Job Hugging Melanda Kaum Muda, Dampak Kapitalisme Global
Oleh : Pena Senja
(Aktivis Dakwah)
Jakarta - Fenomena baru muncul di dunia kerja, disebutdengan istilah 'job hugging'. Kalau dulu banyak orang seringpindah-pindah kerja atau job hopping, kini justru banyakpekerja memilih 'memeluk' pekerjaannya yang ada saat ini. Fenomena ini makin marak di tengah situasi pasar kerja yang penuh ketidakpastian. Para pekerja merasa lebih amanbertahan di tempat lama daripada harus ambil risiko pindahkerja. "Saya rasa banyak pekerja menyadari ketidakpastian di pasar saat ini," kata Nicole Bachaud, ekonom tenaga kerja di ZipRecruiter, dikutip CNBC Internasional, Sabtu (20/9/2025). Tak hanya dari sisi pekerja, perusahaan pun ikut 'memeluk' karyawannya. Setelah periode great resignation pada 2021-2022 yang membuat banyak perusahaan kekurangan tenagakerja, kini banyak pengusaha lebih memilih mempertahankanstaf ketimbang merekrut baru. "Akibatnya, banyak perusahaan tidak ingin kekuranganpekerja dan mempertahankan staf. Dan tentu saja, ketidakpastian mengenai dampak tarif dan pertumbuhanekonomi telah membuat banyak perusahaan ragu untukmenambah tenaga kerja mereka saat ini," kata Scott Wren, ahli strategi pasar global senior di Wells Fargo Investment Institute. ada beberapa hal yang menyebabkan fenomena job hugging ini terjadi yaitu, yang pertama seseorang cenderung bertahankarena tidak ada kepastian meskipun sudah tidak adakenyamanan. Yang kedua menjaga kestabilan finansial, meskipun jauh darikata Sejahtera setidaknya kestabilan gajitiap bulan membuat jauh lebih baik dari pada mencari yang tidak pasti. Ketiga, ketersediaan lapangan kerja yang terbatas, sehingga menjadikan seseorang memilih mendekap pekerjaanyang dijalaninya. Selain itu banyak Perusahaan yang melakukan efisiensi biaya dan restrukturisasi Perusahaan dengan mengandalkan mesin dan teknologi. Hal inimemberikan dampak langsung bagi pekerja, pekerjaan yang dilakukan manusia tergantikan oleh teknologi otomatisasi, kecerdasan buatan AI serta robotika sehingga ketersediaantenaga kerja di Perusahaan semakin berkurang akibatdigitalisasi yang berkembang. Keempat, situasi ekonomiglobal yang makin tidak keruan, seperti inflasi dan resesi. Fenomena Job hugging merupakan reaksi atau efek domino atas ketidakmampuan system kapitalisme global dalammenjamin pekerjaan bagi Masyarakat. Hal ini jelasmenampakkan system kapitalisme global terpelanting.
keadaan ekonomi dunia semakin carut marut tak menentu. Kondisi yang terjadi saat ini Job Hugging merupakanfenomena komplek yang terkait erat dengan system kapitalisme. Penerapan system kapitalisme pasti menimbulkanmasalah dalam segala hal. Dalam hal ini problem tenaga kerjadan ketenagakerjaan semakin menambah Panjang persoalanyang ditimbulkan dari penerapan system kapitalisme. Hal initentu saja bukan hal yang aneh, sebab pada dasarnya system kapitalisme Adalah ideologi problematic yang mengatasimasalah dengan memunculkan masalah yang baru. Dalam halketenagakerjaan system kapitalisme menekan produktivitasdan efisiensi sehingga memungkinkan bagi pengusaha untukmenyesuaikan jumlah pekerja dengan kebutuhan produksiserta biaya. System ekonomi kapitalisme juga menyebabkankesenjangan ekonomi yang besar antara pekerja denganpemilik modal sehingga berdampak pada kemampuan pekerjadalam meningkatkan taraf hidup mereka. Sehingga kekayaanhanya berkonsentrasi pada segelintir orang saja yang menyebabkan yang kaya makin kaya yang miskin makin fakir.
Dalam system kapitalisme negara tidak terlibat langsungdalam menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraanpekerja, sehingga keberlangsungan hidup pekerja bergantungpada mekanisme pasar. Negara juga tidak memberikanjaminan dalam kebutuhan dasar individu dan public sehinggaNasib pekerja jauh dari Sejahtera, sehingga tak heran Job Hugging jadi pilihan realistis yang harus dilakukan denganterpaksa.
Dalam islam, negara Adalah pengurus rakyat. Negara wajibmenyediakan lapangan kerja bagi rakyat agar mereka bisamemenuhi kebutuhan hidup mereka. Negara juga memilikikewajiban menanggung nafkah orang-orang yang tidakmampu jika memang sudah tidak ada lagi kerabat yang sanggup memberinya nafkah. Syariat menjamin seluruhkebutuhan dasar bagi seluruh rakyat dengan ketentuan yang diatur syariat berdasarkan dalil syara’. Caranya denganmewajibkan suami dan ahli waris memberi nafkah kepadaWanita secara mutlak dan orang yang tidak mampu secarahakiki atau secara hukum. Jika mereka tidak ada atau ada tapitidak mampu, kewajiban itu diserahkan kepada Baitul mal yaitu negara. Mekanisme ini hanya bisa dilakukan denganditerapkannya system islam kaffah dibawah naungan negara khilafah.
wallahu a'lam bishawab

Komentar
Posting Komentar