HARDIKNAS? SAATNYA JUJUR, PENDIDIKAN KITA SEDANG SAKIT


 

Oleh : Yuli Atmonegoro 

(Aktivis Dakwah Serdang Bedagai)


Setiap tahun Hari Pendidikan Nasional diperingati. Namun satu pertanyaan penting jarang dijawab adalah, mengapa kondisi pendidikan justru terasa makin memburuk?


Kasus kekerasan, pelecehan, kecurangan akademik, hingga penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar bukan lagi kejadian sporadis. Ini adalah sinyal kuat bahwa ada yang salah secara mendasar. Sekolah dan kampus yang seharusnya menjadi tempat membentuk karakter justru belum mampu menjamin keamanan dan integritas.


Masalah utamanya bukan sekadar teknis, melainkan arah pendidikan yang kehilangan pijakan nilai. Sistem pendidikan yang dijauhkan dari aturan Agama sehingga jauh dari fitrah, membuat generasi muda kita tidak punya akal sehat dan pertanggung jawaban atas ilmu yang didapatnya. Ketika pendidikan hanya dikejar sebagai alat meraih materi dan status, maka wajar jika lahir generasi yang cerdas secara akademik tetapi rapuh secara moral. Budaya instan, pembenaran segala cara, dan melemahnya penghormatan terhadap guru adalah konsekuensi logis dari sistem yang tidak menempatkan pembentukan kepribadian sebagai tujuan utama.


Karena itu, perbaikan tidak cukup dengan kebijakan tambal sulam. Pendidikan harus kembali pada fungsi dasarnya, yaitu membentuk manusia yang berilmu sekaligus berkarakter kuat. Nilai moral dan spiritual tidak boleh dipinggirkan, tetapi harus menjadi fondasi. Lingkungan keluarga, masyarakat, dan negara juga harus berjalan searah. Tanpa itu, sekolah akan terus bekerja sendirian menghadapi arus yang berlawanan.


Hardiknas seharusnya bukan sekadar seremoni, tetapi momentum kejujuran. Jika akar masalah tidak disentuh, maka kita hanya akan terus mengulang krisis yang sama, dengan wajah generasi yang berbeda.


Islam sudah mencontohkan generasi yang jaya saat pendidikan selaras dengan aturan yang Allah tetapkan. Generasi emas dimasa kejayaan Islam merupakan bukti bahwa, hanya dengan aturan Islam lah kita dapat mewujudkannya.


Wallahu a'lam bishshowaab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Mudik Tahunan : Macet Parah dan Kecelakaan terus Terulang

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan