Palestina Bukan Sekadar Tanah, Tapi Amanah Umat
Oleh: Yuli Atmonegoro
(Aktivis Dakwah Serdang Bedagai)
Selama puluhan tahun, Palestina terus menjadi saksi penjajahan, perampasan tanah, pembantaian warga sipil, dan penghinaan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa. Namun yang lebih menyakitkan, semua itu terjadi di hadapan dunia yang menyaksikan tanpa tindakan yang mampu menghentikannya.
Ambisi Menguasai Palestina Secara Penuh
Perang yang terus berlangsung di Gaza bukan sekadar konflik biasa. Di saat ribuan nyawa melayang dan kota-kota dihancurkan, perluasan pemukiman di Tepi Barat terus berjalan. Tanah Palestina sedikit demi sedikit diambil, sementara rakyatnya terus dipaksa hidup dalam penderitaan.
Masjid Al-Aqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam juga terus menghadapi berbagai bentuk pelanggaran dan provokasi. Semua ini menunjukkan bahwa persoalan Palestina bukan hanya soal keamanan atau batas wilayah, tetapi menyangkut penguasaan tanah dan kedaulatan yang lebih luas.
Kejahatan yang Tidak Bisa Dinormalisasi
Pembunuhan warga sipil, penghancuran rumah, pengusiran penduduk, blokade bantuan kemanusiaan, dan perampasan tanah adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan oleh alasan apa pun. Ketika kezaliman dibiarkan berlangsung tanpa hukuman, maka kezaliman itu akan semakin besar.
Allah SWT berfirman:
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka." (QS. Hud: 113)
Ayat ini mengingatkan bahwa seorang Muslim tidak boleh ridha terhadap kezaliman, apalagi mendukungnya.
Mengapa Penderitaan Palestina Tak Kunjung Berakhir?
Salah satu penyebab utama lemahnya posisi umat Islam adalah perpecahan. Negeri-negeri Muslim berdiri sendiri-sendiri dengan kepentingan masing-masing, sementara musuh yang sama menghadapi mereka secara terorganisasi dan memiliki dukungan politik, ekonomi, serta militer yang kuat. Akibatnya, kecaman demi kecaman terus disampaikan, tetapi penderitaan rakyat Palestina tetap berlangsung.
Persatuan Umat Bukan Pilihan, Tetapi Kebutuhan
Islam mengajarkan bahwa kaum Muslim adalah satu umat.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya umat ini adalah umat kamu yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku." (QS. Al-Anbiya: 92)
Persatuan bukan sekadar slogan. Persatuan harus memiliki kekuatan nyata yang mampu melindungi kaum Muslim, menjaga kehormatan mereka, dan membebaskan wilayah yang dijajah.
Saatnya Umat Memikirkan Solusi Hakiki
Selama penyelesaian Palestina hanya diserahkan kepada diplomasi yang berulang-ulang gagal, sementara penjajahan terus berlangsung, maka penderitaan rakyat Palestina sulit berakhir.
Umat Islam perlu kembali memikirkan bagaimana mewujudkan persatuan politik yang kuat, kepemimpinan yang mampu melindungi umat, serta kekuatan yang dapat menghentikan penjajahan dan membebaskan tanah yang dirampas. Palestina tidak membutuhkan belas kasihan dunia. Palestina membutuhkan pembelaan yang nyata.
Masjid Al-Aqsa bukan milik bangsa tertentu. Ia adalah amanah seluruh umat Islam.
Dan amanah itu tidak boleh dilupakan.

Komentar
Posting Komentar