Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Guru Dikeroyok, Murid Dihina: Cermin Pendidikan Jauh dari Nilai Islam

Gambar
Oleh : Reskidayanti Masalah seperti tak pernah putus. Belum selesai satu, muncul lagi yang baru. Saat ini layar ponsel tak henti dibanjiri pemberitaan tentang kasus pengeroyokan seorang guru oleh siswanya sendiri. Peristiwa keributan hingga adu jotos itu terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (detik.com). Usut punya usut, pengeroyokan tersebut tidak terjadi tanpa sebab. Pihak terkait mengatakan bahwa guru tersebut mengeluarkan kata-kata kasar dan menghina siswanya. Akibatnya, siswa merasa geram, tak tahan terus dihina, hingga akhirnya meluapkan emosi dengan mengeroyok gurunya sendiri. Kabar ini tentu menyisakan pilu yang dalam. Pendidikan yang seharusnya menjadi ruang keteladanan dan kedamaian justru berubah menjadi ruang kengerian. Tentu hal seperti ini tidak bisa dinilai sepele. Ini bukan sekadar masalah pribadi, tetapi menyangkut ruang lingkup pendidikan yang mereka tempati. Problem Serius Masalah pendidikan merupakan persoalan yang kompleks. Ada banyak faktor yang...

Kendali Total AS di Balik New Gaza dan Dewan Perdamaian Gaza

Gambar
  Oleh : Ummu Hayyan, S.P. Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana membangun Gaza baru atau "new Gaza". Yakni, proyek pembangunan dari nol wilayah Palestina yang hancur. Amerika Serikat akan membangun puluhan gedung pencakar langit yang membentang di sepanjang pantai dan bekas perumahan di kawasan Rafah yang telah luluh lantak. Rencana ini disampaikan selama seremoni penandatanganan "Dewan Perdamaian" yang digagas presiden AS Donald Trump, pada kegiatan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/1). www.bbc.com. Sebagaimana diketahui, Trump memperkenalkan konsep "Dewan Perdamaian" atau Board of Peace sebagai tandingan Dewan Keamanan PBB yang ia nilai gagal. Awalnya, dewan ini dibentuk untuk gencatan senjata Gaza. Namun, Dewan Perdamaian ini kini dirancang untuk menangani berbagai konflik global. www.kompas.tv.  Trump pun mengirimkan undangan ke puluhan negara dan mengisyaratkan bahwa dewan ini akan menengahi konflik global, layaknya Dewan Keaman...

Game Online, Kekerasan Digital, dan Ancaman Kriminalitas Generasi

Gambar
Oleh : Reski Dayanti Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang tusukan pisau. Ungkapan ini terdengar miris, tetapi nyata adanya. Publik dikejutkan oleh kasus seorang remaja berusia 12 tahun berinisial AI yang tega menusuk ibunya sendiri hingga meninggal dunia. Peristiwa tragis ini terjadi di Medan, Sumatera Utara, dan dikonfirmasi oleh Kapolrestabes Medan (detiknews.com). Tragedi tersebut bukan satu-satunya. Masih di bulan yang sama, masyarakat kembali dihebohkan dengan kasus seorang mahasiswa yang menjadi tersangka teror bom terhadap sepuluh sekolah di Depok, yang menyebabkan keresahan dan ketakutan di tengah publik (cnnindonesia.com). Dua kasus ini memiliki benang merah yang patut dicermati. Keduanya dipicu oleh paparan konten digital yang mengarah pada nilai-nilai negatif dan kekerasan. Salah satu bentuk paparan tersebut adalah game online. Fenomena ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, mengingat dampaknya yang tidak sederhana terhadap perilaku...

Teror Terhadap Aktivis dan influencer. Demokrasi Anti Kritik?

Gambar
  Oleh: Roffi'ah Mardyyah Aulia Lubis (aktivis Muslimah) Pemengaruh alias influencer itu mulanya menjelaskan dirinya menerima teror berupa pesan ancaman ke nomor pribadi dan akun media sosialnya selama berhari-hari. Adapun aksi teror itu mengalami eskalasi semalam. “Malam tadi teror jadi semakin jelas ditunjukan,” kata Sherly dalam unggahan itu pada Selasa, 30 Desember 2025. Menurut dia, teror semakin bermunculan setelah dirinya buka suara mengenai kondisi warga Aceh yang terdampak bencana Sumatera. “Teror-teror ini terasa sekali setelah Sherly yang memang berasal dari Aceh/Sumatera, ikut memberikan pandangan di beberapa acara TV,”. Bencana ekologis berupa banjir bandang dan tanah longsor menghantam Pulau Sumatera bagian utara pada penghujung November 2025 lalu. Mala itu meluas di 52 kabupaten/kota yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa, 30 Desember 2025, bencana itu mengakibatkan sekitar 1...

Edukasi Kekerasan Yang di Kemas Dalam Bentuk Game Yang Menarik

Gambar
  Oleh : Pena Senja (Social Literasi Advocate) Akhir tahun 2025, media sosial cukup digemparkan denga sebuah kasus pembunuhan yang pelakunya merupakan seorang anak berusia 12 tahun terhadap ibu kandungnya sendiri. Kasus semacam ini bukan baru kali ini terjadi sebelumnya beberapa kasus serupa juga pernah terjadi. Bullying, bundir, bahkan teror bom sekolah, pembunuhan yang terinspirasi game online terus terjadi. Pemicunya banyak hal dari mulai sakit hati, kurang perhatian, sampai hanya sekedar terinspirasi dari tokoh-tokoh hero yang sering dimainkan.  Medan, Polrestabes Medan mengungkap kronologi dugaan pembunuhan seorang ibu berinisial F (42) oleh anaknya, Al (12), dikota medan. Salah satu pemicu terjadi kasus ini adalah karena AL merasa sakit hati, akibat game onlinenya di hapus. Pelaku sering memainkan game yang menggunakan pisau dan juga menonton serial anime pada saat adegan menggunakan pisau.  Jakarta, CNN Indonesia – pihak Kepolisian telah menetapkan seorang tersangk...