MENGATASI PERUNDUNGAN DI KALANGAN REMAJA


 Oleh: Tri Siswoyo / aktivis Dakwah 


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menggelar kampanye anti-bullying melalui kegiatan Jalan Pagi Bersama yang diadakan pada 29 November 2025 lalu. Dengan mengangkat tema Teman adalah Sahabat, program ini mengajak siswa untuk membangun hubungan pertemanan yang saling mendukung, saling menjaga, dan menjauhkan perilaku perundungan di sekolah. 


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan menekankan bahwa tema tersebut bertujuan membangun kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik. Tetapi juga perkembangan karakter dan empati. 


Dia juga mengatakan teman itu tidak selalu berarti sahabat, tetapi melalui kegiatan tersebut ia ingin mengajak anak-anak memahami bahwa teman bisa menjadi sahabat. Tempat saling menjaga dan saling melindungi. Jika persahabatan itu kuat, maka bullying dapat dihilangkan.


Dia menjelaskan bahwa sekolah-sekolah telah diarahkan memperbanyak kegiatan pembelajaran di luar kelas. Pendekatan ini diyakini efektif mendorong interaksi positif antar siswa. Ia menyebutkan angka kasus perundungan di Balikpapan saat ini terbilang rendah. Sejak peristiwa yang mencuat di salah satu SMP negeri beberapa waktu lalu, tidak ada laporan baru yang diterima. 


Dia berharap Jalan Pagi Bersama bukan sekadar seremoni. Tetapi menjadi kebiasaan baru yang menguatkan hubungan sosial siswa, menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan penuh kepedulian. Sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh cinta. Karena pendidikan bukan hanya soal ilmu, tetapi ruang untuk tumbuh bersama menjadi manusia yang baik.


 *Bullying Buah Penerapan Sistem Sekuler* 


Kasus perundungan di kancah pendidikan menunjukan bahwa 26% siswa SD, 25% SMP, dan 18.75 % SMA pernah mengalami perundungan. Data Federasi serikat Guru Indonesia (FSGI)

mencatat bahwa 50% kasus  bullying yang dilaporkan terjadi di jenjang SMP kemudian di susul SD dan SMA. Data tersebut mencatat bahwa 24, 4% siswa Indonesia berpotensi mangalami bullying di sekolah.


Bullying tumbuh subur akibat lingkungan sosial yang tidak sehat. Sistem sekuler kapitalisme yang memisahkan agama dari kehidupan membuat pergaulan menimbulkan toxic, pengaruh media sosial yang tidak terbendung sehingga mengakibatkan budaya saling mengejek dan merendahkan alias bullying. Nilai moral semakin lemah karena tidak adanya iman yang kokoh. 


Peran negara sangat penting untuk melindungi generasi. Bukan sebaliknya membuka pintu lebar untuk dapat mengakses tontonan yang tidak pantas. Kita ketahui media begitu mudah diakses oleh remaja, permainan game sudah dinormalisasi bahkan menjadi trend dan budaya di kalangan remaja. Akibat sistem sekuler liberal telah masif ditanamkan pada generasi saat ini.


 *Bullying Diharamkan dalam Islam*  


Dalam Islam merendahkan orang lain adalah tindakan dosa. Allah SWT berfirman:

"Wahai orang orang yang beriman, jangan lah suatu kaum mengejek kuam yang lain. Boleh jadi yang mengejek itu lebih baik daripada yang mengejek (TQS : Al-Hujurat 49:11).


Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini menyatakan bahwa Allah SWT telah melarang hamba-hambanya yang mukmin untuk mengejek satu sama lain sebab tindakan mengejek meniscayakan sikap menghina dan merendahkan orang lain adalah haram. 

  

Islam hadir di tengah-tengah umat dengan sistem yang sempurna. Tidak hanya mengatur ibadah mahdhoh tetapi juga mengatur sistem sosial untuk membentuk akhlak dan kepribadian Islam.

Islam mempunyai solusi yang menyeluruh melalui sistem yang Allah turunkan dalam bingkai negara yakni Khilafah.


Perlindungan terhadap jiwa dan kehormatan menjadi prioritas utama. Anak-anak dijaga dengan pendidikan islami sejak dini, pergaulan diatur, media dan hiburan dibatasi agar tidak merusak jiwa. Pelaku kekerasan diberi sanksi yang tegas. Masyarakat dibangun atas dasar ketakwaan dan saling tolong menolong.


Demikianlah yang ingin dicapai oleh Islam agar anak-anak agar tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang dan jauh dari kekerasan. Jika anak- anak ingin lingkungan yang sehat maka syariah Islam adalah solusi terbaik. Islam akan mencetak generasi unggul berakhlak mulia tanpa adanya kekerasan. 

Wallahu'alam bisowab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Generasi Sadis, Buah Penerapan Sekularisme

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan