Bahaya HIV/AIDS Terhadap Pertumbuhan dan Ketahanan Demografis

 


Oleh: Intan Suciati
(Aktivis Dakwah Serdang Bedagai)

Jawa timur kini menjadi ancaman yang mengkhawatirkan bangsa. Pasalnya penyebaran HIV di daerah tersebut terus berlangsung dan semakin memprihatinkan. Dinas kabupaten Karawang mengungkap tingginya kasus HIV (Human immunodefici enty virus ) dipicu karena maraknya hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama jenis (Gay)


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Timur menjadi salah satu dari II provinsi dengan  jumlah kasus tertinggi yang terinfeksi HIV . Bahkan DKI dan Jawa Barat juga termasuk didalamnya . Sekitar 74 persen orang yang teridentifikasi HIV (ODHIV) pada rentan usia 25 hingga usia 49 tahun. 


Data Nasional pada tahun 2023 diperkirakan terdapat 131 kasus HIV dari kelompok GAY. Kemudian pada tahun 2024 melonjak menjadi 886 kasus baru HIV. Di tahun 2025 tercatat 757 kasus disusul  pada tahun 2026  terdapat 564 kasus. Disusul data baru awal bulan Juni 2026 ditemukannya sebanyak 22 calon pengantin di Sidoarjo positif HIV . Dari ungkapan  yayasan delta  crisis center (DCC) ,dari data tersebut sebanyak 12 laki-laki dan 10 perempuan positif terjangkit HIV. 


Kelompok usia produktif juga menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan jumlah 167 orang yang termasuk diantaranya  kelompok remaja sebanyak 28 kasus dan balita sebanyak 8 kasus. Peningkatan kasus HIV dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh beberapa faktor kombinasi diantaranya :


Pergaulan bebas serta kurangnya pengawasan orangtua, dan tidak ada penekanan dan hukum tetap yang dibuat oleh pemerintah bagi pelanggar. Penggunaan jarum suntik secara bergantian pada penyalahgunaan narkoba, kurangnya edukasi dan kesadaran untuk tes HIV secara rutin, sehingga lebih banyak orang tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi dan tanpa sadar menularkannya . Penularan ibu ke bayi selama kehamilan , persalinan hingga menyusui yang tidak diobati .


Islam melarang sepenuhnya pergaulan bebas. didalam Islam pergaulan dipisahkan laki-laki dengan laki-laki begitu juga perempuan dengan perempuan kecuali dalam konteks tertentu seperti muamalah ,kesehatan dan pendidikan . Islam melarang kita untuk berkhalawat antara laki -laki yang bukan mahram.  


Dalam Surah An-Nur ayat 30–31, Allah memerintahkan laki-laki dan perempuan yang beriman untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka.


Rasulullah SAW bersabda :

"Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya." 

(HR. al-Bukhari dan Sahih Muslim)


Islam juga melarang hubungan seksual sesama jenis karena selain mendapatkan azab dari Allah , hubungan sesama jenis  akan menimbulkan penyakit HIV/AIDS. Bukan hanya itu, dalam surah Al A'raf  ayat 80-84 nabi Luth berkata kepada kaumnya .

Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun sebelum kamu? Sungguh, kamu mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan. Bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas. 


Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda.

"Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan".

Para sahabat bertanya, "apakah itu wahai rasulallah?"

Beliau menyebutkan diantaranya berzina".


Islam tidak hanya melarang berbuat zina, tetapi juga melarang semua yang melanggar hukum-hukum syara' . Bagi pelanggar akan dikenakan sanksi/ukubat sesuai apa yang mereka perbuat. Bagi pezina laki-laki maupun perempuan yang belum menikah akan didera (dicambuk) sebanyak 100x dan bagi pezina yang sudah menikah akan dirajam hingga mati. 


Sudah sepatutnya pula kita menyadari dan beralih menata diri serta berdoa agar ditegakkannya khilafah yang merupakan kunci penyelesaian dari segala aspek problematika umat yang terjadi saat ini. Semua aturan akan kembali kepada aturan yang hakiki yaitu diterapkannya syariat Islam  Secara Kaffah. Dengan demikian, tidak ada lagi yang berani melanggar syariat islam, tidak ada lagi yang berani melakukan perzinahan dan semua tatanan hidup akan selaras seperti tegaknya Daulah Islam yang pernah diterapkan Rasulullah  SAW dan para sahabatnya.


WalLaahu a'lam bi ash-sawaab [ ]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Mudik Tahunan : Macet Parah dan Kecelakaan terus Terulang

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan