Dehumanisasi Muslim Palestina Oleh Zionis Makin Mengerikan!
Oleh : Asriani Ummu Rayyan
Dehumanisasi Muslim Palestina Oleh Zionis Makin Mengerikan!
Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis sangat mengerikan, menimpa tidak hanya orang yang hidup, tetapi juga yang sudah mati. Orang yang hidup dibunuh, termasuk anak - anak yang sudah mati, jenazahnya tidak boleh dikuburkan di tanahnya sendiri, bahkan harus dibongkar lagi dan dipindahkan. Sungguh miris dan menyayat hati aksi dari Zionis Israel ini yang tidak berprikemanusiaan.
Wilayah yang dikuasai Zionis makin luas. Mereka juga menyiapkan serangan baru untuk memperluas pendudukan. Warga Gaza di Palestina ditindas, dibunuh dengan cara membabi buta, tanpa ada belas kasihan sedikitpun. Gaza menjadi tempat paling mematikan bagi Jurnalis. Lebih dari 300 Jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023. Pembunuhan para Jurnalis ini bertujuan untuk membungkam mata dunia terhadap keadaan Gaza di Palestina yang sangat memprihatinkan.
Jumlah masyarakat yang jadi korban di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.736 orang tewas dan 172.535 orang luka - luka. Banyak anak Palestina yang tubuhnya diamputasi akibat Perang. Minimnya tenaga medis spesial prostetik dan pembatasan masuknya material medis ke jalur Gaza menjadi penyebab ribuan korban tak mampu mengakses perawatan yang memadai.
Genosida tetap berlanjut meskipun gencatan senjata telah disepakati, sehingga serangan yang dilakukan Zionis Israel telah melumpuhkan Gaza bahkan menghancurkan infrastruktur Gaza. Kebiadaban Zionis Israel kian di luar batas manusiawi, akibatnya banyak korban yang mengalami luka - luka dan juga banyak warga sipil yang tewas karena kebrutalan Zionis Israel.
Kekejaman yang dilakukan Zionis Israel ini terus berlanjut dengan cara melakukan pengusiran terhadap seluruh penduduk Gaza, bahkan ada yang diculik, disiksa, direnggut kehormatannya dan, dibunuh langsung secara sadis. Zionis makin liar melakukan serangan demi serangan yang tidak manusiawi tanpa memandang buluh, dimana korbannya banyak anak - anak yang tidak berdosa menjadi korban akibat dari serangan Zionis Israel.
Melihat, mendengar, dan, menyaksikan secara langsung kekejaman Zionis Israel ini, pertanyaannya apakah kita harus diam dan tutup mata melihat semua kejadian yang tidak manusiawi ini? Tentunya publik lebih bijak dalam menilai tragedi kemanusiaan yang dialami oleh warga Gaza di wilayah Palestina hari ini.
Dukungan Amerika Serikat, terhadap Pendudukan Zionis Israel dan, paham Nasionalisme. Dalam dinamika geopolitik global, Amerika Serikat dikenal sebagai sekutu utama Zionis Israel. Karena hubungan strategis ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu faktor utama kuatnya posisi Zionis Israel di kawasan Timur Tengah.
Pengamat politik internasional menilai bahwa dukungan Amerika Serikat terhadap Zionis Israel membuat penyelesaian konflik Palestina menjadi semakin sulit. Ketika resolusi - resolusi internasional terkait Palestina diajukan di forum global, posisi Amerika Serikat sering kali berpihak kepada Zionis Israel.
Oleh karena itu Zionis Israel tidak mempedulikan kesepakatan gencatan senjata dan terus menyerang Gaza (dengan dukungan politik, militer, dan keuangan dari AS) untuk memperluas pendudukannya dan melakukan genosida hingga jumlah korban makin banyak, termasuk anak - anak. Untuk membungkam pers dari menyiarkan kejahatan mereka pada dunia, Zionis menargetkan pembunuhan para Jurnalis.
Dunia dan kaum muslim seharusnya tidak diam atas pendudukan Gaza. Akar masalah Gaza adalah keberadaan entitas Zionis di tanah milik muslim Palestina sehingga entitas ini harus dihapuskan dari muka bumi. Penguasa di lebih dari 50 negeri muslim hari ini tidak tergerak untuk melakukan jihad membebaskan Palestina karena mereka terbelenggu oleh nasionalisme yang telah mengikis ukhuah islamiyah.
Nasionalisme sering membuat negeri - negeri muslim lebih fokus pada kepentingan domestik dibanding solidaritas global umat islam. Selain itu, juga memperlemah posisi dunia islam dalam menghadapi isu Palestina. Sebagian negeri muslim memiliki hubungan diplomatik dan ekonomi yang erat dengan Amerika Serikat maupun negeri - negeri barat sehingga langkah politik mereka sering dipengaruhi kepentingan strategis global. Akibatnya respon dunia islam terhadap Palestina sering terbatas pada pernyataan diplomatik, bantuan kemanusiaan, atau kecaman politik tanpa langkah kolektif yang lebih kuat.
Solusi Hakiki Jihad dan khilafah
Hubungan persaudaraan antar muslim bukan sekedar ikatan biasa, melainkan ikatan biologis spiritual yang sangat erat. Seorang muslim idealnya langsung tergerak untuk membantu, mendoakan, atau sedih saat mendengar saudaranya di tempat lain tertimpa musibah.
Jika ada satu wilayah atau kelompok muslim yang dizalimi atau mengalami kesulitan, muslim di wilayah lain wajib memberikan pembelaan atau bantuan sesuai kemampuannya. Berikut HR.Bukhari dan Muslim :
Artinya:"Perumpamaan orang - orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuh lainnya ikut merasakan sakit hingga tidak bisa tidur dan demam."(HR.Bukhari dan Muslim).
Pembebasan Palestina butuh ukhuah islamiyah hakiki berupa persatuan muslim sedunia untuk berjihad, ukhuah ini hanya terwujud dengan khilafah yang merupakan institusi pemersatu umat.
Jihad terbaik yaitu menyuarakan kebenaran di hadapan Penguasa zalim. Berikut HR.Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah :
Artinya:"Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran (keadilan) di hadapan penguasa yang zalim."
Kewajiban mencegah Kezaliman dengan segala kemampuan secara umum, menindak kezaliman (kemungkaran) adalah kewajiban bertingkat bagi setiap muslim berdasarkan kapasitas yang dimilikinya.
Berikut HR. Muslim :
Artinya:"Siapa yang melihat kemungkaran diantara kalian, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya(kekuasaan/tindakan fisik). Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Dan jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya (membencinya), dan itulah selemah - lemahnya iman."
Oleh sebab itu peran penting kekuasaan dalam negara Khilafah akan menghentikan pendudukan dan genosida Zionis israel terhadap Palestina dan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya, sekaligus me- riayah warga Palestina agar bisa hidup mulia.
Agenda utama (qadhiyah masiriyah) umat islam hari ini adalah penegakan khilafah yang akan mengerahkan militer di dunia islam untuk melakukan jihad membebaskan Palestina dan menghilangkan entitas Zionis Israel.
Hanya dengan penerapan islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah islamiyah mampu menghentikan segala bentuk penjajahan khususnya di wilayah Palestina tanpa ada lagi korban yang berjatuhan.
Sejarah telah membuktikan bahwa saat negeri - negeri Muslim bersatu dalam institusi Khilafah, di bawah kepemimpinan seorang Khalifah, kaum muslim di seluruh dunia merasakan perlindungan. Ini karena fungsi Khalifah adalah menjadi perisai bagi rakyatnya sekaligus penjaga agama islam.
Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah Saw. yang artinya:"Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah perisai; kaum Muslim berperang di belakangnya dan berlindung kepada dirinya."(HR. al- Bukhari dan Muslim).
WalLaahu a'lam bi ash-shawaab.

Komentar
Posting Komentar