Generasi Muda Diminta Dominasi Industri, Tapi Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

 


Oleh : Yuli Atmonegoro 

( Penggiat Literasi Serdang Bedagai)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong generasi muda untuk mendominasi sektor industri dan adaptif terhadap perubahan zaman. Seruan ini sekilas tampak positif, karena generasi muda memang diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan dan kemajuan ekonomi.


Namun jika dicermati lebih dalam, dorongan ini tidak bisa dilepaskan dari arah pembangunan ekonomi yang berjalan dalam sistem kapitalisme. Dalam sistem ini, industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam lebih banyak diarahkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan keuntungan investasi, bukan untuk memastikan kesejahteraan rakyat secara merata.


Faktanya, hilirisasi industri sering kali berjalan bersamaan dengan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam. Alam dieksploitasi demi kepentingan industri, sementara manfaat ekonominya lebih banyak dinikmati oleh pemilik modal dan korporasi besar. Di sisi lain, masyarakat justru harus menghadapi kerusakan lingkungan, konflik lahan, hingga ketimpangan ekonomi yang semakin melebar.


Dalam kondisi seperti ini, ajakan agar generasi muda mendominasi industri berpotensi hanya menjadikan mereka sebagai bagian dari roda produksi kapitalistik. Generasi muda tidak benar-benar menjadi pengelola kekayaan alam negeri ini, melainkan hanya menjadi tenaga kerja yang menopang keuntungan para pemodal.


Padahal kekayaan alam sejatinya adalah milik rakyat yang harus dikelola negara untuk kemaslahatan seluruh masyarakat. Bukan diserahkan kepada korporasi melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada investasi.


Islam memiliki konsep yang sangat jelas dalam pengelolaan kekayaan alam. Sumber daya alam yang menjadi hajat hidup orang banyak merupakan kepemilikan umum yang wajib dikelola oleh negara dan hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat. Dengan sistem ini, eksploitasi berlebihan dapat dicegah dan kesejahteraan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.


Karena itu, problem sebenarnya bukan pada kurangnya peran generasi muda, tetapi pada sistem yang mengatur pengelolaan ekonomi dan sumber daya alam. Selama sistem kapitalisme masih menjadi dasar kebijakan, industrialisasi hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Generasi muda pun berpotensi hanya menjadi pekerja dalam sistem yang tidak berpihak kepada rakyat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan