Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Resistensi Gen Z di Tengah Krisis Mental

 Oleh : Ummu Hayyan  Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas yang semakin tinggi, Gen Z pun menghadapi tekanan yang tidak ringan. Kekhawatiran terhadap masa depan menjadi pemicu utama gangguan mental, dengan proporsi mencapai 60%. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang besar terkait karier, stabilitas ekonomi, hingga kondisi global. Selain itu, tekanan finansial juga menjadi faktor signifikan 57%, diikuti oleh ekspektasi sosial 42% serta perasaan tidak berdaya terhadap situasi yang berada di luar kendali 36%. Dampaknya pun terlihat dalam berbagai bentuk gangguan yang mereka alami sehari-hari. Perubahan suasana hati atau mood swing menjadi masalah paling umum dialami 62% responden, disusul gangguan tidur seperti insomnia atau tidur berlebihan dengan 50%. Selain itu, kecemasan berlebih (38%) dan kesulitan mengelola emosi (38%) juga menjadi tantangan yang kerap dihadapi. data.goodstats.id. Berbagai survei menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok yang renta...

Gencatan Senjata Palsu, Pembunuhan Terus Berlanjut di Gaza

Oleh : Ummu  Mumtazah (Pegiat Literasi) Fakta telah membuktikan, bahwa perang dengan penjajah yang jelas-jelas membenci Islam dan kaum muslimin tidak akan pernah dapat dipercaya. Terbukti,  gencatan senjata yang dilakukan Israel terhadap penduduk Gaza sama sekali tidak ada pengaruh apa-apa. Zionis itu memang kejam dan tidak ada rasa kemanusiaan sama sekali.  Satu hal yang ironis, gencatan senjata dilakukan, namun korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui batas 1000 jiwa sejak gencatan senjata yang dimediasi AS diberlakukan pada Oktober 2025. www.aljazeera.com Dari zaman jahiliyah dulu hingga sekarang, ternyata yang namanya orang kafir tidak pernah menepati janjinya, begitupun sekarang Zionis tetap saja melakukan pelanggaran gencatan senjata secara sistematis. Sementara AS, sebagai penjamin dan sponsor utama Zionis terus memberikan mereka bantuan dengan cara apapun walaupun sebenarnya AS sebuah negara yang pelan-pelan akan hancur dan miskin. Para penjajah tidak a...

Bahaya HIV/AIDS Terhadap Pertumbuhan dan Ketahanan Demografis

Gambar
  Oleh: Intan Suciati (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Jawa timur kini menjadi ancaman yang mengkhawatirkan bangsa. Pasalnya penyebaran HIV di daerah tersebut terus berlangsung dan semakin memprihatinkan. Dinas kabupaten Karawang mengungkap tingginya kasus HIV (Human immunodefici enty virus ) dipicu karena maraknya hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama jenis (Gay) Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Timur menjadi salah satu dari II provinsi dengan  jumlah kasus tertinggi yang terinfeksi HIV . Bahkan DKI dan Jawa Barat juga termasuk didalamnya . Sekitar 74 persen orang yang teridentifikasi HIV (ODHIV) pada rentan usia 25 hingga usia 49 tahun.  Data Nasional pada tahun 2023 diperkirakan terdapat 131 kasus HIV dari kelompok GAY. Kemudian pada tahun 2024 melonjak menjadi 886 kasus baru HIV. Di tahun 2025 tercatat 757 kasus disusul  pada tahun 2026  terdapat 564 kasus. Disusul data baru awal bulan Juni 2026 ditemukannya sebanyak 22 calon pengantin di S...

Ketika Penguasa Kebal Kritik, Siapa yang Melindungi Rakyat?

Gambar
  Oleh: Yuli Atmonegoro  (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Gelombang kritik terhadap berbagai kebijakan terus bermunculan. Demonstrasi terjadi di berbagai daerah. Kritik memenuhi ruang-ruang diskusi dan media sosial. Namun, banyak kebijakan yang diprotes tetap berjalan. Di sisi lain, tidak sedikit kritik justru dibalas dengan pelabelan negatif, intimidasi, atau dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas. Fenomena ini memunculkan satu pertanyaan mendasar: Apa sebenarnya hubungan ideal antara penguasa dan rakyat menurut Islam? Islam tidak pernah mengajarkan hubungan penguasa dan rakyat dibangun di atas kepentingan politik, pencitraan, atau sekadar menjaga kekuasaan. Hubungan keduanya adalah hubungan amanah yang diikat oleh syariat Allah. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil." (QS. An-Nisa: 58) Ayat ini menegaskan bah...

Palestina Bukan Sekadar Tanah, Tapi Amanah Umat

Gambar
Oleh: Yuli Atmonegoro  (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Selama puluhan tahun, Palestina terus menjadi saksi penjajahan, perampasan tanah, pembantaian warga sipil, dan penghinaan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa. Namun yang lebih menyakitkan, semua itu terjadi di hadapan dunia yang menyaksikan tanpa tindakan yang mampu menghentikannya. Ambisi Menguasai Palestina Secara Penuh Perang yang terus berlangsung di Gaza bukan sekadar konflik biasa. Di saat ribuan nyawa melayang dan kota-kota dihancurkan, perluasan pemukiman di Tepi Barat terus berjalan. Tanah Palestina sedikit demi sedikit diambil, sementara rakyatnya terus dipaksa hidup dalam penderitaan. Masjid Al-Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam juga terus menghadapi berbagai bentuk pelanggaran dan provokasi. Semua ini menunjukkan bahwa persoalan Palestina bukan hanya soal keamanan atau batas wilayah, tetapi menyangkut penguasaan tanah dan kedaulatan yang lebih luas. Kejahatan yang Tidak Bisa Dinormalisasi Pembunuhan warga s...

Para buruh berduka : Bukti gagalnya sistem kapitalis

Gambar
  Oleh: Intan Suciati  Guru PHK massal merupakan bumerang bagi para masyarakat khususnya pada kepala keluarga. Tekanan ini menjadi konflik global yang hampir semua orang merasakannya. Lemahnya nilai rupiah dan meningkatnya pajak memicu terjadinya krusial dimana-mana. Mentri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan publik akibat merosotnya nilai tukar rupiah dan isi pencopotan jabatan yang akan digantikan oleh Mentri keuangan Muhammad Chalib Basri. Rumor tersebut mencuat dan menimbulkan ke khawatiran kondisi ekonomi pasar saat ini. Dimana nilai rupiah menembus level 18.000 per dolar. Akibat dari merosotnya nilai tukar rupiah pabrik manufaktur di Depok Jawa barat PT Xacti Indonesia atau pa Rik Sanyo. Memilih tutup usahanya demi menstabilkan pasar, sebanyak 350 karyawan yang telah mengabdi bertahun-tahun harus rela dan berlapang dada menerima kenyataan surat keputusan PHK yang dikeluarkan oleh PT. Xacti Indonesia. Selain itu juga melemahnya nilai rupiah ini memicu naiknya...

Darurat Perlindungan Anak di Indonesia

Gambar
https://id.images.search.yahoo.com/ Oleh : Asriani Ummu Rayyan  Darurat Perlindungan Anak di Indonesia. Jakarta, 18 Mei 2026 - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis laporan hasil pengawasan perlindungan anak periode Januari - April 2026, yang menunjukkan masih tingginya kerentanan anak terhadap berbagai bentuk pelanggaran hak dan kekerasan di Indonesia. Melalui laporan bertajuk "Darurat Perlindumgan Anak", KPAI menegaskan bahwa persoalan perlindungan anak tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga dilingkungan terdekat anak seperti keluarga, satuan pendidikan, ruang digital, hingga lembaga pengasuhan. Sepanjang periode tersebut, KPAI mencatat sebanyak 426 kasus pengaduan dengan dominasi kasus pengasuhan bermasalah, kekerasan fisik dan psikis, kejahatan seksual terhadap anak, hingga ancaman konten digital berbahaya. Berbagai temuan strategis ini menjadi alarm penting bahwa sistem perlindungan anak di Indonesia masih membutuhkan penguatan secara menyeluruh dan...

Peringatan Nakba : Pengingat Kelam terhadap Penjajahan Palestina yang tak Henti

Oleh : Haura (Pegiat Literasi)  Sejak Mei 1948 Palestina terjajah. Akibat tragedi Nakba 78 tahun lalu, sekitar 75% populasi Arab Palestina diusir  paksa entitas Yahudi atas dukungan Inggris, mereka harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi ke wilayah Jalur Gaza, Tepi Barat, dan negara-negara tetangga  seperti Yordania, Lebanon, dan Suriah. Palestina porak poranda, sampai hari ini tidak ada kedamaian di sana bahkan sebagian besar wilayahnya dikuasai Israel. Berbagai upaya dan perjuangan rakyat Palestina untuk mengusir penjajah terus dilakukan. Namun nyatanya tidak menyurutkan Israel bangsa Yahudi untuk menghentikan penjajahan.  Meskipun secara Internasional, lebih dari 150 negara telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, realitas di lapangan justru menunjukan kelanjutan pendudukan militer Israel atas Palestina.  Tragedi Nakba bukan sekedar untuk diperingati bukan pula sekedar sejarah masa lalu, melainkan mengingatkan kaum muslim tentang siklus kekera...

Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah - Bawah Makin Berat

Gambar
Gambar dari internet. Rupiah Melemah, Beban Masyarakat Menengah - Bawah Makin Berat. Mei 31 ,2026 Oleh : Asriani Ummu Rayyan Depresiasi rupiah terhadap dolar membuat kondisi perekonomian di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Dimana nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp.17.590 hingga Rp. 17.660 per dolar AS. Sehingga berdampak pada masyarakat menengah ke bawah, kondisi ini langsung memicu lonjakan biaya produksi, harga kebutuhan pokok, naiknya harga - harga bahan baku dan juga energi. Para pakar ekonomi menilai kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah yang paling rentan, karena selain terdampak inflasi, nilai tabungan atau investasi mereka perlahan ikut menyusut. Daya beli masyarakat menengah ke bawah yang selama ini hidup serba kecukupan dapat mempengaruhi keuangan mereka sehingga rakyat semakin terhimpit, kesulitan memenuhi kebutuhan hidup hingga berujung pada jeratan pinjol, dan lain - lain. Pelemahan rupiah membawa dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonom...

Tempe Membuat Dilema, Rakyat Makin Terjepit: Buah Ketergantungan yang Dipelihara Sistem

Gambar
Oleh: Yuli Atmonegoro  (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Tempe adalah makanan rakyat. Hampir setiap rumah tangga mengenalnya. Namun hari ini, rakyat kembali dipaksa menghadapi kenyataan pahit: harga kedelai impor naik, ukuran tempe mengecil, dan para perajin semakin terhimpit. Masalah ini bukan sekadar soal naiknya harga kedelai. Ini adalah bukti nyata rapuhnya sistem ekonomi yang membuat negeri yang kaya sumber daya justru bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan pokoknya. Pelemahan nilai rupiah langsung berdampak pada harga kedelai impor. Ketika nilai tukar jatuh, biaya produksi tahu dan tempe melonjak. Akibatnya, para perajin harus memilih antara menaikkan harga, memperkecil ukuran produk, atau mengurangi produksi. Semua pilihan itu sama-sama merugikan rakyat. Yang lebih ironis, Indonesia memiliki jutaan hektare lahan pertanian, iklim yang mendukung, dan tenaga kerja yang melimpah. Namun kebutuhan kedelai justru dipenuhi dari luar negeri. Ketika negara pemasok ...

Darurat Perlindungan Anak: Buah Busuk Sistem Sekuler Kapitalistik

Gambar
Oleh: Yuli Atmonegoro  (Aktivis Dakwah Serdang Bedagai) Anak-anak seharusnya menjadi generasi penerus yang dijaga, dilindungi, dan dibesarkan dengan kasih sayang. Namun hari ini, negeri ini justru menghadapi darurat perlindungan anak. Kekerasan terhadap anak terus terjadi tanpa henti, baik di rumah, sekolah, lingkungan sosial, bahkan di dunia digital. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi lokasi kekerasan paling banyak terjadi. Data pengaduan yang masuk ke KPAI selama Januari–April 2026 mencapai ratusan kasus. Pelecehan seksual menjadi kasus dominan. Sementara di dunia maya, anak-anak semakin dekat dengan perjudian online, pornografi, dan konten rusak lainnya. Ini menunjukkan bahwa anak-anak hidup dalam lingkungan yang tidak aman secara fisik maupun mental. Masalah ini bukan sekadar persoalan individu. Ini adalah kegagalan sistemik. Sistem sekularisme telah memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya, keimanan tidak lagi menjadi fondasi dalam memba...