Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Generasi Digital: Dari Brain Rot Menuju Kebangkitan Berpikir

Gambar
Oleh : Reskidayanti, S.Pd Istilah brain rot telah lama populer di media sosial. Istilah ini merujuk pada kondisi melemahnya fungsi kognitif seseorang akibat terlalu sering terpapar konten non-edukatif. Bahkan, kata brain rot ditetapkan oleh Oxford sebagai Word of the Year pada 2024. Di Indonesia sendiri, istilah ini mulai ramai diperbincangkan sejak Januari. Fenomena ini sangat relevan, terutama bagi Generasi Z yang dikenal sebagai generasi digital native dengan tingkat aktivitas berselancar di media sosial yang sangat tinggi. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa pada 2023 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 215 juta jiwa. Angka ini meningkat menjadi 221,5 juta jiwa pada 2024, dan kembali melonjak menjadi 229,4 juta jiwa pada 2025. Survei APJII juga mengungkap bahwa Generasi Z (lahir 1997–2012, usia 12–27 tahun) merupakan kelompok paling dominan dalam penggunaan internet, dengan kontribusi 25,54 persen ...

Peran Strategis Ibu Bagi Generasi Ideologis

Gambar
  Oleh : Ummu Mumtazah (Pegiat Literasi) Di tengah  berbagai problematika kehidupan saat ini, seorang ibu perannya sangat penting dalam mendidik generasi agar mereka dapat berguna bagi agama, bangsa dan negaranya. Hal tersebut tidaklah mudah karena berbagai rintangan pun harus dihadapi seorang ibu agar berdiri kokoh  dalam mendidik dan membina generasi ke arah yang lebih baik. Mereka harus berlapang dada walaupun kadang pengorbanannya tidak dipandang sebelah mata.  Seorang ibu, selain tugasnya melahirkan anak juga melahirkan generasi peradaban yang tangguh,  yang dapat memikul risalah, penjaga akidah dan penegak kemuliaan Islam. Mereka itulah yang akan dilahirkan dari perempuan-perempuan hebat, beriman dan yang sadar akan perjuangan  Islam. Dengan demikian ibu tersebut bisa dikatakan  sebagai pencetak generasi pemimpin dan penakluk yang tidak takut oleh apapun dan siapapun kecuali hanya kepada Alloh SWT, sebab generasi visioner memiliki visi yang mampu...

Generasi Muda di Tengah Derasnya Arus Digital : Antara Potensi Perubahan dan Bahaya Penyesatan Arah

Gambar
  (Ummu Amira – Pemerhati Generasi) Derasnya arus informasi digital hari ini merupakan realitas yang tak terbantahkan. Generasi muda menjadi kelompok yang paling terdampak sekaligus paling terlibat di dalamnya. Media sosial, platform video, game daring, hingga beragam aplikasi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka. Di satu sisi, kondisi ini membuka akses luas terhadap informasi dan wacana global. Namun di sisi lain, arus yang tak terkendali ini justru menghadirkan tantangan besar yang mengancam arah hidup generasi muda itu sendiri. Fakta menunjukkan bahwa tingkat screen time generasi muda kian tinggi. Waktu yang seharusnya digunakan untuk berinteraksi sosial, mengasah potensi diri, dan mengambil peran nyata dalam kehidupan justru tersita oleh layar. Kondisi ini bukan sekadar soal kebiasaan individual, melainkan bagian dari desain besar dunia digital yang menjadikan perhatian manusia sebagai komoditas. Akibatnya, generasi muda berisiko terjebak dalam du...

Kapitalisme Digital: Ancaman Nyata bagi Mental Generasi Muda

Gambar
Oleh : Reskidayanti, S.Pd Gawai atau ponsel pintar kini menjadi bagian tak terpisah kan dari kehidupan manusia modern. Banyak aktivitas manusia yang terbantu olehnya, mulai dari komunikasi hingga pekerjaan. Namun di balik kemudahan tersebut, masifnya penggunaan ponsel dan internet justru memunculkan ancaman serius terhadap kesehatan mental, khususnya generasi muda. Data menunjukkan bahwa sekitar 60% masyarakat Indonesia mengakses internet melalui ponsel, melampaui pengguna komputer yang hanya 37%. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata global (CNNIndonesia). Bahkan, Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan tingkat kecanduan gawai tertinggi di dunia (CNBC Indonesia). Fakta ini seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak. Kecanduan Akut Tanpa Pembatasan Fenomena meningkatnya jumlah pengguna ponsel pintar, disertai durasi penggunaan internet yang semakin panjang, telah menarik perhatian banyak peneliti dan pemerhati kesehatan. Berbagai pene...

Potret Buram Pendidikan Pasca Bencana, Bukti Kegagalan Paradigma Kepemimpinan Kapitalisme

Gambar
  Oleh : Ummu Hayyan, S.P. (Pegiat Literasi) Bencana banjir bandang telah usai. Namun, bencana tersebut meninggalkan permasalahan yang kompleks. Diantaranya adalah bidang pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan lebih dari 1000 sekolah rusak akibat banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera pada pekan terakhir November 2025. Ribuan satuan pendidikan yang rusak akibat banjir Sumatera itu meliputi pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas. Tempo.co. Data per 7 Desember 2025 menunjukkan sebanyak 2.798 satuan pendidikan rusak dengan tingkat yang beragam. Selain itu, sebanyak 208.000 siswa dan 19.000 guru serta tenaga kependidikan menjadi korban terdampak secara langsung. Melihat keadaan ini Kemendikdasmen menegaskan, 3 kebutuhan utama dalam proses pemulihan pasca bencana. Kompas.com. Berdasarkan data posko terpadu pemerintah Aceh, hingga Ahad 14 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, dunia pendidikan Aceh menjadi salah satu sektor yang paling terpukul set...

Algoritma Kapitalisme, Perangkap Sistemik Bagi Generasi

Gambar
  Oleh : Ummu Mumtazah (Aktivis dan Pemerhati Generasi) Pemuda sangat diharapkan bangsa sebagai penerus pemimpin bangsa, sekaligus menjadi tonggak awal peradaban yang mulia.  Namun, harapan itu seakan sirna ketika medsos yang lahir ditengah-tengah masyarakat hampir membinasakan kebiasaan para pemuda, sehingga hidupnya semakin stagnan, mager, segala sesuatu  ingin dicapai secara instan tanpa berusaha keras untuk mewujudkannya. Inilah yang menimpa banyak generasi  saat ini, yang tidak bisa mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.  Seiring perkembangan  zaman, banyak generasi yang terjebak dalam permainan digital. Selain yang berkaitan dengan banyaknya konten yang menghasikan banyak cuan, platform digital telah berubah dari alat teknis menjadi sarana penyebaran ideologi sekularisme.  Pemuda dengan ekonominya yang terbatas, demi gaya hidup dan hiburan akan mudah disasar iklan judol dan pinjol karena kerja algoritma yang menargetkan mereka berdasarkan kere...

Kerapuhan Rumah Tangga Akibat Kapitalisme, Islam Solusinya

Gambar
  Oleh: Yeni Sri Wahyuni Tingkat perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, cukup signifikan. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menginformasikan bahwa setiap bulan, terdapat antara 5 hingga 6 kasus perceraian di antara ASN yang bertugas di Dinas Pendidikan Ciamis. Faktor-faktor utama yang menyebabkan tingginya angka perceraian adalah masalah ekonomi dan ketidakcocokan antara pasangan. Pemerintah Kabupaten Ciamis telah berusaha sebaik mungkin untuk menekan angka perceraian melalui berbagai kegiatan pembinaan dan program konseling. (Harapanrakyat.com, 03/12/2025) Tingginya angka perceraian yang sebagian besar disebabkan oleh masalah ekonomi mencerminkan betapa rapuhnya bangunan keluarga muslim. Tingginya biaya hidup yang menyebabkan kesulitan ekonomi membuat rumah tangga rentan terhadap konflik, meskipun mereka memiliki pendapatan tetap. Banyak ASN yang terkadang menjaminkan SK mereka di bank untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti...

