Mampukah Peran Ayah Mengatasi Stunting?
Oleh: Tri Siswoyo (Aktivis Dakwah)
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menegaskan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak, terutama untuk mencegah stunting. Pesan itu ia sampaikan saat menjadi narasumber Talkshow Balikpapan TV bertema Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang disiarkan langsung dari Kantor Bupati PPU, Kilometer 09 Nipah-nipah, Kamis (11/9/2025).
Didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3AP2KB) PPU, Chairur Rozikin, Bupati mengupas tuntas bagaimana keluarga menjadi benteng utama dalam membentuk generasi sehat dan cerdas. “Peran seorang ayah tidak berhenti pada mencari nafkah. Ayah juga harus hadir sebagai pendidik, pendamping, dan teladan bagi anak-anaknya. Inilah yang kita dorong melalui Gerakan Ayah Teladan,” ucap Mudyat.
Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi stunting, seperti yang dilakukan lewat acara talk show yang menyatakan bahwa peran seorang ayah sangatlah penting dalam upaya mencegah stunting.
Bagaimana dapat mewujudkan itu semua untuk mencari lowongan pekerjaan saja saat ini sangatlah sulit, PHK terjadi di mana-mana. Mustahil bisa memenuhi kebutuhan gizi anak sedangkan pendapatan tidak menentu.
Persoalan stunting terus akan terjadi dan tidak akan pernah selesai kalau tidak diselesaikan akar masalahnya. Pemerintah hanya akan fokus pada solusi, ini tidak membuat kasus stunting selesai.
Persoalan Stunting adalah kemiskinan sistemik, bagian dari masalah pemenuhan kebutuhan rakyat yang mendasar. Kebutuhan pangan ini yang seharusnya menjadi perhatian Negara.
Selama ini negara telah abai dengan kebutuhan pangan yang berakibat banyak anak-anak, balita bahkan ibu hamil mengalami gizi buruk. Untuk mencetak generasi unggul dibutuhkan anak-anak yang sehat serta fisik yang kuat pula. Untuk tercapai itu semua butuh asupan gizi yang seimbang ini semua tidak akan terwujud apabila tidak ditopang dengan cara mendapatkan dengan mudah. Saat ini harga kebutuhan pokok melambung tinggi tidak semua orang mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Inilah potret masyarakat saat ini yang hidup di sistem kapitalisme, kehidupan yang tidak merata. Kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin, penuh dengan kesenjangan ekonomi.
Dalam pandangan Islam kebutuhan dasar adalah hak seluruh masyarakat maka negara wajib menyediakan kebutuhan tersebut yaitu sandang, pangan, papan juga kesehatan dan pendidikan. Salah satu caranya adalah dengan mengelola SDA sesuai dengan syari'at Islam. Untuk kesejahteraan rakyatnya, di sini peran orang tua tidak lagi sendiri untuk mencegah stunting.
Wallahu allam bisowab

Komentar
Posting Komentar