Idul Fitri, Momentum Perjuangan Meraih Kemenangan

 

 

Oleh :  Ummu Mumtazah

Bulan suci Ramadhan telah berlalu, keberkahan bulan suci membawa keberkahan kepada setiap orang yang beriman dan bertaqwa, memberi warna kepada siapa saja yang menyambutnya dan melakukannya, sebab Ramadhan bukan saja melatih untuk menahan lapar, dahaga, hawa nafsu semata tetapi bulan suci Ramadhan dijadikan moment perjuangan umat Islam untuk meraih kemenangan, yakni kemenangan hakiki demi tegaknya perjuangan  Islam secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan.

Pada faktanya, perjuangan Islam secara menyeluruh sering terabaikan dan butuh dukungan dari banyak orang. Usaha tersebut harus dilakukan 
dengan serius walaupun banyak berbagai macam rintangan dan tantangan, baik dari luar maupun dari dalam. Perjuangan untuk mengembalikan kehidupan Islam belum tercapai, umat butuh perjuangan yang  semakin gencar, demi terwujudnya  syariat Islam sempurna yang diharapkan oleh insan yang beriman.

Saat ini, umat masih terpecah dengan berbagai alasan, sekat bangsa-bangsa, perbedaan madzhab-madzhab, perbedaan wilayah kekuasaan dan lain sebagainya. Namun, faktanya peringatan idul fitri tahun ini berbeda dengan  tahun-tahun sebelumnya, padahal bulannya satu tetapi perayaan tidak menyatu sehingga umat terpecah bahkan banyak yang bersekutu dengan 
Kafir yang jelas menyerang umat Islam. 

Kapitalisme, Pemecah Belah Umat 

Kebanyakan masyarakat saat ini, menjadikan bulan suci Ramadhan hanya sebagai ibadah ritual saja belum sampai kepada kesadaran  bahwa bulan ini adalah bulan perjuangan yang seharusnya memiliki kesadaran ideologi Islam. Islam yang harus diterapkan di kehidupan dalam berbagai aspek, bukan perjuangan umat yang dominan yang bersifat praktis pragmatis yang tidak tahu arah perjuangan Islam yang sebenarnya. 

Dalam sistem kapitalisme sekularisme, posisi umat terus menerus dalam kondisi lemah tidak ada keinginan untuk berjuang menuju perubahan, menjadikan Islam sebagai way of life, karena Allah telah memberi predikat sebaik-baik umat Islam (Khoiru Ummah). Sebagaimana firman Allah SWT,. :

كنتم خير امة اخرجت للناس تاء مرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بالله

 Artinya : " Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi manusia untuk memerintah pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan agar mereka yang beriman kepada Allah "

Umat Islam begitu banyak jumlahnya, namun tidak mempunyai kekuatan, bagaikan buih di lautan, jumlahnya banyak tetapi tidak memiliki kekuatan sama sekali, rapuh, mudah terpedaya, terpecah belah bahkan kehilangan identitas dirinya, terbawa arus jaman yang melenakan. Jumlah SDM, SDA, posisi geopolitik dan geostrategis wilayah umat Islam sangat besar dan punya potensi Islam sebagai ideologi. 

Upaya mengembalikan  kehidupan Islam membutuhkan partai politik Islam ideologis yang sahih. 
Untuk mengembalikan  kehidupan Islam membutuhkan prioritas dakwah untuk membagun kesadaran politik ideologi umat dengan Islam Kaffah.  

Urgen membangun kesadaran adanya persatuan hakiki di bawah institusi negara. Hal ini harus serius diperjuangkan bersama Hizb yang tulus berjuang demi izzul Islam wal muslimin, bukan Hizb semu yang justru berjuang di jalan yang menjauhkan umat dari kebangkitan hakiki. 

Dengan berlalunya bulan suci Ramadhan dan moment idul fitri, seharusnya menjadikan titik awal untuk mengonsolidasikan dan memobilisasi kekuatan dan kesatuan umat Islam. Dengan banyaknya perbedaan, seharusnya menjadikan rahmat bukan perselisihan. Moment Idul Fitri adalah perjuangan untuk meraih kemenangan umat serta mewujudkan persatuan untuk  mengembalikan kehidupan Islam. Walaupun perjuangan tersebut banyak rintangan dan tantangan, tetapi pertolongan Alloh SWT akan dekat dan segera datang bagi orang-orang yang membela dan memperjuangkan agama-Nya. 

Semua itu akan terwujud apabila umat bersama-sama memperjuangkan Islam secara kaffah dalam setiap aspek kehidupan,  sehingga umat bernaung di dalam Daulah Islamiyyah 'ala minhaj an-nubuwwah yang merupakan kabar gembira dari  Rasulullah dan merupakan janji dari Allah atas kemenangan agama ini. 

Wallahu a'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan

Living Together Berakhir Mutilasi, Buah Pahit Liberalisasi Pergaulan