Bencana Sumatera Buah kejahatan Lingkungan Akibat legitimasi Kebijakan Sistem Kapitalisme

Gambar
  Oleh : Pena Senja Aktivis Pemerhati Umat   Bencana longsor hingga banjir bandang yang terjadi di wilyah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh terjadi bukan hanya karena curah hujan yang sangat tinggi namun juga karena menurunnya daya tampung wilayah, baik sunga, daerah resapan maupun tata ruang yang semakin tidak terkendali.  Sampai saat ini pemerintah pusat belum menyatakan banjir bandang dan longsor di pulau Sumatera sebagai bencana nasional. Padahal bencana ini telah menimbulkan dampak yang luar biasa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 604 korban meninggal dunia dan 464 jiwa dinyatakan hilang. Di Aceh tercatat 156 orang meninggal dunia, korban hilang 181 orang dan 1.800 orang mengalami lika-luka. Di Sumatera Barat 165 orang meninggal, 114 orang dinyatakan hilang dan 112 orang mengalami luka. Kondisi ini diperburuk dengan kerusakan infrastruktur yang akses yang sulit ditembus. Di Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal ...

Menyoal Efektivitas PP Tunas dalam Lindungi Anak di Ruang Digital

Gambar
 Oleh : Ummu Hayyan, S.P. (Pegiat Literasi) Beberapa negara, termasuk Indonesia sedang proses memberlakukan aturan pembatasan media sosial bagi anak-anak dan remaja. Latar belakangnya karena media sosial dianggap menjadi pemicu masalah mental dan kerusakan moral generasi. Menteri komunikasi dan digital (Komdigi) mengungkapkan, bahwa data terbaru dari United Nations Children Fun (UNICEF) menunjukkan sebanyak 48% anak-anak di Indonesia pernah mengalami cyber bullying.Tidak hanya itu, 50% dari anak-anak pengguna internet juga pernah terpapar konten dewasa. Kompas.com. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat telah menangani sebanyak 596.457 konten pornografi di ruang digital sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 6 Oktober 2025. Data tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa 89% anak usia 5 tahun ke atas di Indonesia sudah menggunakan internet. Mayoritas dari mereka mengakses media sosial. Kompas.com. Tingginya akses digital t...

MENGATASI PERUNDUNGAN DI KALANGAN REMAJA

Gambar
 Oleh: Tri Siswoyo / aktivis Dakwah  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menggelar kampanye anti-bullying melalui kegiatan Jalan Pagi Bersama yang diadakan pada 29 November 2025 lalu. Dengan mengangkat tema Teman adalah Sahabat, program ini mengajak siswa untuk membangun hubungan pertemanan yang saling mendukung, saling menjaga, dan menjauhkan perilaku perundungan di sekolah.  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan menekankan bahwa tema tersebut bertujuan membangun kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik. Tetapi juga perkembangan karakter dan empati.  Dia juga mengatakan teman itu tidak selalu berarti sahabat, tetapi melalui kegiatan tersebut ia ingin mengajak anak-anak memahami bahwa teman bisa menjadi sahabat. Tempat saling menjaga dan saling melindungi. Jika persahabatan itu kuat, maka bullying dapat dihilangkan. Dia menjelaskan bahwa sekolah-sekolah telah diarahkan memperbanyak kegiatan pembelajaran di luar kelas. P...

Ibu dan Bayi Meninggal Akibat Bobroknya Pelayanan Kesehatan

Gambar
Ibu dan Bayi Meninggal Akibat Bobroknya Pelayanan Kesehatan Oleh: Sarlin, Amd. Kep (Pegiat Literasi) Tragis sekali kisah Irene Sokoy, warga Kampung Hobong, Sentani, Jayapura, Papua. Ibu hamil ini meninggal dunia bersama janin berusia enam bulan di kandungannya karena terlambat mendapat pertolongan, padahal kondisinya sudah bukaan enam dan mengalami pecah ketuban. (Antara, Sabtu 22/11/2025). Kisah pilu seperti yang dialami Irene dan bayinya bukanlah hal yang terjadi hanya hari ini. Di luar sana mungkin masih banyak kasus serupa yang disebabkan buruknya pelayanan kesehatan dengan alasan administrasi dan berbelit-belitnya prosedur yang harus diikuti. Ketika pelayanan kesehatan yang buruk berujung hilangnya dua nyawa, ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Dalam sistem kehidupan hari ini, yakni sekuler kapitalis, layanan kesehatan dijadikan sebagai ladang bisnis yang hanya mengejar keuntungan materi. Fokus utama bukan lagi pemenuhan kebutuhan dan keselamatan pasien. Merek...

Narasi "Marriage is Scary" Akibat "Economic Scarring"

Gambar
  Oleh : Ummu Hayyan, S.P. (Pegiat Literasi) Beda zaman, beda tantangan. Tantangan yang berbeda melahirkan cara pandang yang berbeda pula. Salah satunya dalam memandang sebuah pernikahan. Dahulu, anak muda menempatkan pernikahan sebagai tonggak kedewasaan yang harus dicapai. Namun, di era sekarang tampaknya pandangan tersebut mengalami pergeseran. Salah satunya bisa dilihat dari sebuah fenomena yang belakangan ini sedang hangat diperbincangkan di media sosial, yakni mengenai generasi muda yang lebih takut miskin daripada takut tidak menikah. Narasi tersebut menggambarkan anak-anak muda cenderung menempatkan keamanan finansial sebagai prioritas utama. Mereka menggeser jauh keinginan membangun keluarga atau menanggapi tuntutan sosial untuk segera menikah. Fenomena tersebut sebetulnya masih erat kaitannya dengan narasi ”ketakutan seseorang untuk menikah” atau dikenal dengan istilah marriage is scarry. Salah satu yang ditakutkan setelah pernikahan ialah tuntutan ekonomi yang semakin be...

Kapitalisme Digital: Mesin Perusak Mental Generasi Indonesia

Gambar
  Oleh : Ummu Amira (Dosen dan Pemerhati Generasi) Laporan Digital 2025 Global Overview mencatat bahwa 98,7% penduduk Indonesia berusia 16 tahun ke atas menggunakan ponsel untuk mengakses internet, melampaui Filipina dan Afrika Selatan yang mencapai 98,5%. Angka ini menunjukkan dominasi ponsel sebagai perangkat utama konektivitas digital di Tanah Air, didorong oleh harga smartphone terjangkau dan jaringan seluler yang merata. Dari laporan juga terlihat bahwa durasi online harian orang Indonesia lumayan lama. Rata-rata waktu online harian masyarakat Indonesia mencapai 7 jam 22 menit, lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 6 jam 38 menit. Meski begitu, durasi ini masih kalah dibandingkan Afrika Selatan dan Brasil yang melebihi 9 jam per hari, mencerminkan pola konsumsi konten digital yang intens di negara-negara berkembang. Di era digital saat ini, kapitalisme digital memang tidak hanya menghadirkan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga memicu masalah serius yang men...

NORMALISASI: POLITIK TIPU-TIPU BARAT DAN ISRAEL MENGOKOHKAN PENJAJAHAN DI DUNIA ISLAM

Gambar
NORMALISASI: POLITIK TIPU-TIPU BARAT DAN ISRAEL MENGOKOHKAN PENJAJAHAN DI DUNIA ISLAM Oleh: Ibu Frida (Pegiat Literasi) Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, dalam sidang PBB pada September 2023 menyatakan bahwa “Saat normalisasi Arab Saudi–Israel terjadi maka Timur Tengah akan menjadi wilayah yang damai dan sejahtera. Syaratnya, ancaman Iran dan kelompok teroris harus dihilangkan.” Pernyataan ini jelas menjadi pesan bahwa siapa pun yang menghalangi kepentingan politik Israel akan dihancurkan. Namun perlu dicatat, Israel tidak pernah berdiri sendiri. Di balik kebijakan politiknya di kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat (AS) menjadi pendukung penuh yang selalu memastikan keamanan Israel. Normalisasi hubungan antara Arab dan Israel sejatinya merupakan bentuk penguatan koalisi politik dan keamanan kedua rezim tersebut. Iran dan Palestina dianggap sebagai penghalang bagi AS dan Israel untuk mewujudkan proyek New Middle East atau Timur Tengah Baru. Peristiwa genosida di Gaza tahun 20...