Gaza Terus Menderita, Penyadaran Umat Tidak Bisa Ditunda

Gaza Terus Menderita, Penyadaran Umat Tak Boleh Ditunda

Oleh: Sarlin, Amd. Kep (pegiat literasi) 


Pada Sabtu, 6 September 2025, militer Israel meminta warga di Kota Gaza untuk mengungsi ke selatan seiring operasi yang berlangsung di berbagai bagian kota. Serangan berkepanjangan pada pinggiran utara kota itu, yang diperintahkan untuk merebut Kota Gaza, mengancam menggusur ratusan ribu penduduk yang selama hampir dua tahun berlindung di sana. Sebelum konflik, hampir setengah populasi Gaza — sekitar satu juta orang — tinggal di kota itu. Keadaan ini menimbulkan derita kemanusiaan yang tak terperi.

Kebiadaban yang memperlihatkan ketidakpedulian terhadap nyawa warga sipil telah menjadi luka yang sukar disembuhkan. Gambar-gambar keluarga yang kelaparan, rumah-rumah yang hancur, dan anak-anak yang kehilangan masa depan menampar nurani setiap insan beriman. Jika umat Islam tidak segera mencermati dan merespons penderitaan tersebut dengan langkah nyata, maka luka itu akan berkepanjangan dan generasi yang menderita akan terus bertambah.

Kegagalan menyeluruh dunia — termasuk penguasa-penguasa yang bersebelahan dengan kawasan konflik — untuk mengambil tindakan tegas menyelamatkan warga sipil, serta hambatan terhadap upaya kemanusiaan, memperburuk situasi. Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan berkali-kali sering terbentur blokade dan pembatasan akses, sehingga tidak sampai ke yang sangat membutuhkannya. 

Berbagai upaya kemanusiaan telah di lakukan, seperti pemberangkatan kapal kemanusiaan sejak dulu hingga saat ini  tapi tak mampu menebus blokade Gaza. Peristiwa ini menunjukkan Menghadapi kekejaman Zionis tidak cukup hanya dengan bantuan kemanusiaan.  Namun mengirimkan pasukan militer untuk melakukan jihad fii sabilillah. Hanya saja  jihad tidak bisa di lakukan dalam sistem sekarang ini melainkan di bawah komando seorang khalifah.  

Menghadapi tragedi Gaza, umat Islam dipanggil untuk bangkit: bukan dengan amarah yang destruktif, melainkan dengan kesadaran yang matang—kesadaran politik, hukum, dan kemanusiaan. Kewajiban kita adalah menyampaikan kebenaran, menolong yang menderita, dan terus memperjuangkan perdamaian dan keadilan di arena internasional. Oleh karena itu langka kongkret yang harus di lakukan adalah membangun kesadaran umat tentang masalah Palestina, bahwa Zionis Israel hanya bisa di kalahkan dengan tegaknya daulah Islam. Wallahualam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan