Program MBG dalam Kubangan Kapitalisme
Program MBG dalam kubangan Kapitalisasi
Oleh: Analisa (Muslimah Peduli Generasi
Program MBG yang dirancang oleh pemerintah nampaknya tidak terasa sudah berjalan satu tahun, sebagian sekolah dari tingkat TK smpai SMA diberbagai daerah sudah menerima program tersebut, dianggap membantu akan pemenuhan gizi anak-anak di masa pertumbuhannya namun ancaman stunting tetap tidak terselesaikan.
Nyatanya masih ada anak-anak negeri ini yang kekurangan gizi karena kurangnya asupan makan yang sehat dan disusul daya beli pangan yang meroket tinggi sehingga pemenuhan makan tidak seimbang gizi buruk pun siap menghadang.
Keracunan massal MBG disebabkan dari bahan dan makanan yang tidak diolah dengan bersih dan baik belum lagi ompreng mengandung minyak babi, dan SPPG tidak sesuai standar dalam menjaga kebersihan sehingga menyebabkan keracunan bahkan hilangnya nyawa anak- anak setelah menyantap MBG tersebut. Disamping itu, budgeting anggaran besar berdampak pada pengurangan anggaran bidang lain mewarnai masalah MBG.
MBG adalah program kapitalisasi sehingga yang diharapkan hanya telah terlaksanakannya program tersebut, tanpa melihat manfaatnya untuk kemaslahatan masyarakat dan tidak menyelesaikan masalah penyelamatan ksehatan dan stunting, asal untung semua harus tetap dikepung. Karena anggaran yang digunakan tidak main-main besar dan menguntungkan pihak yang memiliki usaha. Dimana kapitalis hanya berperan menguntungkan pengusaha sehingga anggaran dapat dikapitalisasi dengan gampang.
Program MBG dipaksakan untuk terus berjalan meski banyak permasalahan krusial di lapangan. Ini menunjukkan bahwa MBG bukan untuk kepentingan rakyat, tapi kepentingan penguasa dan pengusaha yang mengelola dapur SPPG adalah kebanyakan adalah beking penguasa. Program MBG menunjukkan bahwa penguasa kapitalistik tidak amanah terhadap anggaran negara yang strategis.
Dalam pandangan sistem Islam, setiap kebijakan adalah untuk kemaslahatan rakyat dan sesuai syariat. Visi negara adalah raa'in sehingga kebijakan harus dalam rangka melayani kebutuhan rakyat, bukan untuk kepentingan pengusaha atau untuk popularitas penguasa.
Dalam Islam selalu terikat dengan hukum Syara' apabila melakukan perbuatan standar berpikir halal haram, manfaat atau mudhorot, pahala atau dosa. Sehingga maslahat memang tercapai dan ksehatan memang diutamakan bukan keuntungan untuk dirinya bahkan segelintir orang yang berada didekatnya.
Kebutuhan gizi rakyat dipenuhi secara integral melibatkan semua sistem yang ada, beberapa sistem yang siap mengayomi untuk maslahat umat Sistem pendidikan yang penting mengedukasi tentang gizi keamanan, kesehatan dan keselamatan rakyat, ditopang dengan sistem ekonomi memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Negara menyediakan lapangan kerja sehingga kebutuhan gizi keluarga bisa dipenuhi oleh kepala keluarga. Negara menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau sehingga makanan bergizi mudah diakses rakyat.
Khalifah bertanggung jawab penuh atas rakyat yang telah ridho membaitnya, maka Khalifah harus dengan penuh kesadaran menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah agar kelak ia mendapatkan kebaikan atas kepemimpinannya. Islam menjadikan khalifah pemimpin yang adil, tidak zholim, bertanggung jawab penuh dan selalu mengutamakan keridhoan Allah atas apa yang telah dia lakukan. Sungguh saatnya kita terapkan sistem Islam agar kebaikan dalam penerapakan urusan umat yang menyangkut pangan sandang dan papan terpenuhi dan tersejahterakan.
Wallahua'lam bishowabb
Komentar
Posting Komentar