Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

CUTI AYAH UNTUK APA?

Oleh : Ummu Mumtazah Akhir-akhir ini, ada saja kebijakan pemerintah yang menyangkut kehidupan seorang ayah. Ayah adalah sosok yang sangat diharapkan dalam keluarga. Kini sosok tersebut tak seindah yang dibayangkan  dan menjadi dambaan sebuah keluarga yang harmonis, perannya telah dirusak oleh sistem yang rusak pula.  Kini pemerintah akan  menyiapkan cuti ayah bagi ASN pria untuk mendampingi istrinya melahirkan selama 15 hingga 60 hari. idntimes.com Melihat fakta tersebut apakah dengan adanya cuti Ayah dapat memperbaiki kualitas generasi dan apakah tidak akan ada kecemburuan sosial bagi para ayah yang bekerja di swasta? Kapitalisme, Menyelesaikan Masalah dengan Masalah  Ada apa lagi dengan kebijakan yang disiapkan pemerintah itu, padahal tidak seharusnya ayah ASN cuti karena istrinya melahirkan. Kalaupun ingin membantu bisa saja sebelum dan sepulangnya bekerja. Hal itu hanya akan mengakibatkan  kemalasan pada para ayah yang seharusnya bekerja menunaikan  kew...

Dengan Islam, Ketahanan Pangan Bukanlah Angan

Gambar
Oleh Hartatik Pemerhati Sosial Sektor pertanian dalam arti luas tengah menjadi fokus pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) di bawah kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin. Melalui RPJMD 2021-2026 Kukar Idaman. Yakni untuk meningkatkan produktivitas pertanian, serta mewujudkan impian dalam menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur.  Banyak upaya yang telah dilakukan Pemkab Kukar untuk mewujudkan impian ini. Mulai dengan mengoptimalkan lahan pertanian, peternakan serta perikanan. Hingga menyalurkan bantuan seperti sarana prasarana untuk menunjang produktivitas kepada petani, peternak dan nelayan. Kini, Pemkab Kukar tengah mempertimbangkan rencana untuk menanamkan ilmu pertanian di bangku sekolah. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menyampaikan keinginannya menjadikan ilmu pertanian sebagai muatan lokal (mulok) di Sekolah. Bahkan, kabarnya keinginan ini juga sudah mendap...

ILUSTRASI IDEOLOGIS PERJUANGAN PALESTINA

Gambar
  Oleh: Liza Khairina (Ibu Rumah Tangga pemerhati sosial) "Syahiid... rohil aljanni bakkir, syahiid..." adalah cuplikan lirik lagu perjuangan rakyat Gaza menghadapi kekejaman Israel. Mereka menerima takdirnya sebagai pejuang Al-Quds sejak Allah swt telah tetapkan itu tempat sebagai tanah yang diberkahi. Itu lagu membuka mata dunia dan menjelaskan, bahwa pilihan perjuangan manusia sejati adalah menjadi syuhada, orang yang rela mati membela agama dan kehormatan tanahnya. Rakyat Gaza yang disebut Rasulullah sebagai Ahlu Syam, penduduk yang diberkahi, telah memulai perjuangan hidup di dunia hanya untuk kebahagian akhirat yang nyata dan kekal. Darah dan airmata menjadi sejarah panjang sejak zaman Palestina dipertahankan oleh kaum Muslimin tanpa pemimpin. Pemimpin yang melindunginya sejak 100 abad yang lalu. Serangan bertubi-tubi pada rakyat Palestina, khususnya pada anak-anak dan perempuan-perempuan menyisakan duka yang terus terkenang sampai hari ini. Penguasaan tentara Salib ke...

Mustahilnya Kesejahteraan di Era Kapitalisme

Gambar
  Oleh : Dian Safitri Pemerintah melakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja dengan mengadakan pelatihan vokasi agar bisa berdaya saing. Kementerian ketenagakerjaan menghadirkan pelatihan Vokasi yang berkualitas sebagai bentuk komitmen mereka dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing angkatan kerja RI, baik yang sudah lama maupun yang baru. Sekretaris jenderal kementerian ketenagakerjaan Anwar Sanusi, membuka pelatihan berbasis kompetensi (PBK) tahap III karena pelatihan vokasi yang berkualitas adalah pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang mengutamakan link dan match ketenagakerjaan. Ini menjadi salah satu strategi dalam melakukan transformasi balai latihan kerja. Dimana balai-balai yang ada dan dikelola kemnaker harus mampu menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri agar terjadi kesesuaian pelatihan vokasi (antaranews.com, 23/03/2024). Negara melakukan berbagai upaya dengan dalih meningkatkan kesejahteraan, tapi nyatanya upaya s...

Parah! Prostitusi Online Makin Eksis

Gambar
  Oleh Hermawati, S.Si Prostitusi online menjadi tak terkendali hingga saat ini. Tim gabungan melibatkan jajaran Satpol PP bersama tim gabungan dari Polres Belitung, BNNK serta stakeholder terkait ini menggelar razia rutin memasuki bulan suci Ramadhan 2024 dengan menyisir beberapa hotel di sekitaran Kota Tanjungpandan. Razia ini dalam rangka menertibkan praktik indikasi prostitusi online atau booking online (BO). Alhasil, rombongan tim gabungan ini menemukan lima pasangan bukan suami istri dan empat perempuan yang terindikasi terlibat prostitusi online. "Setelah kami turun ke lapangan, masih ditemukan adanya beberapa pasangan bukan suami istri dan wanita yang terindikasi melakukan prostitusi online," ujar Kasat Pol PP Belitung Hendri Suzanto kepada Posbelitung.co. Lebih jauh lagi bisnis ini tidak hanya dilakukan oleh wanita usia paru baya sekitar 30 -40 tahun, tapi prostitusi online menarik minat kalangan belia bahkan yang masih dud...

THR Tidak Merata, Potret Lemahnya Jaminan Negara Atas Kesejahteraan Pegawai

Gambar
  Oleh Nur Kamsiah (Pemerhati Sosial) Menjelang hari raya, THR (Tunjangan hari raya) selalu menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat kita terkhusus di tengah para pegawai pemerintahan baik dalam lingkup pemerintahan itu sendiri, pendidikan, kesehatan dan yang lainnya. Mengingat THR (Tunjangan Hari Raya) diberikan tidak merata atau tidak semua pegawai mendapatkan, hanya yang berstatus ASN atau PPPK sedangkan yang berstatus honorer tidak mendapatkan atau yang bekerja di lingkup pemerintahan dibatasi hanya sampai pada pegawai kecamatan adapun aparat desa dikecualikan, seperti dikutip di laman Antara.com Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan perangkat desa, termasuk kepala desa, tidak termasuk aparatur sipil negara (ASN) sebagaimana yang diatur undang-undang. Oleh sebab itu, Pemerintah tidak menganggarkan THR untuk kelompok tersebut. “Perangkat desa memang aturannya tidak ada, dalam undang-undang bukan ASN. Oleh karena itu, tidak termasuk dalam pemberian tunjangan hari ray...

KDRT MERAJALELA?

Gambar
  Oleh: Wiwik Afrah (Aktivis Muslimah) Seorang istri mantan Perwira Brimob berinisial MRF, RFB, mengalami penderitaan dalam rumah tangganya sejak 2020. RFB mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berulang kali oleh suaminya. Kejadian terakhir pada 3 Juli 2023 adalah yang paling berat. Kasus KDRT ini sudah dilaporkan melalui kuasa hukum korban, Renna A. Zulhasril, ke Kepolisian Resor (Polres) Metro Depok. Seorang menantu laki-laki bernama Joni Sing (49 tahun) di Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang Sumut, tega membacok ibu mertuanya, Sanda Kumari. Penyebabnya, ia kesal saat ditegur oleh ibu mertuanya itu lantaran melakukan KDRT kepada istrinya. Rangkaian kasus KDRT di atas merupakan alarm rapuhnya ketahanan keluarga Indonesia. Ketahanan keluarga terkoyak hingga tidak kukuh lagi. Mengapa KDRT bisa demikian marak? Banyak faktor penyebab KDRT, misalnya perselingkuhan, persoalan ekonomi, budaya patriarki, campur tangan pihak ketiga, terjerat judi, dan perbedaan prinsip hidup. Namun...

Prostitusi Online, Potret Kelam Masyarakat di Bawah Sistem Sekulerisme

Gambar
                        Oleh: Tri Lusiana                        (Aktivis Muslimah) Prostitusi merupakan penyakit masyarakat yang menjadi masalah serius dan harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Praktik haram ini mulanya berasal dari masalah ekonomi masyarakat bawah sampai akhirnya harus melalukan pekerjaan seperti ini. Transaksi bisnis haram ini pun tidak hanya dilakukan tatap muka secara langsung atau datang ke lokalisasi, tetapi sekarang juga dapat dilakukan secara online. Beberapa waktu ini ada beberapa daerah yang terindikasi melakukan praktik prostitusi online yang berhasil diungkap dan ditangkap oleh pihak kepolisian, seperti di daerah Bogor, Belitung hingga di daerah Pare-Pare yang terletak di pulau Sulawesi Selatan. Berikut ringkasan berita tersebut: 1. Prostitusi Online Jaringan Nasional berhasil di Ungkap Polresta Bogor Kota Kapolresta Bogor Ko...

Pelecehan Seksual pada Perempuan Terjadi Lagi, Kapan Terselesaikan?

Gambar
                         Oleh: Aisyah, S.E                         (Aktivis Dakwah) Hello netizen Budiman, kalian sudah dengar atau baca berita miris siswi SMP di perkosa bergilir oleh 10 pria? Dikutip dari TvOneNews, seorang siswi SMP di Lampung diperkosa oleh 10 pria, bahkan parahnya tidak diberikan makan selama 3 hari. Sampai saat ini 6 pelaku sudah ditangkap dan 3 diantara nya masih dibawah umur, serta 4 lainnya masih menjadi buronan polisi (TvOneNews, 17/03/2024) Kasus seperti ini tidak habis nya menjadi sorotan, saking banyak nya kejadian. Marak terjadi di tengah masyarakat, bahkan lingkungan sekolah pun tidak luput dari kekerasan seksual.  Berdasarkan data kekerasan seksual dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa)  pada tahun 2023 tercatat sebanyak 26.161 kasus korban pelecehan seksual terhadap perempuan. Kasu...

Mimpi Menuntut Keadilan di Sistem Sekuler Kapitalis

Gambar
  Oleh: Devi Ramaddani (Pemerhati Sosial) Begitu bengisnya seseorang menghilangkan nyawa orang lain. Nyawa seolah tidak ada harganya. Lebih mirisnya ini semua dilakukan oleh anak dibawah umur. Dikutip dari prokal.com Sidang pembacaan vonis terhadap J, anak bawah umur yang didakwa membunuh lima orang dalam satu keluarga di Dusun Lima, RT 018, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) sekira pukul 01.30 Wita, Selasa (6/2) dinihari, dijadwalkan digelar sekira pukul 09.00 Wita, Rabu (13/3), hari ini. Keluarga korban berencana mengerahkan massa dalam jumlah lebih besar dibandingkan hari biasanya untuk mengawal sidang kali ini. Zaenuri, juru bicara keluarga korban, Selasa (12/3) mengatakan, keluarga korban berencana membawa massa dalam jumlah besar untuk mengawal sidang ke delapan di PN Penajam, hari ini. Selain itu, kata dia, keluarga korban juga membuat surat terbuka ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Mahkamah Agung (MA), Komnas HAM, Polri, Komisi Perlindungan A...

PPN Naik Lagi, Beban Rakyat Kian Berat

Gambar
  PPN Naik Lagi, Beban Rakyat Kian Berat Oleh: Sarlin, Amd.Kep Rencana kenaikan PPN menjadi 12% ini kembali mengemuka di tengah masa transisi pemerintahan. Sejumlah pihak meresponnya dengan pro maupun kontra. Pada 8 Maret 2024, Mentri koordinator (menko) Bidang Perekonomian Air langga Hartarto menyampaikan bahwa kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% pada tahun 2025 akan terus berlanjut. Kenaikan PPN ini juga akan dilakukan pada masa pemerintahan yang akan datang. Airlangga menyatakan, ketentuan kenaikan tarif PPN ini akan berlanjut pada tahun 2025, karena sudah merupakan keputusan masyarakat yang memilih pemerintahan baru dengan program-program yang masuk dari presiden Joko Widodo (Jokowi). METROTVNEWS, Minggu (17/3/2024). Menurut cara pandang kapitalisme, cara terbaik mengurangi utang yang sudah segunung itu adalah dengan menaikkan tarif pajak atau mencari apa saja yang bisa dikenai tarif pajak. Alhasil, kenaikan tarif pajak adalah kebijakan yang pasti terjadi, ...

Banjir Impor Jelang Lebaran, Siapa Untung ?

Gambar
Banjir Impor Jelang Lebaran, Siapa Untung ?  Oleh : Risnawati (Pegiat Literasi) Masalah impor daging sapi terjadi setiap tahun. Lebaran kali ini pun, Impor diprediksi akan terus menjadi kebijakan pamungkas pemerintah.  Seperti dilansir dalam laman Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan impor daging dan sapi hidup dalam waktu 2 - 3 Minggu tiba. Ini merupakan bagi volume impor daging sapi yang sudah disetujui pada tahun ini sebanyak 145.250,60 ton.  "Akan ada impor, kan yang private udah jalan, sekarang nunggu masuk minggu 2 - 3 puasa ini. Jumlah yang approved 145 ribu ton, bentuknya daging. Kemudian beberapa ratus ekor sapi yang hidup," kata Arief di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (19/3/2024)  Telaah Akar Masalah  Lebaran terjadi setiap tahun seharusnya peningkatan kebutuhan sudah bisa diprediksi dan diantisipasi agar tetap terwujud ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Ketergantungan pada impor s...

Ramadan Boikot Kurma Zionis, Emang Cukup?

Gambar
Oleh: Nashila Mumtazah Bulan ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi kaum muslimin. Menyambut dengan rasa suka cita sudah seharusnya mereka tunjukkan. Namun, di sisi lain ramadan tahun ini merupakan ramadhan diselimuti oleh duka, dimana kaum muslimin Palestina dibantai dengan kejam oleh zionis Yahudi. Kejahatan Zionis di Palestina makin parah, sementara mirisnya hingga hari ini kaum muslim Palestina belum juga mendapat pembelaan dari berbagai negeri. Dan di bulan Ramadan ini, salah satu yang bisa dilakukan adalah boikot kurma produk Zionis. Apalagi zionis adalah pengekspor korma terbesar. Tentu, aksi boikot ini berdampak terhadap perekonomian Zionis, bahkan Zionis Yahudi ketar-ketir karena takut kurmanya tidak laku di pasaran. Dilansir oleh kumparan.com, (03/03/2024) bahwa kampanye iklan senilai USD 550.000 untuk mempromosikan kurma Medjool Israel dihentikan sebagai tanggapan atas ketakutan akan boikot. Diantara kurma-kurma produk Yahudi adalah King Solomon Dates, Hadiklaim, Jordan ...

Prostitusi Online, Potret Kelam Masyarakat dalam Sistem Kapitalisme

Gambar
  Oleh : Dewi Putri, S.Pd. Praktik prostitusi sudah tidak asing lagi di negeri ini. Baik dilakukan dengan cara lama maupun mengikuti perkembangan tekhnologi. Terlebih, di era digitalisasi, praktik prostitusi semakin banyak diminati bahkan diberikan panggung. Dikutip dari tribunnews.com, Germo Dimas Tri Putra (27) menghasilkan uang hingga Rp. 300 juta dari menjalankan bisnis prostitusi online di Kota Bogor, Jawa Barat. Dia menjual 20 perempuan dengan tarif hingga Rp.30 juta kepada pria hidung belang di berbagai wilayah di Indonesia. Dia menggeluti bisnis haram sejak tahun 2019. Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara mengatakan 20 pekerja seks komersil (PSK) yang dimiliki Dimas semuanya sudah dewasa. Sungguh miris, kehidupan yang serba bebas (sekuler) menjadikan tidak sedikit moral anak bangsa rusak. Di saat bulan suci Ramadhan, bukanya menambah ketaatan kepada Allah, malah menjadikan masyarakat makin merajalela melakukan kemaksiatan. Begitulah kondisi masyar...

Miris, Pinjol Meningkat Saat Ramadan

Gambar
Oleh Kurnia, SE (Pemerhati Sosial) Ramadan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di muka bumi ini, karena Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, pengampunan dan di bulan ini kita berkesempatan untuk meraup  pahala sebanyak banyaknya.  Tentu umat Islam dipenuhi dengan perasaan bahagia. Namun, meski di bulan yang penuh berkah ini, namanya kehidupan tidak bisa terlepas dari perkara ekonomi. Mau sahur butuh makan mau buka puasa pun butuh asupan makanan.  Kebutuhan terus meningkat, di sisi lain  pemasukan tidak menentu. Menghadapi persoalan ini, banyak masyarakat yang mengambil jalan pintas untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk banyak masyarakat yang  berurusan dengan pinjol (pinjaman online). Apatah lagi di bulan Ramadan ini banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, di lain sisi harga-harga kian melonjak naik. Sehingga mau tidak mau Pinjol menjadi jalan untuk berhutang. Parahnya penyakit ini menyerbu hampir semua kalangan, muda mu...

Mampukah Sekolah Ramah Anak (SRA) Menghentikan Kekerasan Terhadap Anak?

Gambar
  Oleh. Ririn Arinalhaq (Muslimah Kaltim) Pemerintah dari dulu menyadari betul banyaknya kasus kekerasan yang terjadi menimpa anak-anak, sehingga tahun 2015 pemerintah meluncurkan program Sekolah Ramah Anak (SRA). Program tersebut bertujuan untuk menciptakan rasa aman dari tindakan diskriminasi sampai dengan segala bentuk kekerasan bagi anak-anak di lingkungan sekolah. Namun pertanyaannya mampukah SRA menghentikan kekerasan terhadap anak? Jawabannya harus kita lihat dari fakta yang sedang terjadi saat ini. Ternyata faktanya sangat mengerikan yaitu bahwa kasus kekerasan terhadap anak ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Contohnya saja apa yang sedang dihadapi pemerintah Paser Kalimantan timur di mana ternyata kasus kekerasan terhadap anak meningkat yang tadinya 22 kasus di tahun 2022 menjadi 25 kasus di tahun 2023. (Mediacenter, 14/03/2024) Bahkan selain SRA upaya yang dilakukan oleh Pemda Paser dalam menekan kasus kekerasan pada anak yaitu dengan membentuk tim satgas Peri...