Aneksasi Zionis di Tepi Barat Terus Membara, New Gaza jadi Ajang Bisnis Amerika

Oleh : Ummu Mumtazah (Pegiat Literasi)

Setelah tembok pemisah antara Zionis dan Wilayah Gaza dibangun, kini Zionis semakin brutal menyerang wilayah Gaza dan semakin bebas menguasainya. Serangan tersebut terus menerus membabi buta baik lewat serangan darat maupun udara tanpa adanya rasa keadilan dan kemanusiaan. 

Terlebih lagi, aneksasi wilayah tepi Barat dengan tujuan memperluas wilayah jajahannya. Zionis terus melancarkan ribuan serangan, ancaman, teror oleh pemukim ilegal, penghancuran puluhan masjid dan pembangunan 2.300 unit perumahan ilegal Zionis. 

Kekerasan pun terus meningkat di pemukiman Tepi Barat tersebut. Palestina menyebutkan, bahwa serangan tersebut dikoordinasi oleh otoritas Israel. www.kompas.tv.com.

BOP Hanya Kedok atas Nama Perdamaian

Proyek New Gaza tersebut dilakukan semakin masif melalui kesepakatan BOP. Bukan meredam peperangan tetapi lebih mendukung kepada penguasaan dan pendudukan terhadap wilayah Palestina secara keseluruhan.

Banyak negeri kaum muslim di seluruh dunia berada dalam kedholiman bahkan kelaparan. PBB sebagai pihak yang seharusnya mendamaikan dunia tidak bisa berbuat apa-apa. Terlebih lagi, negeri-negeri muslim, mereka hanya bisa mengecam dan sampai sekarang tidak ada titik temu dan solusi sama sekali. Mereka sibuk dengan urusan negeri mereka masing-masing tanpa memperdulikan saudaranya yang berada dalam ketidakadilan. Padahal, jika ada persatuan untuk melakukan serangan dan perlawanan pasti hal itu bisa dilakukan untuk kemerdekaan Palestina. 

Kemerdekaan Palestina tidak akan diberikan oleh Zionis karena bertentangan dengan Isarael Raya. Solusi dua negara pun mustahil disepakati Zionis Israel, karena walaupun dilakukan kesepakatan pasti Zionis tidak akan menerima bahkan akan melanggarnya. 

Kini Palestina dijadikan lahan bisnis oleh AS dengan proyek New Gaza melalui strategi BOP-nya. Bukan mengamankan, tetapi menjadikan sebuah keuntungan yang menjanjikan. Padahal, tujuan BOP awalnya untuk mengamankan dan mencarikan solusi atas kebrutalan Zionis terhadap penduduk Palestina, namun hal tersebut hanyalah untuk menarik perhatian kaum Muslim saja. Semua itu hanyalah kedok yang mengatasnamakan perdamaian dan stabilitas global. 

Tidak Bisa Berharap kepada Zionis

Zionis hanyalah sekelompok manusia yang tidak mempunyai rasa prikemanusiaan apalagi belas kasihan. Berharap kemerdekaan Palestina terhadap Zionis hanyalah sebuah mimpi di siang bolong, yang ada dipemikiran mereka bagaimana caranya untuk menguasai wilayah Palestina dan mengusir penduduknya, bukan untuk memberikan kebebasan atau kemerdekaan sedikitpun. 

Karena itu, suatu hal yang mustahil Zionis berdamai dan memberikan sebagian wilayah yang telah dikuasainya bahkan direbutnya dari Palestina. Oleh karena itu, haram berharap kepada penguasa Barat imperialis apalagi yang menjadi pelindung Zionis. 

Hanya persatuan dan kesatuan negeri-negeri Muslim yang dapat menghentikan peperangan tersebut. Hanya dengan persatuan dan Jihad yang dapat membebaskan Palestina. Sebab, itu adalah kata kunci untuk melawan penjajah Zionis. 

Untuk membebaskan Palestina, kaum Muslim tidak bisa berharap kepada PBB apalagi kepada BOP yang jelas-jelas menjadikannya sebagai topeng perdamaian dunia. Sedangkan, penyerangan tidak bisa dihentikan. Topeng tersebut harus dibongkar di hadapan umat, agar umat tidak tertipu dengan mendukung penguasanya bergabung dengan BOP. Sebuah kebodohan dan strategi paling buruk di sejarah kehidupan yang mengatasnamakan perdamaian tetapi didalamnya penuh dengan pertumpahan darah dan ketidakadilan. Zionis laknatullah harus segera dihancurkan. Bergabungnya pemimpin negeri-negeri Muslim dengan BOP hanyalah sebuah pengkhianatan yang harus dihentikan. 

Umat tidak boleh diam dan berpangku tangan, karena di tangan umat muslimlah kebebasan negeri-negeri Muslim terutama Palestina akan didapatkan.  

Persatuan negeri-negeri Muslim harus dikerahkan melalui satu komando kepemimpinan yang bisa menyatukan yakni kepemimpinan di bawah Sistem Khilafah. Sistem ini harus terus diperjuangkan melalui dakwah politis yang bisa memahamkan umat untuk menyelamatkan wilayah Palestina agar bebas dari penjajahan Zionis.

Satu-satunya yang bisa dilakukan kaum Muslim yaitu dengan membangun kekuatan sendiri untuk menyelesaikan urusan mereka. Umat Islam sedunia harus mulai bergerak untuk bersatu dengan ikatan akidah Islam. Melalui Ukhuwah Islamiyah, umat Islam mampu menghapuskan sekat kebangsaan, batas wilayah dan kepentingan sektoral. Seorang pemimpin (Khalifah) akan menjadi tameng dan pelindung umat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,. 

إنما الإمام جنة يقاتل من ورءه ويتقى به

Artinya : Imam (Khalifah) itu laksana perisai; kaum muslimin berperang di belakang dia dan dilindungi dirinya. (HR. Muslim). 

Namun hal itu hanya bisa dilakukan dengan penerapan Islam Kaffah dalam setiap aspek kehidupan di bawah kepemimpinan global umat Islam yakni seorang Khalifah. Pemimpin yang menjadi perisai sekaligus pelindung umat Islam sedunia dari serangan penjajah kafir Barat dan Timur serta menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik.

Wallahu a'lam bi ash shawwab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gencatan Senjata Palsu: Ketika Perdamaian Dijadikan Alat Penjajahan

Mudik Tahunan : Macet Parah dan Kecelakaan terus Terulang

Ilusi Keadilan dalam Sistem Hukum Sekuler, Islam Menjamin Keadilan