PALESTINA BUKAN SEKADAR LUKA, TAPI BUKTI KEGAGALAN SISTEM DUNIA

 



Oleh : Yuli Atmonegoro 


  Fakta yang Tak Bisa Disangkal


Tanggal 17 April diperingati sebagai Hari Tahanan Palestina—sebuah pengingat pahit atas penderitaan panjang rakyat Palestina. Sejak 1967, sekitar 1 juta warga Palestina atau hampir 20% dari populasi, pernah merasakan dinginnya penjara. Hari ini, ribuan lainnya masih ditahan, hidup dalam bayang-bayang kekerasan, penyiksaan, kelaparan, hingga kematian.


Di berbagai penjuru dunia, gelombang protes terus menggema. Namun, suara itu seakan tenggelam dalam sistem global yang lebih berpihak pada kekuatan daripada keadilan. Bahkan, kebijakan yang semakin keras terhadap tahanan Palestina menunjukkan bahwa penindasan bukan hanya berlanjut, tetapi memang dilegalkan.


Realitas yang Terungkap


Penjajahan atas Palestina bukan peristiwa kebetulan. Ia adalah bagian dari proyek dominasi global yang ditopang oleh kepentingan politik dan ekonomi dunia. Kekerasan terhadap rakyat Palestina bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi cerminan sistem internasional yang gagal menjalankan keadilan. Lembaga-lembaga dunia yang seharusnya menjadi pelindung justru tampak tak berdaya. Standar ganda dalam isu kemanusiaan semakin jelas: ketika kepentingan besar bermain, nilai-nilai keadilan seakan bisa dinegosiasikan.


Masalah Palestina tidak berhenti pada isu HAM. Ia lebih dalam, yaitu menyangkut ketiadaan kekuatan nyata yang mampu melindungi umat yang tertindas. Tanpa pelindung yang memiliki kekuasaan dan keberanian, kezaliman akan terus berulang.


Arah yang Harus Ditegaskan


Persoalan Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan atau nasionalisme. Ia adalah persoalan umat yang menuntut kesadaran ideologis. Kepedulian tidak boleh berhenti pada empati sesaat, tetapi harus berakar pada keyakinan yang kokoh. Umat tidak bisa hanya berharap pada diplomasi yang lemah atau lembaga internasional yang terbukti tidak efektif. Diam adalah bentuk lain dari pembiaran. Dibutuhkan sikap tegas, kesadaran kolektif, dan keberanian untuk menyerukan solusi yang mendasar. Pembebasan Palestina tidak akan terwujud dengan solusi tambal sulam. Ia membutuhkan kekuatan yang mampu bertindak, melindungi, dan menegakkan keadilan secara nyata, bukan sekadar retorika.

Palestina hari ini adalah cermin dunia, bahwa ketika kekuatan lebih dihargai daripada kebenaran, dan ketika keadilan dikalahkan oleh kepentingan. Maka, selama akar masalah tidak diselesaikan, luka itu akan terus terbuka. Dan sejarah akan mencatat, siapa yang benar-benar berdiri, dan siapa yang memilih diam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Mudik Tahunan : Macet Parah dan Kecelakaan terus Terulang

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan