Postingan

Entitas Zionis Israel Bangun Tembok Membelah Gaza

Oleh : Ummu Mumtazah (Pegiat Literasi) Entitas Zionis diam-diam membangun tembok  tanah raksasa sepanjang 23 km yang membelah lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza, yang menunjukkan pembangunannya berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Dilansir dari Associated Pers, Selasa (21/07/2026).  Laporan  AP juga menyebutkan  bahwa pembangunan penghalang berlangsung ketika kondisi kemanusian di Gaza terus memburuk. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai lembaga Bantuan Internasional berulang kali memperingatkan,  bahwa pembatasan akses dan kerusakan infrastruktur telah memperparah krisis, pangan, kesehatan dan pengungsian wilayah kantong Palestina tersebut.  Tujuan pembangunan benteng tersebut berfungsi sebagai zona aman keamanan militer sekaligus menghambat pergerakan penduduk dari satu bagian Gaza ke bagian yang lainnya, untuk mencegah Hamas membangun kembali kemampuan militernya. Selain itu,  juga untuk menghancurkan infrastruktur kelompok tersebu...

Tembok Pembelah Gaza: Bukti Ambisi Zionis Menghapus Palestina

Gambar
  Sumber Gambar : www.eramuslim.com Oleh : Reskidayanti Tembok Pembelah Gaza: Bukti Ambisi Zionis Menghapus Palestina Berdirinya tembok raksasa sepanjang 23 km yang membelah lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza kini terungkap melalui citra satelit. Dilansir dari Associated Press , Selasa (21/7/2026), proyek tersebut dinilai semakin memperdalam pemisahan wilayah di Jalur Gaza. Tembok itu melintasi sejumlah permukiman Palestina yang telah hancur dibombardir Israel, di wilayah yang dihuni lebih dari dua juta penduduk [Kompas.com]. Peta militer Israel yang dirilis Maret lalu menunjukkan perluasan zona terlarang. Akibatnya, sebagian besar Gaza kini berada di bawah pembatasan Israel. Sementara itu, citra satelit menunjukkan di sisi timur garis kuning tersebut sebagian besar bangunan telah diratakan. Sejumlah kota praktis telah terhapus, seperti Rafah, yang sebelumnya dihuni lebih dari 250.000 orang sebelum perang. Ambisi Israel di Balik Tembok Sampai saat ini konflik Israel-Palestina be...

Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bukti Kuatnya Kapitalisasi Energi

Oleh Haura (Pegiat Literasi) Antrean BBM Mengular Antrean BBM kembali terjadi di berbagai daerah seperti di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Timur. Tak luput antrean Panjang kendaraan yang mengantre BBM terjadi juga di sebagian SPBU wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Yogyakarta. Dilansir www.bbc.com (14/07/2026), Seorang sopir truk berusia 50 tahun ditemukan meninggal dunia di balik kemudi saat mengantre solar di SPBU Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Polisi menyebut korban diduga meninggal akibat kelelahan. Salah satu petugas SPBU jalan Gusti Hamzah Pontianak mengatakan pendistribusian bensin ke SPBU belakangan membutuhkan waktu lebih lama dibanding biasanya. Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU kawasan Sungai Jawi. Antrean kendaraan masih tampak pada pagi hari.  Seorang petugas di SPBU tersebut mengaku pasokan bensin yang diterima belakangan mengalami pengurangan dibanding se...

Pajak Libatkan Aparat : Kepatuhan atau Pemaksaan?

Oleh Ummu Hayyan (Pegiat Literasi) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak sebagai acuan terbaru dalam pelaksanaan pengawasan perpajakan. Beleid yang ditetapkan pada 15 Juli 2026 tersebut diterbitkan untuk mendukung implementasi PMK No. 111/2025 tentang Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak, sekaligus menyesuaikan proses bisnis pengawasan dengan implementasi Coretax DJP dan pengembangan teknologi informasi. pajakku.com. Dalam SE-8/PJ/2026 disebutkan, bahwa pengawasan lapangan dan kewilayahan dapat dilakukan dengan melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas. Meskipun demikian, pemerintah menegaskan Babinsa dan Babinkamtibmas bukan petugas pajak dan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan, pemeriksaan, penagihan, maupun penegakan hukum di bidang perpajakan. Semua kewenangan tersebut adalah milik pelaksanaan tugas perpajakan. Pengaturan ini telah menjadi pedoman internal DJP sej...

Nasihat Kepada Pemimpin Bukan Pembangkangan

Oleh : Ummu Hayyan, S.P (Pegiat Literasi) Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia secara fikih sah memenuhi syarat sebagai Ulil Amri (Waliyul Amri).  Kedudukan ini dinilai sangat krusial, karena jika legalitas keagamaan Presiden ditolak, hal tersebut akan berdampak sistemik pada tidak sahnya berbagai urusan keagamaan yang difasilitasi oleh negara. mui.or.id. Pernyataan tersebut kembali muncul saat suara kritis masyarakat makin menggema terhadap berbagai kebijakan penguasa yang tidak memihak rakyat. Tindakan penguasa yang tidak mencerminkan profil diri sebagai pemimpin yang profesional dan berakhlak mulia membuat masyarakat bersuara hingga turun ke jalan (demonstrasi) untuk menyampaikan koreksi dan tuntutannya.  Namun, kritikan rakyat tersebut dianggap sebagai suatu pembangkangan. Hal ini justru diungkapkan oleh tokoh agama. Menteri Agama nasaruddin Umar menyatakan bahwa nasihat kepada penguasa ...

Ruang Aman Anak Hanya Slogan, Hari Anak Nasional Hanya Seremonial

 Oleh : Ummu Hayyan, S.P Pada tanggal 23 juli, Indonesia memperingatinya sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Tahun ini peringatan Hari Anak Nasional mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" yang diwujudkan melalui gerakan nasional ruang aman nyaman anak. Melalui gerakan ini, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat menghadirkan ruang yang aman dan nyaman agar anak dapat tumbuh, berkembang, serta memperoleh perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengajak anak-anak Indonesia tumbuh sebagai generasi yang saling menjaga dengan menolak segala bentuk kekerasan, peduli terhadap sesama, serta menciptakan lingkungan yang aman.  Ironisnya,  dibalik hingar-bingar peringatan tersebut, fakta di lapangan sangat memprihatinkan. Anak-anak Indonesia masih menghadapi ancaman kekerasan di berbagai tempat, bahkan di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman seperti rumah dan sek...

LGBT Bagian dari Keragaman: Cermin Cacatnya Intelektualitas

Gambar
  Sumber gambar : www.bbc.com LGBT Bagian dari Keragaman: Cermin Cacatnya Intelektualitas Oleh : Asriani Ummu Rayyan Universitas Indonesia (UI) buka suara soal unggahan viral yang disebut hasil kajian BEM Fakultas Psikologi soal LGBT. UI menyebut kajian dari BEM tersebut bukan sikap resmi kampus. Dilihat dari sejumlah akun media sosial, Jumat (3/7/2026). BEM Psikologi UI mengunggah konten yang berisi hasil kajian American Psychological Association pada 2008. Kajian itu menyebut tak ada riset yang mendukung sudut pandang bahwa homoseksualitas adalah gangguan mental atau bentuk penyimpangan. Unggahan tersebut sudah dihapus dari akun Instagram BEM Psikologi UI. Namun, tangkapan layarnya sudah viral dan diunggah sejumlah akun lain hingga viral. UI kemudian merespon unggahan yang viral itu. UI menyebut kajian dari organisasi kemahasiswaan tidak mencerminkan posisi resmi UI selaku Institusi. "Kami memahami adanya perhatian publik terhadap konten yang diproduksi oleh salah satu organisas...

Meluruskan Kembali Makna Fardhu Kifayah dalam Menegakkan Kepemimpinan Islam

 Oleh : Ummu Hayyan (Pegiat Literasi) Secara fitrah, manusia selalu hidup berkelompok. Kelompok manusia pasti membutuhkan pemimpin. Oleh karena itu, manusia tidak bisa hidup tanpa kepemimpinan. Bahkan, kelompok kecil pun membutuhkan pemimpin. Tanpa pemimpin, aturan sulit ditegakkan, urusan bersama menjadi kacau, dan arah perjuangan menjadi tidak jelas.  Sebagai sebuah ideologi, Islam tidak membiarkan umatnya hidup tanpa kepemimpinan. Islam bukan hanya mengatur ibadah pribadi, tetapi juga mengatur kehidupan masyarakat hingga negara. Hal ini dapat dipahami dari khazanah fiqih sistem ekonomi Islam, hukum islam, pendidikan Islam, hingga hubungan antar negara dalam pandangan geopolitik Islam.  Agar semua syariat Allah di setiap level bisa berjalan, Islam menetapkan adanya sistem kepemimpinan umum bagi kaum muslim yang dikenal dengan nama Khilafah.  Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda : "dahulu Bani Israil dipimpin oleh para nabi, seti...

Zionis Sengaja Menargetkan Anak - Anak di Gaza

Gambar
  Sumber gambar : www.bbc.com Zionis Sengaja Menargetkan Anak - Anak di Gaza Oleh : Asriani Ummu Rayyan Laporan lembaga PBB menyatakan zionis Israel sengaja menargetkan serangan terhadap anak Gaza hingga lebih dari seribu anak syahid sejak oktober 2023. Setiap hari zionis Israel membunuh satu anak Gaza. Laporan tersebut menemukan bahwa orang yang meninggal di Gaza sejak dimulainya perang adalah anak - anak. Anak - anak lainnya mengalami luka fisik hingga banyak yang cacat sekaligus mengalami trauma psikologis yang berat. Blokade bantuan ke jalur Gaza juga menimbulkan dampak buruk pada anak - anak Palestina, menyebabkan kematian akibat kelaparan dan meningkatnya penyakit ketika tingkat imunisasi menurun. Sehingga masa depan anak Gaza terancam, ini merupakan genosida oleh zionis Israel. Genosida dan Kejahatan Perang Zionis Israel sengaja menargetkan anak - anak Gaza dalam rangka genosida untuk menghabisi muslim Palestina. Zionis Israel melakukan segala cara (termasuk membunuh anak - ...

Cemas Berujung Resistensi: Jalan Gen Z Mencari Perubahan

Gambar
Sumber gambar : kompasiana.com Oleh : Reskidayanti   Cemas Berujung Resistensi: Jalan Gen Z Mencari Perubahan Berbagai survei menunjukkan Gen Z hari ini tengah mengalami krisis mental yang serius. Dari survei yang melibatkan 1.158 responden Gen Z, yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 lalu, menunjukkan kondisi mental Gen Z tidak baik-baik saja. Kekhawatiran terhadap masa depan menjadi pemicu utama gangguan mental dengan proporsi mencapai 60%. Lebih dari separuh Gen Z, yakni mencapai 54%, mengatakan kecemasan mereka semakin memburuk. Tak hanya itu, hasil survei Deloitte mengungkapkan bahwa kekhawatiran terbesar mereka berkaitan dengan biaya hidup, yakni sebesar 53%. Situasi ini mencerminkan semakin sulitnya generasi muda membangun masa depan yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi. Fenomena serupa juga dialami Gen Z di berbagai negara di dunia. *Studi Kondisi Pendidikan Tinggi Lumina Foundation-Gallup* 2026 menyebutkan semakin banyak Gen Z yang cemas, bahkan marah, te...

Dinamika Hubungan Penguasa dan Rakyat Dalam Sistem Islam.

Gambar
sumber gambar : tatsqif.com Dinamika Hubungan Penguasa dan Rakyat Dalam Sistem Islam Oleh : Asriani Ummu Rayyan Hubungan antara negara (penguasa) dan warga negara merupakan fondasi utama dalam diskursus tata kelola pemerintahan. Fenomena belakangan ini memperlihatkan gelombang protes dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat sipil terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.  Aksi ini membawa narasi utama "Indonesia Menuju Bangkrut" dan juga terkait dengan isu - isu seperti ;  Program Makan  Bergizi Gratis , kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif  Listrik, hingga eskalasi biaya hidup menjadi sorotan utama.  Aksi kolektif ini, baik melalui demonstrasi di ruang publik maupun kritik di media sosial , merepresentasikan adanya ketegangan dalam komunikasi politik antara pemerintah dan masyarakat. Ada beberapa poin tuntutan Mahasiswa  terkait dengan isu - isu tersebut, tetapi yang paling pokok ada lima tuntutan diantaranya:   1. Penurunan harga ya...

Resistensi Gen Z di Tengah Krisis Mental

 Oleh : Ummu Hayyan  Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas yang semakin tinggi, Gen Z pun menghadapi tekanan yang tidak ringan. Kekhawatiran terhadap masa depan menjadi pemicu utama gangguan mental, dengan proporsi mencapai 60%. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian yang besar terkait karier, stabilitas ekonomi, hingga kondisi global. Selain itu, tekanan finansial juga menjadi faktor signifikan 57%, diikuti oleh ekspektasi sosial 42% serta perasaan tidak berdaya terhadap situasi yang berada di luar kendali 36%. Dampaknya pun terlihat dalam berbagai bentuk gangguan yang mereka alami sehari-hari. Perubahan suasana hati atau mood swing menjadi masalah paling umum dialami 62% responden, disusul gangguan tidur seperti insomnia atau tidur berlebihan dengan 50%. Selain itu, kecemasan berlebih (38%) dan kesulitan mengelola emosi (38%) juga menjadi tantangan yang kerap dihadapi. data.goodstats.id. Berbagai survei menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok yang renta...