Gaza Terus Diserang, Dihancurkan dan Diblokade : Urgensi Tegaknya Perisai Umat

Oleh :  Ummu Mumtazah

Sejak bulan  Oktober 2023 sampai sekarang Gaza masih terus menerima penyerangan, penganiyan bahkan blokade. Hal ini membuktikan bahwa adanya BOP (Board of peace) tidak menjamin keselamatan dan keamanan bagi Gaza. Tetap saja entitas Zionis melakukan ketidakadilan dan diamnya pemimpin Kaum Muslim tanpa adanya pembelaan terhadap Gaza.

Pemblokadean Zionis, diantaranya, Zionis kembali menuai sorotan Internasional setelah menyita kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan Internasional, dekat wilayah Yunani.   Dan sebanyak 211 aktivis dipalotkan ditangkap oleh militer Zionis dan 31 aktivis terluka, namun Zionis mencoba menjustifikasi penahanan tersebut dengan menuding pelayaran kapal tersebut beroperasi dibawah arahan kelompok Hamas. 

Dan kekejaman Zionis tidak sampai disitu namun serangan Israel selama dua tahun di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil. Dan OHCHR juga telah memverikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, ketika Zionis Israel meluncurkan agresi ke Gaza. Hal tersebut menunjukkan betapa kejamnya Zionis Israel terhadap Kaum Muslim di Gaza,  naik secara fisik dan non fisik untuk menguatkan kedudukannya  terhadap wilayah Gaza. antaranews.com

Sistem Kapitalisme Melanggengkan Kekuasaan dan Kezaliman 

Banyak aktivitas blokade yang dilakukan Zionis dengan melakukan pelanggaran terhadap hukum Laut Internasional adalah bukti nyata bahwa entitas zionis tidak mengenal batas dalam melanggengkan blokade atas Gaza. Layang "teroris" yang digunakan untuk melegitimasi agresi mereka adalah justifikasi palsu yang telah berulang kali digunakan Zionis untuk mengkriminalisasi setiap bentuk solidaritas terhadap Palestina. Sehingga hal tersebut menimbulkan tidak ada satupun  dari negeri-negeri muslim yang mengirimkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal tersebut. 

Semua itu membuktikan bahwa sistem negara-bangsa  (Nation state) yang ada hari ini tidak dirancang untuk melindungi kaum Muslim yang benar-benar korban dari penjajahan, malah justru menjadi jalan untuk melanggengkan penjajahan di Palestina oleh Zionis. 

Semua masalah yang terjadi  di bawah sistem kapitalisme tidak ada penyelesaian yang menyentuh akar permasalahan. Bahkan, masalah semakin bertambah tanpa penyelesaian yang pasti. Ini disebabkan karena tidak adanya satu kepemimpinan atau negara yang berdiri berdasarkan akidah Islam sehingga negeri-negeri muslim termasuk Palestina  menjadi sasaran penjajah kapitalisme Barat. 

Solusi Tuntas Memberantas Penjajahan

Gaza merupakan bagian dari tanah kaum Muslim yang wajib dilindungi. Membiarkan blokade ini berlanjut tanpa tindakan nyata adalah kemungkaran  yang wajib diubah dengan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh umat secara keseluruhan dari timur dunia sampai barat. 

Sistem Islam sebuah kekuatan yang dapat menyatukan umat untuk melindungi dan membela siapa saja yang mengalami kedholiman dan penjajahan, karena sejatinya penjajahan  diatas dunia harus segera dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan keadilan. Pernyataan tersebut harus segera diwujudkan, karena umat mulai sadar bahwa penyebab utama segala ketidakadilan dan penjajahan adalah karena tidak adanya satu kepemimpinan dibawah negara Islam yaitu Khilafah Islamiyah yang merupakan satu-satunya institusi yang secara syah memiliki kewenangan dan kewajiban untuk melindungi jiwa-jiwa kaum muslimin yang telah ditindas oleh kekuatan Zionis dengan jalan jihad fii sabilillah. 

Perjuangan mewujudkan kembalinya institusi Khilafah adalah  kewajiban yang harus ditempuh dan diupayakan umat, membangun kepemimpinan politik Islam yang bertumpu pada ideologi Islam yang sahih.

Kemarahan umat atas penyitaan kapal tersebut harus diarahkan bukan sekedar pada kecaman dan keprihatinan saja, namun harus diwujudkan dengan aksi nyata untuk menyelamatkan Gaza  dari cengkraman penjajah zionis. Dan juga dibutuhkan kesadaran yang mendalam akan pentingnya aktivitas dakwah mengikuti metode perjuangan Rasulullah dalam mewujudkan Khilafah sebagai perisai (Junnah). 

Walhasil, tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, dan pengorbanan harus melalui institusi nyata yang hanya bisa diwujudkan dalam persatuan umat melalui penerapan Islam Kaffah dalam berbagai aspek kehidupan sehingga cita-cita melangsungkan kehidupan Islam dibawah Daulah Islamiyah akan segera tercapai. 

Wallahu a'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Mudik Tahunan : Macet Parah dan Kecelakaan terus Terulang

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan