonely in the crowd sendiri di tengah keramaian . 


Kesepian Massal Dalam Era Digital 


Hari ini jutaan manusia hidup dalam hiruk pikuk dunia maya. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir layar, menonton video atau membalas komentar. Namu ironisnya ketika layar itu di tutup, banyak yang merasa sendirian. Tidak ada teman sejati yang benar-benar memahami perasaan mereka. Tidak ada keluarga yang sungguh-sungguh mereka ajak bicara.


Kesepian ini bukan fenomena individu semata, melainkan gejala sosial. Ia menandakan adanya keretakan dalam struktur masyarakat. Sistem sekular liberal yang mengatur kehidupan hari ini justru menumbuhkan pola hubungan yang rapuh. Kebahagian diukur dengan jumlah like dan followers bukan dengan kedalaman ukhuwah. Relasi manusia lebih sering di bentuk oleh algoritma ketimbang oleh nilai nilai persaudaraan sejati. 


Di titik inilah kita menyaksikan betapa rapuhnya generasi muda. Mereka seharusnya berada pada fase produktif, penuh energi dan kaya raya. Namun banyak di antara mereka yang justru terjebak  dalam krisis identitas, kecemasan sosial, bahkan depresi. Fenomena lonely inthe crowd menggerus daya juang generasi muda sehingga mereka kehilangan kepekaan terhadap problematika umat.


Beberapa penjelasan tentang data jumlah penggunaan media sosial di dunia. Data ini berasal dari laporan yang diterbitkan oleh berbagai sumber terpercaya seperti kepios, We Are Social (melalui DataRepertal), dan Demand Sage pada awal tahun 2025. Mencatat jumlah pengguna media sosial secara global terus meningkat setiap tahunnya. Pada Januari 2025 5,24 milliar pengguna media sosial aktif di seluruh dunia, yang mewakili 63,9 persen dari populasi global. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata setiap orang menggunakan 6,8 platform media sosial yang berbeda setiap bulan. 


Lebih lanjut penjelasan atau kesimpulan dampak buruk dari media sosial "lonely in the crowd" diantaranya pertama, melakukan ghibah, fitnah namimah, dan penyebaran permusuhan. Kedua, menyebarkan berita palsu. Ketiga, penyebaran konten yang tidak bermanfaat di waktu yang tidak tepat dan salah. Ke empat melakukan bullying(ujaran kebencian dan permusuhan suku, ras dll). Kelima aktivitas yang melalaikan, seperti menyebarkan materi asusila, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar'i. 


Adapun dalil tentang bahaya media sosial yang bisa menimbulkan prasangka buruk terhadap pengguna lainnya.  


"Wahai orang orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalahkepada Allah SWT . Sungguh Allah SWT penerima tobat, maha penyayang.di kutip dari Q.S Al-hujurat 49: ayat 12.


Hal yang perlu dilakukan jika ingin bijak dalam penggunaan media sosial. "Diantaranya, perhatikan kepada siapa kalian mendapatkan informasi/berita. Cek kebenaran, jangan sampai informasi yang didapat dan disebarkan adalah hoax. Berfikir dahulu baik baik, penggunaan apakah baik, benar, dan punya manfaat. Serta berikan inspirasi dan motivasi dalam kebaikan yang sesuai syariah Islam. 


Adapun solusi dalam Islam terhadap dampak buruk media sosial  dalam sistem liberal mencakup penerapan adab dan etika Islam, seperti tabayun (klarifikasi informasi), menjaga lisan dan tulisan, menghindari fitnah dan ghibah, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebaikan dan ilmu yang bermanfaat. 


Selain itu peran negara juga penting dalam mengendalikan pemanfaatan dunia digital dan mendorong masyarakat khususnya generasi muda agar tetap produktif dan berkontribusi dalam menyelesaikan problematika umat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan